Salah satu kendala dalam beternak adalah keberadaan kotoran hewan peliharaan yang menimbulkan bau tidak sedap. Tidak heran apabila umumnya kendang ternak berjarak lumayan jauh dari permukiman ataupun rumah.

Padahal, ada beberapa teknologi yang memerlukan jarak yang dekat dengan perumahan dengan memanfaatkan kotoran ternak tersebut. Salah satu contohnya adalah pembuatan biogas dari kotoran ternak. Biogas hanya bisa digunakan apabila ternak dikumpulkan dalam kendang dan tidak berada jauh dari perumahan. Jarak jauh akan mempersulit penggunaan biogas itu sendiri. Karena semakin jauh jarak perumahan yang memanfaatkan biogas dengan kandang maka tekanan yang harus dihasilkan oleh biogas akan lebih besar. Selain itu, jarak jauh juga akan mempersulit pembuatan instalasi biogas ke dapur setiap rumah.

Saat ini bau kotoran ternak sudah bukan alasan lagi untuk meletakkan kandang dekat di perumahan. Berdasarkan pengalaman dan pantauan langsung penulis, ternyata pakan ternak yang difermentasi akan menghilangkan bau kotoran. Pengalaman ini langsung diamati di salah satu kelompok tani di kecamatan Sidodadi kab deli Serdang, Sumatera Utara.

Kandang tersebut persis terletak dibelakang rumah, hanya berjarak beberapa meter yang menyatu dengan alat penggiling pakan yang berasal dari kebun jagung dan padi (jerami). Juga ada beberapa tong tempat pakan tersebut difermetasikan. Biasanya jika berkunjung dikandang kambing, dari jarak puluhan meter sudah tercium aroma kotoran yang tidak sedap, apalagi jika kandang yang jarang dibersihkan. Namun, pada kunjungan kali ini tidak tercium bau tersebut bahkan saat berada di depan kandang saat memberi pakan.

Adapun bahan pembuatan pakan yang di fermentasikan adalah 1 ton batang jagung, 1 Kg gula pasir, 1 liter MA-11 airnya 30 – 50 liter, dedak 30 kg. bahan tersebut  dicampur dan difermentasikan 1 x 24 jam.

Sebagai informasi MA-11 adalah sejenis bakteri decomposer yakni  microbacter alfaafa-11 (ma-11). Mikroorganisme ini dikatakan decomposer yang andal karena mampu menghancurkan dinding lignin yang melindungi kandungan gizi pada tanaman. Hasilnya, semua limbah pertanian yang difermentasi dengan bakteri ini memiliki kandungan gizi yang melesat jauh dibandingkan sebelumnya.

Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *