Dasar Manajemen

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 1

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 1
Daftar isi
  1. Kompetensi dan Capaian Pembelajaran
  2. Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia
  3. 2.1 Pengertian MSDM
  4. 2.2 Empat Area Utama MSDM
  5. 1. Staffing
  6. 2. Pengembangan SDM
  7. 3. Penilaian Kinerja
  8. 4. Kompensasi
  9. Konteks Lingkungan MSDM dan Kontribusinya terhadap Kinerja Organisasi
  10. 3.1 Faktor Internal
  11. 3.2 Faktor Eksternal
  12. 3.3 Kontribusi MSDM terhadap Kinerja
  13. Perencanaan Sumber Daya Manusia
  14. 4.1 Pengertian dan Pentingnya Perencanaan SDM
  15. 4.2 Komponen Utama Perencanaan SDM
  16. A. Analisis Pekerjaan
  17. B. Perkiraan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
  18. 4.3 Tujuan Perencanaan SDM
  19. 4.4 Alur Perencanaan SDM
  20. Analisis Pekerjaan
  21. 5.1 Pengertian Analisis Pekerjaan
  22. 5.2 Deskripsi Pekerjaan (Job Description)
  23. 5.3 Spesifikasi Pekerjaan (Job Specification)
  24. 5.4 Perbedaan Deskripsi dan Spesifikasi Pekerjaan
  25. 5.5 Tujuan Analisis Pekerjaan
  26. Peramalan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
  27. 6.1 Peramalan Permintaan (Demand Forecasting)
  28. 6.2 Peramalan Penawaran (Supply Forecasting)
  29. 6.3 Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran
  30. 6.4 Contoh Penerapan: Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
  31. Konsep dan Proses Rekrutmen
  32. 7.1 Pengertian Rekrutmen
  33. 7.2 Alternatif Sebelum Melakukan Rekrutmen
  34. 7.3 Tahapan Proses Rekrutmen

Kompetensi dan Capaian Pembelajaran

Kompetensi akhir pembelajaran ini adalah mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen sumber daya manusia untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja, melakukan analisis jabatan, serta menentukan bagaimana proses rekrutmen dan seleksi karyawan dilaksanakan secara efektif, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep dasar dan prinsip-prinsip manajemen sumber daya manusia serta mengaitkannya dengan kinerja organisasi, termasuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengelolaan SDM.
  2. Menganalisis pentingnya perencanaan SDM, termasuk analisis pekerjaan, peramalan kebutuhan tenaga kerja, dan strategi pengelolaan SDM untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan ketersediaan tenaga kerja.
  3. Mengidentifikasi metode dan teknik rekrutmen serta seleksi, menganalisis kelebihan dan kekurangannya, dan merancang strategi rekrutmen yang efektif untuk mendapatkan kandidat yang sesuai.
Fokus pembelajaran: organisasi perlu memastikan bahwa jumlah tenaga kerja, kompetensi, dan penempatan karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Proses tersebut dimulai dari perencanaan dan analisis pekerjaan, kemudian dilanjutkan dengan rekrutmen serta seleksi yang terencana dan objektif.

Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia

2.1 Pengertian MSDM

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan rangkaian kegiatan organisasi untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan orang-orang yang dibutuhkan agar dapat memberikan kontribusi maksimal kepada organisasi. MSDM tidak hanya berkaitan dengan penerimaan karyawan, tetapi juga mencakup bagaimana organisasi mengelola karyawan agar produktif, memiliki motivasi, dan bersedia memberikan kontribusi secara berkelanjutan.

Karyawan merupakan bagian penting dari organisasi karena rencana, teknologi, modal, dan fasilitas kerja tetap membutuhkan manusia untuk mengoperasikan, mengoordinasikan, serta mengembangkannya. Oleh karena itu, pengelolaan SDM perlu dirancang agar kemampuan individu dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan tujuan organisasi.

Dalam perusahaan agribisnis, misalnya, ketersediaan lahan dan alat pertanian belum cukup untuk menjamin keberhasilan produksi. Organisasi juga membutuhkan tenaga budidaya yang memahami teknik produksi, pengawas lapangan yang mampu mengoordinasikan pekerjaan, tenaga pengendalian mutu, serta staf pemasaran yang memahami kebutuhan konsumen. MSDM membantu organisasi merencanakan dan menempatkan tenaga kerja tersebut.

2.2 Empat Area Utama MSDM

Materi perkuliahan menggambarkan MSDM sebagai sistem yang terdiri atas empat area utama yang saling melengkapi. Keempat area tersebut mendukung organisasi dalam memperoleh tenaga kerja yang tepat, mengembangkan kemampuan karyawan, menilai kontribusinya, serta mempertahankan karyawan yang dibutuhkan.

1. Staffing

Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, termasuk perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, dan upaya mempertahankan karyawan.

2. Pengembangan SDM

Berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan kompetensi agar karyawan mampu melaksanakan pekerjaan dan menghadapi perubahan kebutuhan organisasi.

3. Penilaian Kinerja

Membantu organisasi menilai kontribusi karyawan berdasarkan pekerjaan, tanggung jawab, dan sasaran yang telah ditentukan.

4. Kompensasi

Berkaitan dengan imbalan yang diberikan kepada karyawan secara adil dan sesuai dengan ketentuan serta kebijakan organisasi.

Keempat area tersebut saling melengkapi. Perencanaan dan analisis pekerjaan membantu organisasi menentukan orang yang dibutuhkan. Rekrutmen dan seleksi menjadi sarana memperoleh kandidat yang sesuai. Pengembangan membantu meningkatkan kompetensi, sedangkan penilaian kinerja dan kompensasi yang adil dapat mendukung motivasi, produktivitas, serta retensi karyawan.

Jika organisasi merekrut karyawan tanpa memahami kebutuhan pekerjaannya, kandidat yang diterima mungkin tidak sesuai dengan tuntutan posisi. Jika karyawan yang sesuai tidak memperoleh pengembangan atau penilaian yang memadai, kontribusinya juga dapat tidak berkembang secara optimal. Karena itu, MSDM perlu dipandang sebagai rangkaian proses yang terintegrasi, bukan kegiatan administratif yang berdiri sendiri.

Konteks Lingkungan MSDM dan Kontribusinya terhadap Kinerja Organisasi

Pengelolaan sumber daya manusia berlangsung dalam lingkungan yang terus berubah. Kebutuhan tenaga kerja dipengaruhi oleh kondisi internal organisasi dan faktor eksternal yang berada di luar kendali langsung perusahaan. Karena itu, keputusan mengenai jumlah karyawan, kualifikasi, dan metode rekrutmen perlu mempertimbangkan situasi organisasi secara menyeluruh.

3.1 Faktor Internal

Faktor internal merupakan kondisi yang berasal dari dalam organisasi dan memengaruhi kebutuhan serta pengelolaan karyawan. Faktor tersebut dapat mencakup tujuan dan strategi perusahaan, kemampuan finansial, struktur organisasi, teknologi yang digunakan, karakteristik pekerjaan, dan ketersediaan karyawan yang sudah bekerja.

Sebagai contoh, perusahaan agribisnis yang akan memperluas area produksi perlu memperhitungkan kebutuhan tambahan tenaga kerja dan kemampuan keuangannya. Perusahaan juga perlu mengidentifikasi apakah posisi baru harus diisi melalui perekrutan eksternal atau dapat dipenuhi melalui promosi dan rotasi karyawan yang sudah ada.

3.2 Faktor Eksternal

Faktor eksternal berasal dari lingkungan di luar organisasi. Faktor tersebut dapat mencakup kondisi ekonomi, tingkat pengangguran, ketersediaan keterampilan di pasar tenaga kerja, perkembangan teknologi, perubahan demografis, kebijakan pemerintah, peraturan ketenagakerjaan, dan praktik rekrutmen perusahaan pesaing.

Apabila perusahaan membutuhkan tenaga ahli teknologi pertanian, tetapi jumlah kandidat dengan kompetensi tersebut terbatas, proses rekrutmen dapat menjadi lebih sulit. Perusahaan mungkin perlu memperluas jangkauan pencarian, bekerja sama dengan lembaga pendidikan, atau mengembangkan kemampuan karyawan yang sudah dimiliki.

3.3 Kontribusi MSDM terhadap Kinerja

MSDM berkontribusi terhadap kinerja organisasi melalui kesesuaian antara kebutuhan pekerjaan dan kemampuan tenaga kerja. Perencanaan yang baik membantu organisasi memperkirakan jumlah serta jenis tenaga kerja yang diperlukan. Analisis pekerjaan menjelaskan tugas dan kualifikasi posisi. Rekrutmen memperluas akses kepada kandidat, sedangkan seleksi membantu memilih kandidat yang paling sesuai berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

Dengan proses tersebut, organisasi memiliki dasar yang lebih baik untuk menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Hal ini penting bagi produktivitas, kualitas hasil kerja, koordinasi, dan kesinambungan operasional.

Contoh agribisnis: perusahaan pengolahan hasil pertanian membutuhkan operator mesin yang memahami prosedur kerja, petugas pengendalian mutu, dan tenaga administrasi persediaan. Jika kebutuhan dan kompetensi tersebut direncanakan sejak awal, perusahaan dapat menyusun proses rekrutmen yang lebih terarah dan mengurangi risiko ketidaksesuaian penempatan.

Perencanaan Sumber Daya Manusia

4.1 Pengertian dan Pentingnya Perencanaan SDM

Perencanaan sumber daya manusia merupakan proses memperkirakan kebutuhan tenaga kerja organisasi dan menyesuaikannya dengan ketersediaan tenaga kerja yang dapat diperoleh atau dikembangkan. Perencanaan ini membantu organisasi memastikan bahwa jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan tersedia pada waktu yang tepat.

Perencanaan SDM merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan organisasi memiliki tenaga kerja berkualitas. Tanpa perencanaan yang matang, organisasi dapat mengalami kekurangan tenaga kerja pada saat kegiatan meningkat atau justru memiliki jumlah karyawan yang melebihi kebutuhan operasional.

Kekurangan tenaga kerja dapat meningkatkan beban kerja karyawan, memperlambat proses produksi, dan mengganggu pelayanan. Sebaliknya, kelebihan tenaga kerja dapat meningkatkan biaya yang harus ditanggung organisasi tanpa diikuti peningkatan produktivitas yang sebanding.

4.2 Komponen Utama Perencanaan SDM

Materi ini menekankan dua komponen utama perencanaan SDM.

A. Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan digunakan untuk menentukan tugas, tanggung jawab, serta keterampilan yang dibutuhkan pada setiap posisi. Hasil analisis ini membantu organisasi memahami kebutuhan spesifik pekerjaan sebelum menentukan kandidat yang akan direkrut.

B. Perkiraan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja

Perkiraan permintaan digunakan untuk memprediksi jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan pada masa depan. Perkiraan penawaran digunakan untuk memahami ketersediaan tenaga kerja, baik dari dalam organisasi maupun dari pasar tenaga kerja eksternal.

4.3 Tujuan Perencanaan SDM

  1. Menjadi dasar bagi proses rekrutmen dan seleksi yang efektif.
  2. Memastikan kandidat yang diterima sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan posisi.
  3. Membangun tim yang kompeten untuk mendukung tujuan organisasi dalam jangka panjang.
  4. Mengantisipasi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat pertumbuhan, pergantian karyawan, atau perubahan kegiatan usaha.
  5. Membantu organisasi mengelola kesesuaian antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan tenaga kerja.

4.4 Alur Perencanaan SDM

Analisis Pekerjaan
↓
Peramalan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
↓
Identifikasi Kekurangan atau Kelebihan Tenaga Kerja
↓
Penentuan Strategi Pemenuhan Kebutuhan SDM
↓
Rekrutmen, Seleksi, atau Penyesuaian Tenaga Kerja

Alur tersebut menunjukkan bahwa rekrutmen seharusnya dilakukan setelah organisasi memahami kebutuhan pekerjaannya dan memperkirakan ketersediaan tenaga kerja. Dengan demikian, perekrutan tidak hanya didasarkan pada keinginan menambah karyawan, tetapi pada kebutuhan yang telah diidentifikasi.

Analisis Pekerjaan

5.1 Pengertian Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan merupakan langkah sistematis untuk memahami tugas, tanggung jawab, dan kualifikasi yang diperlukan pada setiap posisi dalam organisasi. Analisis ini menjadi dasar bagi proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, penilaian kinerja, dan penentuan kompensasi.

Organisasi perlu mengetahui karakteristik suatu pekerjaan sebelum menetapkan siapa yang layak mengisi posisi tersebut. Tanpa informasi yang jelas, persyaratan kandidat dapat menjadi terlalu umum, terlalu tinggi, atau tidak berkaitan langsung dengan tugas yang sebenarnya harus dilaksanakan.

5.2 Deskripsi Pekerjaan (Job Description)

Deskripsi pekerjaan menjelaskan apa yang dilakukan oleh pemegang suatu posisi. Informasi ini dapat mencakup tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, serta alat atau bahan yang digunakan dalam pekerjaan.

Sebagai contoh, deskripsi pekerjaan seorang pekerja pertanian dapat mencakup kegiatan menanam, merawat tanaman, melakukan pemanenan, menggunakan alat pertanian, dan melaksanakan pekerjaan di lingkungan yang dapat menghadapi perubahan cuaca. Deskripsi tersebut membantu organisasi memahami aktivitas yang harus dilakukan oleh pemegang posisi.

5.3 Spesifikasi Pekerjaan (Job Specification)

Spesifikasi pekerjaan menjelaskan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan. Informasi tersebut dapat mencakup keterampilan, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang relevan dengan tuntutan posisi.

Sebagai contoh, seorang manajer perkebunan dapat membutuhkan kemampuan manajerial, pengetahuan tentang teknologi pertanian, keterampilan komunikasi, dan kemampuan menyusun perencanaan. Persyaratan tersebut harus disesuaikan dengan tanggung jawab yang benar-benar melekat pada posisi tersebut.

5.4 Perbedaan Deskripsi dan Spesifikasi Pekerjaan

Aspek Deskripsi Pekerjaan Spesifikasi Pekerjaan
Fokus Apa yang dikerjakan pada posisi tersebut Kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan
Isi utama Tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, alat atau bahan Pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman
Contoh Mengawasi produksi dan pemeliharaan tanaman Memiliki pengetahuan budidaya dan kemampuan mengelola tim

5.5 Tujuan Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan memiliki beberapa tujuan utama:

  1. Menyediakan dasar objektif untuk seleksi dan penilaian kinerja.
  2. Membantu organisasi menempatkan karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi.
  3. Menjadi dasar dalam penyusunan persyaratan rekrutmen.
  4. Mendukung perencanaan pelatihan dan pengembangan kompetensi.
  5. Membantu membangun sistem kompensasi yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan dan tanggung jawabnya.
  6. Mendukung produktivitas dan retensi karyawan melalui kesesuaian antara individu dan pekerjaan.
Inti materi: deskripsi pekerjaan menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan, sedangkan spesifikasi pekerjaan menjelaskan kualifikasi orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Peramalan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja

Perencanaan SDM membutuhkan perkiraan mengenai kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang dan kemampuan organisasi memperoleh tenaga kerja tersebut. Materi perkuliahan membahas peramalan permintaan dan peramalan penawaran sebagai dua komponen yang perlu dianalisis untuk menentukan strategi pemenuhan kebutuhan SDM.

6.1 Peramalan Permintaan (Demand Forecasting)

Peramalan permintaan tenaga kerja digunakan untuk memprediksi jumlah dan jenis karyawan yang akan dibutuhkan organisasi. Perkiraan tersebut dapat dipengaruhi oleh permintaan produk atau jasa, kondisi ekonomi, teknologi, kemampuan keuangan, tingkat absensi, pergantian karyawan, dan pertumbuhan organisasi.

Beberapa teknik yang disebutkan dalam materi meliputi:

  • Analisis tren. Menggunakan pola data masa lalu untuk membantu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.
  • Perkiraan manajerial. Menggunakan penilaian dan pengalaman manajer untuk memperkirakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan rencana kegiatan organisasi.
  • Teknik Delphi. Mengumpulkan penilaian dari para ahli melalui proses konsultasi yang terstruktur untuk membantu membangun perkiraan.

Sebagai ilustrasi, perusahaan pengolahan hasil pertanian yang berencana meningkatkan kapasitas produksi perlu memperkirakan tambahan operator, tenaga pengemasan, petugas pengendalian mutu, dan tenaga distribusi. Perkiraan tersebut harus mempertimbangkan volume produksi yang direncanakan dan kemampuan fasilitas yang tersedia.

6.2 Peramalan Penawaran (Supply Forecasting)

Peramalan penawaran tenaga kerja digunakan untuk memperkirakan ketersediaan orang yang dapat mengisi posisi yang dibutuhkan. Ketersediaan ini dapat berasal dari tenaga kerja internal, seperti karyawan yang dapat dipromosikan atau dipindahkan, maupun tenaga kerja eksternal yang tersedia di pasar.

Faktor eksternal yang dipertimbangkan meliputi:

  • Perubahan demografis.
  • Tingkat pendidikan dan ketersediaan tenaga kerja terampil.
  • Mobilitas tenaga kerja.
  • Kebijakan pemerintah.
  • Tingkat pengangguran.

Teknik yang disebutkan dalam materi antara lain:

  • Staffing tables. Tabel yang membantu menggambarkan ketersediaan tenaga kerja berdasarkan kategori atau posisi.
  • Markov analysis. Analisis pola perpindahan karyawan antarposisi atau status kerja untuk membantu memperkirakan ketersediaan tenaga kerja internal.
  • Skill inventories. Inventarisasi keterampilan dan kompetensi karyawan yang dimiliki organisasi.
  • Replacement charts. Bagan yang membantu mengidentifikasi kandidat pengganti untuk posisi tertentu.
  • Succession planning. Perencanaan untuk menyiapkan calon penerus pada posisi penting dalam organisasi.

6.3 Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran

Setelah kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja diperkirakan, organisasi perlu membandingkan keduanya. Hasil perbandingan menunjukkan apakah organisasi berpotensi mengalami kekurangan atau kelebihan tenaga kerja.

Kondisi Alternatif tindakan Pertimbangan
Kekurangan tenaga kerja Lembur, rekrutmen paruh waktu, outsourcing, rekrutmen tambahan, dan upaya mengurangi turnover Pilih tindakan yang sesuai dengan kebutuhan, durasi kekurangan, biaya, dan ketentuan yang berlaku.
Kelebihan tenaga kerja Mengurangi jam kerja, menahan rekrutmen baru, pensiun dini, atau PHK Evaluasi kebutuhan operasional dan dampak terhadap karyawan serta organisasi.

Alternatif tersebut tidak harus diterapkan secara bersamaan. Organisasi perlu menentukan tindakan berdasarkan penyebab dan lamanya ketidakseimbangan. Kekurangan tenaga kerja yang hanya terjadi pada puncak musim panen, misalnya, memiliki karakteristik berbeda dari kekurangan tenaga ahli yang dibutuhkan secara permanen.

6.4 Contoh Penerapan: Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Materi perkuliahan memberikan ilustrasi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melakukan perencanaan SDM untuk lima tahun ke depan. Berdasarkan data dan tren, perusahaan memproyeksikan kebutuhan sebanyak 7.000 pekerja baru.

3.500
Posisi baru karena ekspansi
1.500
Penggantian akibat pensiun atau turnover
2.000
Tambahan akibat peningkatan produksi dan kebijakan pemerintah

Dalam ilustrasi tersebut, perusahaan menggunakan model peramalan SDM untuk membantu mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja. Replacement charts digunakan untuk menyiapkan penerus pada posisi manajerial, sedangkan sistem informasi karyawan membantu mengidentifikasi kandidat untuk promosi dan rotasi.

Tujuannya adalah memastikan transisi jabatan berlangsung dengan baik dan operasional tetap stabil selama ekspansi. Contoh ini menunjukkan bahwa perencanaan SDM tidak hanya menghitung jumlah pekerja, tetapi juga mempertimbangkan posisi yang perlu diisi, sumber kandidat, dan kesiapan organisasi menghadapi perubahan.

Catatan pembelajaran: angka 7.000 pekerja merupakan ilustrasi dalam bahan ajar, bukan data aktual yang telah diverifikasi mengenai kebutuhan tenaga kerja perusahaan tertentu.

Konsep dan Proses Rekrutmen

7.1 Pengertian Rekrutmen

Rekrutmen adalah proses mencari dan menarik individu yang memiliki kualifikasi untuk mengisi posisi yang tersedia. Rekrutmen dilakukan setelah organisasi mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja melalui perencanaan SDM. Proses ini membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga sehingga perlu dilaksanakan secara terarah.

Rekrutmen berfungsi mempertemukan kebutuhan organisasi dengan kandidat yang berpotensi memenuhi kebutuhan tersebut. Keberhasilan rekrutmen tidak hanya diukur dari banyaknya pelamar, tetapi juga dari kesesuaian kandidat yang berhasil dijangkau dengan kualifikasi pekerjaan.

Sebagai contoh, jika perusahaan agribisnis membutuhkan analis mutu produk, iklan lowongan dan saluran pencarian kandidat perlu menjangkau orang yang memiliki kompetensi relevan. Jumlah pelamar yang besar belum tentu membantu apabila sebagian besar tidak memenuhi persyaratan pekerjaan.

7.2 Alternatif Sebelum Melakukan Rekrutmen

Sebelum membuka proses rekrutmen, organisasi perlu mempertimbangkan apakah kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi melalui alternatif lain. Materi perkuliahan mengacu pada Schuler dan Jackson (2006) untuk membahas beberapa alternatif tersebut.

Alternatif Penjelasan Contoh penggunaan
Alih daya (outsourcing) Menggunakan jasa penyedia eksternal untuk pekerjaan atau layanan tertentu. Menggunakan penyedia jasa eksternal untuk layanan pendukung sesuai kebutuhan organisasi.
Karyawan tidak tetap (contingent workers) Menggunakan tenaga kerja paruh waktu, kontrak, atau sementara sesuai kebutuhan. Menambah tenaga kerja untuk kegiatan musiman atau peningkatan beban kerja sementara.
Kerja lembur (overtime) Mengatur tambahan waktu kerja untuk menangani peningkatan beban dalam jangka pendek. Menangani peningkatan pesanan yang bersifat sementara dengan tetap memperhatikan ketentuan kerja.

Pemilihan alternatif perlu mempertimbangkan sifat pekerjaan, durasi kebutuhan, biaya, kompetensi yang tersedia, dan ketentuan yang berlaku. Untuk kebutuhan tenaga kerja jangka panjang yang membutuhkan kompetensi khusus, perekrutan karyawan baru mungkin lebih tepat. Sebaliknya, kebutuhan sementara dapat ditangani melalui alternatif yang lebih fleksibel apabila sesuai dengan karakteristik pekerjaan.

7.3 Tahapan Proses Rekrutmen

Berdasarkan alur yang dibahas dalam materi perkuliahan dengan merujuk pada Mondy (2008), proses rekrutmen dimulai dari perencanaan SDM, dilanjutkan dengan penentuan alternatif, pemilihan sumber kandidat, dan penerapan metode rekrutmen.

  1. Perencanaan SDM. Organisasi menentukan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan.
  2. Menentukan alternatif rekrutmen. Organisasi mempertimbangkan apakah kebutuhan dapat dipenuhi melalui pengaturan tenaga kerja yang sudah ada atau alternatif lain.
  3. Menentukan sumber rekrutmen. Organisasi memilih apakah kandidat akan dicari dari dalam organisasi atau dari luar organisasi.
  4. Memilih metode rekrutmen. Metode dipilih sesuai sumber kandidat dan karakteristik posisi yang akan diisi.
  5. Melaksanakan rekrutmen. Organisasi menyampaikan informasi lowongan dan menarik kandidat yang memenuhi persyaratan.
  6. Menghasilkan kandidat untuk seleksi. Pelamar yang masuk kemudian diproses lebih lanjut melalui tahapan seleksi.
Perencanaan SDM
↓
Menentukan Alternatif Rekrutmen
↓
Menentukan Sumber Rekrutmen
↓
Memilih Metode Rekrutmen
↓
Melaksanakan Rekrutmen
↓
Menghasilkan Kandidat untuk Seleksi

Cara mengutip artikel ini: Agung Budi Santoso (2026). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Catatan Budi. https://agungbudisantoso.com/manajemen-sumber-daya-manusia-1/

Foto Agung Budi Santoso

Ditulis oleh

Agung Budi Santoso

Dosen Manajemen Agribisnis · Universitas Sumatera Utara

Dosen yang senang mengubah teori manajemen dan agribisnis menjadi materi yang praktis, relevan, dan mudah dipahami mahasiswa.