Custom Search

Latihan Dasar Menulis Karya Ilmiah

Pernahkah anda memiliki niat untuk menulis namun yang anda lakukan hanya duduk berjam-jam didepan kertas atau laptop sedangkan hanya beberapa kalimat yang baru anda tuliskan? Atau anda hanya mencari literatur dan meng-copy tulisan – tulisan tersebut tanpa mempertimbangkan hubungan antara bahan satu dengan bahan yang lainnya? Jika anda benar pernah melakukan tersebut artinya anda memerlukan latihan menulis karya ilmiah.

Tulisan merupakan suatu artefak bahwa anda pernah hadir di muka bumi ini. Jika anda tidak meninggalkan sebuah tulisan, kemungkinan anda tidak pernah ada atau dianggap tidak ada. Bayangkan saja, tulisan teks proklamasi akan terus dikenang sepanjang masa . Umur tulisan tersebut akan lebih tua ketimbang para aktor pembuat, pemrakarsa, dan pembaca pada teks proklamasi. Sebuah tulisan akan menceritakan sejarah perkembangan sebuah peradaban dan menjadi alat komunikasi yang efektif antar generasi.

Menulis sangatlah mudah, semua orang bisa menulis. Sama seperti membaca, semua orang bisa membaca. Namun hanya sedikit orang yang mau membaca dan sedikit orang yang mau menulis. Menulis tidak hanya sebuah pengetahuan, melainkan sebuah keterampilan. Karena sedikit sekali orang yang bisa sekali duduk dalam waktu setengah jam bisa menulis 2000 kata. Sedikit sekali orang yang bisa berkoneksi langsung pikiran dan tangan dalam menulis satu topik. Maka dari itu, kemampuan menulis perlu dilatih. Berikut tips untuk menerapkan latihan menulis:

Pergunakan waktu khusus latihan menulis Karya Ilmiah

“Sisakan waktu dipagi hari satu jam untuk duduk di meja belajar tanpa gadget di samping anda, meskipun tidak ada yang harus anda kerjakan (misal ada PR atau mau ujian)”. Duduk di meja belajar setiap pagi, awalnya memang bingung apa yang akan dikerjakan. Namun, lama kelamaan berawal merapihkan meja, kemudian membaca, dan terkadang tiba – tiba ingat ada PR yang belum dikerjakan. Alhasil, anda akan terbiasa melakukannya dan  tidak pernah tidak melakukan apapun di meja belajar tersebut.

Cara ini merupakan cara yang umum digunakan para peneliti senior yang saya jumpai karena keterbatasan waktu dikantor untuk menulis. Menulis membutuhkan suasana yang tenang tanpa ada gangguan baik dari gadget, ataupun rekan kerja yang hanya bertanya tentang pekerjaan atau hanya sebatas membahas pertandingan bola semalam. Mereka memiliki karya tulis yang berkualitas karena berhasil menyisihkan waktu yang berkualitas untuk menuangkan ide mereka di dalam sebuah tulisan.

Tehnik menguras otak dan pikiran

“membuat tulisan kemudian pergi melihat sebuah kemenangan samsung bersin dan mengeluarkan suatu batas sehingga masalah akan teratasi. Terdengar suara adzan yang merobek sebuah keheningan untuk sadar bahwa sebentar lagi kita menghadap sang pencipta. Bukan sebuah keanehan apabila saya nantinya turun dari kapal ini dan lari melaporkan semua tanaman yang berbisik seolah mereka menemukan kelemahan. Jangan pernah berharap mimpi datang jika engkau memanggil malaikat kematian. Sedangkan mereka tidak mengerti pertanyaan atas jawaban yang engkau berikan. Semoga saja…”

Paragraf diatas merupakan sebuah tehnik menguras pikiran kita agar ide membuat kalimat tidak terputus. Pada intinya adalah gerakkan tanganmu untuk menulis tanpa terputus. Tulis apapun yang ada dipikiranmu saat itu.

Perhatikan paragraf sebelumnya kembali, pada kalimat pertama sangat terlihat kata-kata yang terkumpul masih bersifat sangat acak. Namun pada kalimat berikutnya sudah mulai teratur untuk menjadi sebuah kalimat meskipun memiliki artian yang juga masih sangat perlu dipikirkan. Lakukan latihan seperti ini berulang ulang, maka jari anda akan terus menulis karna sudah terhubung dengan otak untuk membuat kata perkata. Ingat, menulis adalah keterampilan dan perlu latihan!

Catat ide yang masuk

Jangan terlalu membebani pikiran dengan memikirkan ide yang selalu terlintas. Terkadang ide hanya bertahan sebentar saja kemudian dilupakan. Catat semua ide tersebut dalam sebuah memo dan biarkan pikiran memikirkan ide yang lain ketimbang harus bertugas menjaga ide yang sudah dihasilkan sebelumnya. Jangan pernah menghambat aliran ide. Otak kita terlalu mahal hanya untuk bertugas mengingat saja. Otak kita terlalu kreatif untuk memikirkan itu itu saja.

Buat kerangka tulisan

Tidak ada tulisan yang tidak memiliki kerangka. Puisi, novel, cerpen, jurnal, makalah dan lain sebagainya memiliki kerangka yang kemudian ditutup dalam sebuah untaian kalimat kalimat penjelas. Bahkan dalam satu paragraf pun adakalimat utama dan penjelas. Buatlah kerangka berpikir dan selesaikan satu persatu. Misalnya pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang dan tujuan penelitian, metode penenlitan menjelaskan tentang bagaimana proses penelitian dilakukan, pembahasan menjelaskan tentang bagaiamana hasil dari penelitian dan terakhir kesimpulan.

Jangan pernah merasa terbebani dengan alat penelitian karena telah tersedia banyak sekali alat penelitian yang kalian gunakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang kalian temukan. Namun, kali ini saya tidak sedang menjelaskan sistematika penulisan dan sebagainya.

latihan menulis

latihan menulis

Edit dan baca kembali

Hal terakhir yang perlu anda lakukan adalah membaca kembali tulisan dan mengedit seperlunya. Mungkin saja ditemukan ada lompatan ide yang terlalu jauh sehingga aliran cerita menjadi tidak masuk akal, atau hanya sekedar memeriksa kesalahan ejaan dalam kalimat.

Membaca dan menulis kembali

Pembeda antara tulisan karya ilmiah atau tulisan lainnya adalah tentang format, baik format dalam kalimat, paragraf, atau aliran ide dalam tulisan tersebut. Untuk menambah kemampuan kemampuan kosakata, perbanyaklah membaca jenis tulisan yang seharusnya menjadi bidang anda. Jika anda memerlukan menulis jurnal, maka sering-seringlah membaca jurnal agar anda mengerti sistematika jurnal. Jika anda suka cerpen atau novel, maka perbanyaklah membaca novel dengan gaya tulisan dan alur ceritanya. Hindari membaca komik yang hanya memiliki jenis kalimat pendek dan biasanya hanya merupakan percakapan singkat dan tidak sesuai dengan EYD. Jika anda sering membaca novel, atau jenis bacaan yang memiliki kalimat dan paragraf dengan panjang, anda akann memiliki kosakata dan gaya kalimat yang beragam yang bisa anda terapkan saat menulis.

Tidak lupa kembali pada point sebelumnya, yakni berusaha menulis tentang apa yang menjadi pemikiran anda saat anda telah selesai membaca. Anda berlatih menulis ulang dengan gaya bahasa yang berbeda.

Lakukan tips diatas dan mulailah menemukan gaya tulisan anda. Jangan berpikir tentang jurnal atau karya ilmiah terlebih dahulu sebelum anda memang benar benar suka menulis. Karena menulis tidak hanya untuk membuat makalah. Kalian bisa melakukannya dengan gaya blogger (seperti yang sedang saya lakukan sekarang), gaya novel, cerpen, puisi, dan lain – lain. Jangan sampai kata ilmiah menghambat anda menemukan gaya tulisan kalian. Jika kalian sudah memiliki hobi menulis, akan lebih gampang memadukannya dengan kata ilmiah yang berisi aturan aturan yang harus dipenuhi dalam tulisan ketimbang kalian berpikir sejam lebih sedangkan tak satupun kalimat yang telah kalian hasilkan.

Semua akan bisa jika anda telah terbiasa. Seorang tukang kayu bisa menjadi tukang kayu karena kesehariannya melatih dirinya menjadi tukang kayu. Semua proses butuh ketekunan dan waktu yang relatif panjang untuk mendapat hasil yang maksimal. Begitupun dalam menulis, ketajaman tulisan dan alur cerita yang menarik akan terasah dengan sendirinya jika latihan terus dilakukan. Jadi, jangan berhenti sampai disini. Silahkan anda mengambil pena dan mulailah menulis.

Selamat menulis.

Contoh Penyelesaian Masalah Linear Programming

Masalah linear programming dapat dengan mudah diperoleh dengan cara membuat persamaan dan pertidaksamaan batasan – batasan dari problem yang dihadapi. Kemampuan membuat persamaan dari sebuah kasus yang dijumpai menjadi kunci keberhasilan penyelesaian dengan linear programming.

Artikel ini memuat enam contoh penyelesaian dengan linear programming. Pembahasan akan dituntaskan hingga hasil akhir yang diperoleh. Jika anda belum memahami benar tentang dasar linear programming, sebaiknya membaca artikel saya yang berjudul : Tutorial dan Penjelasan Linear programming. pada artikel tersebut telah saya jelaskan tentang teknik dasar dan penjelasan tentang linear programming, namun sedikit contoh penyelesaian masalahnya. Artikel ini berfungsi melengkapi artikel sebelumnya.

Masalah Linear programming 1: Produksi dengan biaya tetap

Pada sebuah perusahaan terdapat sebuah permintaan barang sebagai berikut:

masalah linear programming

Permintaan barang pada sebuah perusahaan

Asumsi yang digunakan pada contoh ini adalah:

  1. Biaya tenaga kerja Rp 1000/jam
  2. Biaya peyimpanan Rp 500/bulan/unit
  3. Tidak ada ketentuan minimum stock
  4. Tidak ada stock awal
  5. Satu unit dikerjakan 0.5 jam kerja
  6. Biaya tetap Rp 1.000.000/bulan, jika berproduksi berapapun quantity nya.

Tentukan produksi bulanan yang optimal menurut Linear programming!

Kita menghitung dahulu kapasitas produksi setiap bulan. Bulan satu terdapat 200 jam kerja, sehingga kapasitas produksi 400 unit ( satu unit dikerjakan 0.5 jam kerja). Sehingga kapasitas produksi bulan dua = 400; bulan tiga = 300; bulan empat = 300; dan bulan lima = 300.

Penyelesaian

Min: 1600Q1 + 1700Q2 + 2000Q3 + 1900Q4 +1200Q5 + 500S1 + 500S2 + 500S3 + 500 S4 + 500 S5 + 1000000R1 +  1000000R2 + 1000000R3 + 1000000R4 + 1000000R5;

Ket : Qn = produksi bulan ke-n; Sn = stock bulan ke-n, Rn = biaya tetap bulan ke-n

Biaya hpp dan tenaga kerja setiap jam dijumlahkan dan menjadi biaya variabel di setiap quantity produksi setiap bulannya. Hal ini dikarenakan satu unit dikerjakan 0.5 jam, sehingga konversi jam ke unit = 2. Jika 1 unit dikerjakan 1 jam, maka konversi unit ke jam = 1

Subject to
Q1 – S1 = 100;
S1 + Q2 – S2 = 300;
S2 + Q3 – S3 = 150;
S3 + Q4 – S4 = 400;
S4 + Q5 – S5 = 200;
Q1 – 400R1 < 0;
Q2 – 400R2 < 0;
Q3 - 300R3 < 0;
Q4 – 300R4< 0;
Q5 – 300R5< 0;

Pada tutorial kali ini saya mencoba menggunakan aplikasi Lips. Sebuah aplikasi freeware atau gratis yang bertujuan menemukan solusi permasalahan dengan menggunakan linear programming tanpa ada batasan jumlah variabel. Hal yang lebih menyenangkan adalah aplikasi ini gratis.

Silahkan download aplikasinya disini, download sesuai petunjuk di website tersebut. Kemudian extract hasil downloadnya, dan klik file yang bernama lips.exe (aplikasi).

masalah linear programming

tampilan aplikasi Lips

Klik file – new – text model. Lalu masukkan solusi model LP dan constrainnya. Perhatikan gambar berikut

masalah linear programming

input kode text di dalam Lips

Berbeda dengan lindo, pada lips harus menggunakan tanda * antara konstanta dan variabel. Jadi model linear programmingnya adalah sebagai berikut:

MIN: 1600*Q1 + 1700*Q2 + 2000*Q3 + 1900*Q4 +1200*Q5 + 500*S1 + 500*S2 + 500*S3 + 500*S4 + 500*S5 + 1000000*R1 +  1000000*R2 + 1000000*R3 + 1000000*R4 + 1000000*R5;

Gunakan tanda ; sebagai batas dari model linear programming.

Kemudian langsung kosongkan row 2 sebagai pemisah antara model Linear programming dengan constrainnya. Tulis constrain, masing masing baris akhiri dengan tanda ;

Kemudian gunakan kode “int” sebagai tanda bahwa variabel tersebut merupakan variabel integer, bukan pecahan desimal.

Karena nilai R1 sampai R4 antara 0 sampai 1, maka saya tambahkan contstrain R1<1, R2<1, R3<1, R4<1, selain menggunakan kode “int” seperti gambar diatas.

Kemudian klik Lips – solve model dan hasilnya adalah sebagai berikut:

masalah linear programming

hasil output Lips untuk masalah 1

Masing –masing variabel telah memiliki nilai, dan ternyata Linear Programming memberikan solusi untuk tidak berproduksi di bulan ke-3. Agar tidak bingung, kita pindahkan nilai tersebut ke dalam tabel perencanaan produksi sebagai berikut:

masalah linear programming

solusi permasalahan Linear Programming

 

Masalah Linear Programming 2 : Rencana Pembelian

Pada suatu perusahaan terdapat sejumlah rencana pembelian sebagai berikut:

penyelesaian linear programming

Rencana Pembelian

Biaya gudang Rp. 2/bulan/unit. Pada empat bulan tersebut, supplier memberikan potongan harga yakni pembelian diatas 200 unit akan dikurangi Rp. 2 setiap unitnya. Jadi misalnya pada bulan satu membeli 300 unit, maka 200 unit dikenakan biaya Rp 12, sedangkan 100 unit dikenakan biaya Rp 10 perunit. Tentukan berapakah sebaiknya perusahaan membeli bahan baku tersebut berkaitan dengan adanya diskon yang diberikan oleh perusahaan?

Penyelesaian:

Kita asumsikan q merupakan variabel kuantiti pembelian dibawah atau sama dengan 200, r merupakan variabel kuantiti diatas 200, s merupakan variabel stok akhir bulan, dan b merupakan konstanta binary yang berisi 1 atau 0, b bernilai 1 jika kuantiti yang dibeli diatas 200 unit.

Maka:

Pembelian = s. awal + q + r – s. akhir

Pendekatan yang kita gunakan untuk membuat model linear programming adalah pendekatan minimisasi biaya.

Min: 12*q1 + 14*q2 + 16*q3 + 18*q4 + 10*r1 + 12*r2 + 14*r3 + 16*r4 + 2*s1 + 2*s2+ 2*s3 + 2*s4;

Komponen biaya perunit seolah menjadi 2 yakni biaya sebelum mencapai 200 unit dan biaya barang yang diatas 200 unit. Berdasarkan rumus pembelian = s. awal + q + r – s. akhir, maka kit abis amembuat beberapa constrain:

q1 + r1 – s1 = 150;
s1 + q2 + r2 – s2 = 200;
s2 + q3 + r3 – s3 = 250;
s3 + q4 + r4 – s4 = 150;

kemudian, karena nilai q dibatasi hanya sampai 200, maka kita gunakan konstanta biner (b) untuk membatasinya:

q1 – 200*b1 > 0;
q2 – 200*b2 > 0;
q3 – 200*b3 > 0;
q4 – 200*b4 > 0;

karena nilai b juga mempengaruhi nilai r, artinya jika b = 1, berarti r >0, tapi jika b = 0, maka nilai r juga =0.

Maka kita perlu memberikan batasan atau hubungan antara b dan r. kita asumsikan batasannya 750 unit untuk kuantiti yang diperbolehkan untuk pembelian diatas 200. Angka ini adalah angka asumsi yang diperoleh dari total rencana pembelian. Sehingga ada tambahan constrain:

r1 – 750*b1 < 0;
r2 – 750*b2 < 0;
r3 – 750*b3 < 0;
r4 – 750*b4 < 0;

karena nilai b adalah binary, maka kita tambahkan:

b1<1;
b2<1;
b3<1;
b4<1;
int b1,b2,b3,b4;

kita masukkan model linear programming dan constrain yang kita peroleh kedalam aplikasi Lips (cara sama seperti diatas):

model tujuan linear programming

model tujuan dan constrain masalah 2

dan hasilnya adalah :

hasil solusi linear programming

hasil solusi linear programming

Hasil dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:

solusi linear programming

solusi dalam bentuk tabel

 

Masalah Linear programming 3 :Biaya Pengiriman

Pada contoh kali ini, kita beralih dari produksi dan mesin produksi. Anggaplah ada suatu distributor dengan mengusahakan suatu barang ke pengecer atau distributor cabangnya. Biasanya pembelian pada distributor pada pabrik dalam bentuk satuan besar, misalnya fuso, kontainer, dan lain-lain. Sehingga biaya mendatangkan barang tertuang dalam biaya logistik atau pengiriman tersebut. Fuso, kontainer, wingbox, dan lain- lain biasanya dibedakan dari ukuran kapasitas kendaraan.

Distributor AZY memiliki daftar permintaan barang dari konsumennya sebagai berikut:

linear programming

Permintaan barang di sebuah distributor

Sebagai stock awal, distributor tersebut memiliki 100 unit. biaya penyimpanan gudang sebesar Rp. 100/bulan/unit (kita asumsikan biaya simpannya mahal).

Biaya pengiriman dengan menggunakan fuso sebesar Rp. 2000 dengan kapasitas 800 unit setiap pengiriman. Sedangkan jika distributor mendatangkan container, biaya Rp 3000 dengan kapasitas 1500 unit.

Berapa kali distributor tersebut harus menyewa fuso dan container untuk memenuhi permintaan konsumennya ditengah kondisi harga sewa gudang yang mahal?

Penyelesaian

Pertama kita tentukan model tujuan linear programming terlebih dahulu, yakni dengan pendekatan minimisasi biaya:

Asumsikan bahwa q adalah kuantiti barang yang didatangkan dengan kendaraan fuso atau container, r adalah saldo akhir distributor tersebut, f adalah jumlah kedatangan fuso, c adalah jumlah kedatangan container

Maka kita peroleh model (dengan memasang biaya ditiap variabelnya)) adalah:

Min: 30*q1 + 20*q2 + 30*q3 + 40*q4 + 100*r1 + 100*r2 + 100*r3 + 100*r4 + 2000*f1 + 2000*f2 + 2000*f3 + 2000*f4 + 3000*c1 + 3000* c2 + 3000*c3 + 3000*c4;

Kemudian kita mulai menetapkan constraintnya dengan cara analisis in out sederhana, yakni saldo akhir = saldo awal + kedatangan barang – permintaan. Maka kita peroleh:

r0 = 100;
r0 + q1 – r1 = 2500;
r1 + q2 – r2 = 2500;
r2 + q3 – r3 = 2000;
r3 + q4 – r4 = 1800;

nilai q tiap bulannya sama dengan nilai kuantiti yang datang dari fuso atau kontainer. Maka:

q1 – 800*f1 – 1500*c1 =0;
q2 – 800*f2 – 1500*c2 =0;
q3 – 800*f3 – 1500*c3 =0;
q4 – 800*f4 – 1500*c4 =0;

karena nilai f dan c adalah nilai integer, maka kita tambahkan constrain
int f1,f2,f3,f4,c1,c2,c3,c4;

kemudian kita buka aplikasi lips dan masukkan model tujuan dan constrain diatas. Model dan constrain saya input seperti gambar dibawah ini:

masalah linear programming

model tujuan dan constrain

Klik Lips – solve model. Hasilnya adalah sebagai berikut:

maslaah linear programming

solusi hasil linear programming

Pada gambar diatas terlihat bahwa optimal minimum value dari model tujuan linear programming adalah Rp. 347.000 dengan mendatangkan 3 fuso di bulan satu, 2 fuso masing masing dibulan dua sampai empat. Kemudian 1 kontainer di bulan dua.

Kita ubah hasilnya menjadi tabel adalah sebagai berikut:

linear programming

hasil dalam bentuk tabel

Terlihat bahwa linear programming menghindari jumlah stok di gudang, karena biaya gudang yang tinggi.

Masalah Linear Programming 4 : Optimalisasi Penggunaaan Bahan Baku

Misalkan produk A membutuhkan bahan 4x, 1y, dan 1z. sedangkan produk B membutuhkan 3x, dan 1y. perusahaan memiliki stok bahan baku 200x, 500y, dan 100z. jika terjadi kekurangan bahan, perusahaan harus membeli 1 batch bahan baku yang berisi 10y, 20x, dan 2z. biaya 1 batch sebesar Rp. 8.000. biaya pembuatan produk A sebesar 300 dan produk B sebesar 400. Perusahaan memiliki produksi minimum 1000 unit perbulan.

Tentukan jumlah produk A dan Produk B yang akan diproduksi dengan biaya yang paling minimal?

Penyelesaian:

Jika diasumsikan q adalah jumlah batch, A adalah quantity produk A, dan B adalah quantity produk B, maka kita akan memperoleh model tujuan berdasarkan minimisasi biaya sebagai berikut:

MIN: 8000*q + 300*A + 400*B;

Kemudian kita membuat batasan atau constrain, yakni:

Pertama dari sisi bahan baku x
4*A + 3*B - 20*q < 200;
Kedua dari sisi bahan baku y
A + B – 10*q < 500;
Ketiga dari bahan z
B – 2*q < 100;
Kelima dari jumlah minimal order
A + B > 1000;
Keenam, integer dari variabel q, A, dan B,
Int q, A, B;

Kemudian kita masukkan kedalam aplikasi Lips dan temukan haslnya. Berikut adalah gambar input sekaligus hasil di aplikasi Lips.

linear programming result

model tujuan, constrains dan solusi linear programming

Sangat mudah bukan? Mau dilanjut?

Masalah Linear Programming 5: Pemilihan Produk

Masih mengacu pada contoh latihan diatas, perusahaan membuat keputusan untuk membuat satu produk saja antara A dan B. manakah produk yang kan dipilih untuk meminimalisasi biaya?

Penyelesaian:

Model tujuan linear programming dan constrain masih sama dengan contoh latihan sebelumnya. Kita hanya menambahkan constrain tentang pilihan perusahaan membuat produk A atau B.

Kita tambahkan:

A – 1000*b1 <0;
B + 1000*b1 <1000;
B1<1;
Int q, A, B, b1;

Pada constrain tersebut memberikan penjelasan bahwa b1 merupakan keputusan perusahaan. Jika b1 bernilai 0, maka nilai A akan bernilai 0 dan B akan bernilai 1000. Artinya perusahaan memilih produk B. sebaliknya jika b1 bernilai 1 maka nilai A = 1000 dan nilai b = 0, artinya perusahaan akan memilih produk A.

Kita input ke aplikasi Lips dan hasilnya adalah sebagai berikut:

penyelesaian masalah linear programming

hasil output Lips

Terlihat bahwa perusahaan memilih memproduksi produk A. hal ini wajar karena biaya produksi A lebih kecil daripada biaya produksi B

Masalah Linear Programming 6 : Transportasi

Contoh yang ini saya rasa sudah banyak tersedia di bangku kuliahan. Mengenai jumlah pabrik dan kota – kota tujuan.

Suatu perusahaan semen memiliki dua lokasi pabrik dan melayani 3 daerah tujuan. Pabrik 1 dan 2 masing – masing menghasilkan 250 ton dan 300 ton perminggu. Sementara kebutuhan di daerah A, B dan C masing – masing 100 ton, 250 ton, dan 200 ton perminggu. Bagaimana alokasi distribusi dari pabrik ke tujuan dengan transportasi minimum jika diketahui biaya transportasi masing – masing tujuan adalah sebagai berikut:

masalah linear programming

tabel jumlah pabrik dan kota tujuan

Penyelesaian:

Kita tentukan model tujuan Linear Programming :

Min: 14*A1 + 12*B1 + 10*C1 + 12*A2 + 8*B2 + 13*C2;

Constrain atau batasan kita lihat dari jumlah produksi kuantitas semen

A1 + B1 + C1 < 250;
A2 + B2 + C2 < 300;
A1 + A2 = 100;
B1 + B2 = 250;
C1 + C2 = 200;

Kemudian kita buka aplikasi Lips dan memasukkan pertidaksamaan matematika tersebut. Cara sama dengan diatas. dan kita peroleh sebagai berikut:

hasil linear programming

output aplikasi Lips

Solusi optimal biaya transportasi adalah Rp.5.300. pabrik 1 melayani kota sebagian A, C dan sebagian kota B. sedangkan pabrik 2 melayani sebagian A dan sebagian B.

Pada hasil ini muncul istilah reduced cost, slack, RHS, dan dual price. Saya sudah menjelaskan arti dari istilah tersebut di artikel: Membaca hasil Output Lindo Pada Linear Programming.

Bagaimana? Mudah bukan menggunakan linear programming untuk penyelesaian masalah? Anda bisa juga membandingkan penggunaan Lindo, Lips atau software lainnya. Pada tutorial ini cukup dahulu saya memberikan 6 contoh kasus masalah yang bisa diselesaikan dengan Linear Programming. Untuk penjelasan detil tentang contoh kasus menggunakan Lindo, anda bisa membaca artikel : Solusi Rencana Produksi Terhadap Harga Pokok Produksi dengan Linear Programming

Hasil latihan keenam contoh masalah tersebut dapat anda download disini, dalam format Lips. Anda membukanya dengan aplikasi Lips.

Selamat Belajar!

Terima kasih telah berkunjung.

Analisis Pendapatan Terhadap Karakteristik Usahatani Integrasi Tanaman – Ternak

Integrasi tanaman – ternak merupakan suatu konsep zero – waste. Artinya bahwa waste yang berasal dari tanaman bisa dimanfaatkan oleh ternak, dan begitu pun sebaliknya. Terdapat hubungan saling membutuhkan (simbiosis mutualisme) antara ternak dan tanaman sehingga menghasilkan output yang lebih baik dan berkualitas. baik karena rendah biaya dan berkualitas karena hasilnya bersifat organik.

Potongan ranting pada tanaman kakao, atau kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jarak antara tanaman kelapa yang kadang mencapai 10 meter, bisa dimanfaatkan untuk menanam pakan ternak yang biasanya memiliki morfologi yang pendek dan bisa juga bermanfaat mengurangi erosi kesuburan tanah.

Kotoran sapi atau ternak lainnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang yang berguna menyuburkan tanaman. Kotoran cair bisa juga digunakan sebagai pupuk cair atau sebagai bahan baku biogass. Siklus yang tiada henti ini sangat menguntungkan terutama petani yang memiliki lahan tersebut.

Banyak sekali penelitian yang membuktikan adanya peningkatan pendapatan secara signifikan bagi petani yang menerapkan integrasi tanaman – ternak. Misalnya saja kelapa sawit – sapi, dengan menanam tanaman penutup tanah dengan tanaman pakan ternak, atau perkebunan rakyat seperti kelapa dalam, kakao, dan lain sebagainya.

Namun, hasil kajian yang saya lakukan sedikit memberikan hasil yang berbeda. Saya melakukan penelitian ini sebagai langkah awal upaya penerapan bioindustri dengan penerapan integrasi tanaman – ternak oleh tim pengkajian. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian ini merupakan penelitian awal kondisi sebelum diseminasi teknologi integrasi tanaman – ternak didesiminasikan. Secara awam, bioindustri dapat diartikan sebagai pengolahan secara massal produk – produk pertanian baik dalam subsektor perkebunan, tanaman pangan, ternak, hortikultura. Pada saat itu, masyarakat telah diberi bantuan oleh pemerintah berupa ternak sapi.

Hal yang membuat beda pada hasil penelitian ini adalah metode perhitungan dan karakteristik budidaya tenak masih dilakukan secara tradisional. Ternak dibiarkan hidup bebas di area kebun tanpa ada pengkandangan. Sehingga urin dan feses ternak tidak dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kandang. Meskipun secara alamiah, feses dan urin ternak tersebut langsung kembali pada tanaman di dalam kebun tersebut. Pada sisi lain, proses budidaya yang tradisional itu bisa merusak tanaman yang dibudidayakan di dalam kebun.

Petani memanfaatkan ternak masih sebagai objek tabungan keluarga. Artinya ternak akan dijual jika membutuhkan dana yang besar. Petani belum memiliki pemikiran untuk pengembangan ternak menjadi sebuah usaha atau pendapatan utama dari keluarga. Sehingga konsentrasi budidaya dalam integrasi tanaman – ternak belum sepenuhnya dilakukan untuk peningkatan pendapatan.

Tujuan publikasi dari penulisan dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan teknologi integrasi tanaman – ternak. Integrasi tanaman – ternak merupakan suatu sistem yang tidak bisa dibantah bahwa sistem tersebut meningkatkan keuntungan. Hanya saja, keuntungan yang diperoleh dapat berupa keuntungan yang tidak dapat dihitung jika tidak menerapkan teknologi dalam pengembangan integrasi tanaman – ternak. Sebagai contoh: penanaman pakan ternak dengan jenis rumput tertentu, pengkandangan komunal yang memungkinkan untuk menimbang dan memonitoring kesehatan ternak, menampung dan mengelola feses dan urin ternak, pembuatan penampungan biogass untuk dapat memanfaatkan gas metan yang dihasilkan oleh feses dan ternak.

Link publikasi dari karya tulis ini ada di:

Analisis Pendapatan Terhadap karakteristik Usahatani Tanaman Perkebunan-Sapi

Cuplikan abstrack Integrasi Tanaman – Ternak:

Integrasi tanaman – ternak merupakan suatu konsep sistem zero waste dan baik untuk kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik usahatani terhadap pendapatan petani Mesa Mesa, Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah. Karakteristik jenis usahatani terdiri dari dua kelompok, yakni petani yang telah mengintegrasikan kelapa, kakao, dan sapi, serta petani yang hanya mengandalkan pendapatannya dari sektor perkebunan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan metode interview dan pengisian kuesioner. Data kemudian diolah dengan menggunakan statistik uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani yang melakukan integrasi ternak sapi, kelapa, dan kakao tidak berbeda secara nyata dengan pendapatan petani yang tidak melakukan integrasi kelapa dan kakao. Hal ini disebabkan karena pemeliharaan ternak masih secara tradisional, dan belum ada pengembangan produk usaha peternakan. Peningkatan produktivitas dalam sistem integrasi tanaman – ternak dapat dilakukan dengan carapembuatan kandang komunal, budi daya tanaman pakan ternak, dan diseminasi teknologi.

integrasi tanaman - ternak

Biogass danpenampungan kotoran sebagai bahan dasar pupuk

 

Page 1/22123...510...Last