Sistem Bawon dan Penerimaan Usahatani

Diposting pada

Penerimaan usahatani biasanya identik dengan hasil dikalikan harga. Salah satu mekanisme panen adalah dengan sistem bawon. Sistem bawon mungkin saat ini semakin jarang terlihat. Petani lebih suka membayar biaya perhektar untuk mesin memanen padi karena keterbatasan tenaga kerja.

Bawon adalah salah satu sistem upah yang diambil oleh pekerja yang memanen dari total hasil yang diperoleh. Biasanya pekerja yang dimaksud juga merupakan penggarap sawah. Jumlah yang diambil sebagai bawon biasanya berupa kesepakatan, namun yang umum biasanya 9 : 1. 9 bagian untuk pemilik sawah, 1 bagian untuk pemanen.

Bawon bisa dikatakan merupakan salah satu budaya Indonesia yang bercirikan gotong royong dan padat karya. Gotong royong karena memiliki dampak sosial terhadap lingkungan masyarakat. Berbeda dengan saat ini petani semakin individual dalam mengolah sawahnya karena semua sudah terakomodir oleh mesin.

Sistem bawon juga sebenarnya dapat secara efektif menangkal praktek tengkulak dengan sistem bunga pinjam yang memberatkan. Namun, sekali lagi budaya yang baik ini lambat laut tergerus oleh kecanggihan teknologi baik dari sisi peralatan maupun perkembangan sosial itu sendiri.

Perhitungan bawon dalam usahatani

Pada dasarnya usahatani menghitung secara keseluruhan biaya dan penerimaan. Biaya tenaga kerja yang notabene dikerjakan oleh anggota keluarga sendiri pun harus dihitung sebagai biaya yang terpisah. Perhitungan HOk sudah secara rinci dijelaskan dalam artikel yang berjudul https://agungbudisantoso.com/2018/12/19/menghitung-hok/

Begitupun dengan sistem bawon. 10 persen dari panen dihitung sebagai biaya upah untuk memanen hasil usahatani.

Namun, hati hati dengan total penerimaan. Kebanyakan petani akan menjawab jumlah padi yang diterimanya (90 persen) jika ditanya “berapa hasil panen yang bapak peroleh?”

Petani biasanya menjawab hasil bersih yang diterimanya saat menjawab pertanyaan penerimaan.

Padahal, jika biaya bawon sudah dihitung sebagai biaya, namun hasil panen hanya dihitung hasil panen bersih, maka petani seperti akan membayar biaya panen sebanyak dua kali.

Yang benar adalah panen keseluruhan tercatat dan biaya panen juga tercatat, yang pada akhirnya terdapat sebagian kecil dari panen tersebut dibayarkan secara langsung dihari panen (hari H) untuk membayar biaya panen.

Jadi, hati hati saat petani yang sedang diinterview menggunakan sistem bawon untuk panen hasilnya. Pastikan dia menjawab hasil panen dengan tepat, yakni menyebutkan jumlah keseluruhan panen termasuk yang digunakan untuk membayar bagi hasil tersebut

Selamat belajar!

Gambar Gravatar
Data analyst sekaligus researcher. Pernah mendalami production scheduling dalam manufacture. Melalui blog ini menyalurkan hobi menjadi statistical consulting dan menghimpun statistical process control software.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *