Paradoks dalam CPC adsense

Diposting pada

Para blogger tentunya tidak asing dengan istilah CPC adsense. Sebuah indikator pendapatan yang dibayarkan setiap kali pengunjung mengklik iklan. Logika sederhananya semakin banyak pengunjung mengklik iklan, maka akan semakin banyak penghasilan yang diperoleh. Tapi, kenyataannya rumus pendapatan tidak sesederhana logika tersebut.

Bagi saya yang telah menghandle blog tentang karya tulis ilmiah, metode penelitian, dan pertanian memahami adanya paradoks dalam cpc adsense. Misalnya paradoks dalam menentukan niche blog,  paradoks jumlah tayang iklan, dan paradoks jumlah klik iklan.

Apa itu paradoks CPC adsense

Saya tidak akan menuliskan tentang apa itu CPC dan cara menghitungnya. Materi ini sudah banyak bertaburan di page google search engine. Lagipula, kemungkinan besar pengertian itu hanya akan discroll atau diskip.

Saya lebih tertarik menjelaskan sedikit tetang apa itu paradoks? Dalam wikipedia, paradoks diartikan sebagai pernyataan yang seolah olah bertentangan dengan pengertian umum, namun mengandung sebuah kebenaran. Dalam artian kedua asumsi tersebut sama sama benar sehingga tidak mengandung kebenaran yang tidak terbantahkan atau kebenaran obsolut.

Hal menarik saya membahas tentang paradoks CPC adsense yang perlu dipahami para blogger sehingga bisa tetap eksis dan memiliki motivasi yang kuat untuk tetap bertahan.

Paradoks niche blog

Semua blogger sudah paham, traffic adalah sumber utama dari pendapatan adsense. Mau bagus dan berkualitas seperti apapun, tapi jika tidak mendatangkan traffic, dapat dikatakan percuma. Hal ini tidak akan menjadi  masalah jika tujuan blogging hanya sebagai hobi. Tapi tetap saja, buat apa menulis jika tidak ada yang membaca?

Di sisi yang lain, membuat blog yang menarik adalah blog yang spesifik. Seperti halnya blog ini. Blog tentang statistik, karya tulis ilmiah, metode penelitian, rencana produksi. Kesemua artikel yang ditulis pada blog ini untuk orang yang pernah berkecimpung di bidang yang dimaksud. Berbeda dengan blog news, penawaran produk, kesehatan, pendidikan, dan niche lainnya yang bersifat umum.

Paradoks yang ditimbulkan adalah tentu saja niche yang spesifik akan mendatangkan traffic yang sedikit juga. Tidak semua orang mengenal karya tulis ilmiah dan mencari info terkait tentangnya. Tapi semua orang akan mencari informasi kesehatan karna bersifat primer.

Cara menyiasatinya adalah membuat artikel yang sedang anda baca. Saya membuat artikel ini menyasar kepada blogger yang memiliki niche lebih luas. Tapi topik karya tulis ilmiah, metodologi penelitian, dan kolaborasi kerja peneliti tetap saya bawa sebagai contoh kasusnya. Tentu saya tidak menginginkan anda meniru cara saya, melainkan memikirkan cara lain yang lebih kretaif. Pada intinya bagaimana niche spesifik yang kita geluti, bisa dibaca oleh pengunjung yang lebih luas.

Paradoks jumlah tayang iklan

Semakin banyak jumlah iklan yang muncul logikanya semakin banyak pendapatan yang akan kita peroleh. Iklan muncul berdasarkan penawaran tertinggi dari keyword yang sesuai dengan blog kita. Jika anda pernah membuat halaman post menjadi lebih berwarna karena bertaburan iklan, tidak salah, karena semakin banyak jumlah tayang iklan maka peluang iklan itu diklik akan semakin besar.

Permasalahan timbul jika iklan yang diklik ternyata memiliki cpc yang rendah. Bukannya akan menambah penghasilan harian anda, melainkan akan menurunkan. Iklan yang diklik memang banyak, tapi jika cpc rendah, percuma. Disitulah letak paradoks yang saya maksudkan.

Pada akhirnya, kita sebaiknya membatasi iklan yang muncul. Jumlahnya tentu bervariasi berdasarkan pengalaman masing-masing. Blog yang mengangkat tema karya tulis ilmiah, regresi, time series, multidimensional scaling, tentu tidak banyak yang bersesuaian dengan iklan. Hal ini karena biasanya iklan lebih kearah produk. Paling sering iklan yang muncul pada niche ini adalah tentang universitas, pengolahan data, aplikasi pendidikan, kursus.

Paradoks jumlah klik iklan

Langsung saja letak paradoksnya dimana? jika tadi tayangan iklan mengandung paradoks, ternyata klik iklan pun juga mengandung paradoks. Sebagian besar blogger mengaktifkan penayangan iklan berdasarkan user experience. Misalnya seorang yang sering mencari produk mobil Bugatti La Voiture Noire , maka iklan yang sering keluar di halaman post yang dikunjungi juga tentang mobil.

Maka, sesusah apapun anda mensetting keyword untuk tampilnya iklan yang mahal, tidak berarti banyak jika pengunjung ternyata menyukai keyword yang bernilai rendah. Jika itu terjadi, maka sebanyak apapun klkik yang anda terima, penghasilan akan tetap rendah.

Strategi yang bisa dilakukan adalah bagaimana artikel yang kita tulis bisa dibaca oleh pengunjung yang bernilai mahal. Pengunjung yang sering mencari barang yang cpcnya bernilai tinggi. misal, saya membahas tentang data handphone merk samsung dengan regresi. Saya akan menarik dua kelompok, kelompok yang menyukai alat statistik regresi dan atau kelompok yang menyukai HP samsung.

Saya bisa katakan keyword cpc bersifat musiman. Misal keyword potongan harga akan lebih banyak muncul disaat lebaran atau liburan. Keyword mobil dan handphone juga tergantung pembuat iklan menayangkan kapan waktunya, tidak mungkin sepanjang tahun dengan cpc yang tetap. Maka dari itu, jika kita fokus kepada kelompok yang spesifik saja, kita pun akan mengalami pendapatan yang musiman.

Strategi menghadapi ini adalah bagaimana blog niche spesifik mendatangkan pembaca yang beragam, bahkan sebagian pembaca bernilai mahal karena memiliki pengalaman atau mencari barang yang cpc mahal dimata google. Contoh: pembaca blog saya ternyata bekerja di bank. Otomatis iklan yang tayang waktu dia membaca blog saya adalah iklan keuangan.

Begitulah kira – kira pengalaman yang bisa saya share. Sengaja saya tidak mengikuti pola yang sudah umum, karena berharap artikel ini menjadi unik sehingga anda tertarik membacanya. Anda sedang membaca artikel tentang karya tulis ilmiah tapi berisi informasi cpc adsense. Mungkin saja bisa anda adopt di blog anda sehingga bisa menambah ide membuat konten.

Sebagai penutup, apa yang saya sampaikan hanya bersifat opini dari pengalaman, bisa saja saya salah karena saya tidak expert dalam dunia marketing terutama menyoal adsense.

Karena saya tau anda seorang blogger, sesekali silahkan berkunjung atau membuka artikel saya yang lain dan belajar sedikit tentang dunia penelitian.

Terima kasih, selamat belajar!

Gambar Gravatar
Data analyst sekaligus researcher. Pernah mendalami production scheduling dalam manufacture. Melalui blog ini menyalurkan hobi menjadi statistical consulting dan menghimpun statistical process control software.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *