Memilih responden untuk uji validitas dan reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas digunakan saat pembuatan instrumen penelitian seperti kuesioner. Kuesioner yang digunakan diuji terlebih dahulu apakah valid dan reliable. Berdasarkan beberapa sumber (Azwar, 1986), (Zulganef, 2006), (Sugiharto dan Sitinjak, 2006), validitas secara sederhana dapat diartikan menurut arti kata itu sendiri β€œvalid” yang artinya bahwa apakah kuesioner yang dihasilkan ini mampu memberikan data yang akurat atau tidak .

Masih berdasarkan arti katanya, β€œreliable” memberikan pengertian apakah kuesioner yang akan digunakan dapat diandalkan atau tidak. Seberapa kuat kuesioner tersebut dapat digunakan dalam mengoleksi data di lapangan.

Mengapa harus valid dan reliable?

Dalam teknis pengujiannya, uji validitas menggunakan korelasi. Mengapa demikian? Korelasi menandakan bahwa terdapat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Artinya jika semua variabel pengamatan memiliki korelasi yang baik menandakan bahwa kuesioner yang disusun memiliki komprehensif dan topik yang spesifik.

Hal ini membantu peneliti untuk mampu membahas persoalan atau topik yang diangkat secara detil, karena antar variabel saling mendukung. Berbeda halnya jika ternyata sebagian besar variabel tersbeut tidak memiliki korelasi, bisa diartikan bahwa topiknya terlalu melebar dan sulit bagi peneliti nantinya untuk menyusun narasi satu variabel dengan variabel lainnya.

Masih dengan alasan yang sama, reliabilitas juga menghitung seberapa andal kuesioner tersebut dihitung dengan cara melihat dari nilai varians dibandingkan varians total (rumus Alpha Cronbach). Makin kecil selisih varians masing masing variabel dengan variabel secara total, maka kuesioner tersebut akan menghasilkan nilai alpha yang tinggi yang artinya semakin reliabel atau andal untuk digunakan.

Praktek uji validitas dan reliabilitas

Saya memiliki contoh file sebagai latihan yang  bisa di download pada link dibawah ini:

bahan uji validitas dan reliabilitas

Data tersebut memiliki 28 pertanyaan dimana 23 pertanyaan dikelompokkan pada pertanyaan independen variabel, dan sisanya adalah pertanyaan untuk dependen variable dengan 51 jumlah responden.

Uji validitas

Pertama kita copykan data tersebut di SPSS :

data yang akan diolah

Kemudian klik analyze – correlate – bivariate

klik analyze – correlate – bivariate

Pada tampilan windows kita isikan Q1 sampai Q23 dan nilai X pada variables, beri centang pada pearson, two-tailed dan flag significant correlations.

Memberi isian Q1 sampai Q23 bermaksud untuk melihat validitas terhadap pertanyaan variabel variabel independen terhadap nilai X.

masukkan nilai Q1 – Q23 dan nilai X

Kemudian klik OK, dan perhatikan nilai significant (nilai pearson correlatin) variable X dengan masing masing hubungan variabel  (nilai berkisar antara 0 – 1). Semakin tinggi nilainya maka semakin bagus. Biasanya patokan nilai valid adalah diatas 0.3

hasil uji validitas

Jika dilihat dari nilai pearson correlation, kuesioner ini sudah OK karena semua nilai korelasinya diatas 0.3.

Permasalahannya adalah apabila peneliti ingin mengambil hanya 30 sample responden namun tetap valid dan reliable. Hal ini bisa disebabkan karena peneliti tersebut sudah membuat aturan pada proposalnya bahwa uji valid dan reliablenya menggunakan 30 responden. Otomatis dia harus memilah 51 responden tersebut menjadi 30 responden namun tetap valid.

Pengambilan 30 data yang akan di uji validitas tidak sepenuhnya mudah, perubahan jumlah sample akan mempengaruhi hasil uji validitas. Sebagai contoh, berikut data diambil dari responden 1 sampai 30 secara berurutan.

hasil uji validitas dengan n = 30

Terdapat satu variabel atau pertanyaan pada Q1 yang menjadi tidak valid (korelasinya dengan nilai X dibawah 0.3). Maka perlulah sedikit trik untuk mengetahui cara mengiliminasi responden tersebut.

Berasumsi mengunakan data sebelumnya, eliminasi akan dilakukan sehingga datanya berjumlah 30 (n=30). Karena jumlah awal n = 51, maka kita akan mengeliminasi sebanyak 21 responden.

Bagaimana caranya?

Karena data kelompok X (independen) juga merupakan data kelompok Y (dependen), maksudnya responden yang sama, maka dalam eliminasi ini akan mempengaruhi kedua kelompok secara langsung. ini lah yang menjadikan tantangan karena menemukan formulasi responden yang tepat untuk kelompok X belum tentu tepat untuk kelompok Y.

Pertama, kita perhatikan sifat dari korelasi yang dihasilkan. Mayoritas adalah berkorelasi positif. Artinya semakin tinggi nilainya maka korelasinya semakin kuat.

Kedua, beri rank pada nilai X dan nilai Y. jumlahkan nilai rank X dan Y kemudian short dari nilai yang terbesar ke nilai yang terkecil.

menyeleksi responden

Data yang akan kita eliminasi adalah data yang berada dalam rank menengah. Karena data ini berjumlah 51, maka nilai tengah berada di rank 25 atau 26. Perhatikan bahwa jika rank X adalah 25 maka belum tentu rank Y juga 25. Dalam hal inilah yang menjadi patokan mengeliminasi.

Prioritas utama adalah yang kedua duanya memiliki rank menengah. Kemudian setelah itu, pilih nilai rank yang mendekatinya. Misal salah satu X atau Y memiliki rank menengah.

arsir kuning akan di delete

Yang berarsir kuning adalah data yang akan didelete.

Hasil sortir eliminasi data ada pada file hasil sortir pada file yang sudah didownload diatas.

Kemudian kembali dilakukan uji validitas dan hasilnya adalah sebagai berikut untuk kelompok X.

validitas dan reliabilitas
hasil uji validitas setelah eliminasi

Dan untuk kelompok Y:

hasil uji validitas untuk kelompok Y

Uji Reliabilitas

Klik analyze – scale – reliability analysis, kemudian isikan pada windows yang muncul Q1 sampai Q23 (nilai X tidak dimasukkan) kemudian gunakan model = alpha. Klik OK

Oh iya, nilai yang dimasukkan tentu saja nilai atau data yang sudah dieliminasi hasil uji validitas diatas ya..

Akan muncul hasil output cronbach alpha, jika nilainya lebih besar dari 0.6, maka kuesioner tersebut dikatakan reliable.

Berikut hasil uji reliable pada latihan ini untuk kelompok pertanyaan independen variabel.

Dan berikut untuk kelompok dependen variable:

Terima kasih, selamat belajar!

228 Komentar untuk "Memilih responden untuk uji validitas dan reliabilitas"

  1. Ahmad berkata:

    Izin bertanya pak, apakah boleh saya melakukan penelitian di rumah sakit tipe B. Sedangkan, uji validnya di rumah sakit tipe C?
    Karena tempat penelitian tidak boleh untuk melakukan uji validitas di tempat yang sudah dijadikan untuk oenelitian pak.
    Terima kasih

    1. Agung berkata:

      Boleh…karna uji validitas hanya menguji valid atau tidaknya kuesioner. Blm bicara tentang hasil. Terima kasih

      1. Ahmad berkata:

        Izin bertanya pak, apakah boleh responden uni valid sebanyak 25 orang dan apakah ada teorinya?

      2. Gita berkata:

        assalamualaikum pak, izin bertanya. apabila ada kuesioner X1, X2, dan Y dari skripsi yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya, namun saya ingin pemakai kuosioner X1 dan Y saja apakah bisa? terimakasih pak

        1. Agung berkata:

          Jika tidak ada variabel lain lagi, maka bisa langsung digunakan tanpa uji validasi dan reliable. Tapi jika ada tambahan variable di luar kuesioner penelitian sebelumnya maka perlu dilakukan uji validitas kembali. Terima kasih

  2. eriyana berkata:

    slmt malam pak, izin bertanya jika untuk responden yg berjumlah diatas 200, bagaimana cara melihat nilai r tabel nya ?

    1. Agung berkata:

      wah… uji validitas dengan 200 responden?

  3. Nur Ainun Alpiyani berkata:

    Mohon maaf bapak izin bertanya, untuk melakukan uji valid kuesioner apakah boleh dilakukan ditempat yang akan kita teliti tetapi dengan responden yang berbeda dengan sampel, jika boleh apakah ada teori pendukungnya pak?
    Terima kasih pak

  4. sinta berkata:

    ijin bertanya pak, untuk jumlah minimal pertanyaan yang dikatakan valid berapa ya pak ?

    1. Agung berkata:

      tidak ada minimal ya mbak… karna nanti semua skore pertanyaan itu dijumlahkan sesuai artikel. terima kasih

  5. Lulu berkata:

    Mohon maaf pak, izin bertanya. Kalaunya uji instrumen itu ditempat yang sama apakah boleh pa? Dan apakah ada teori yang mendukung pa?
    Mohon dijawab pa terima kasihπŸ™

    1. Agung berkata:

      Boleh. pertanyaan ini sepertinya berulang. Tolong baca komentar komentar yang sebelumnya. Terima kasih

    2. Hani berkata:

      Selamat malam Pak, saya ingin bertanya. Apakah bisa menguji validitas 2 variable sekaligus dalam spss atau harus diuji sendiri-sendiri uji validitasnya? Terimakasih

      1. Agung berkata:

        biasanya diuji sendiri-sendiri variabelnya. karna satu variabel bisa terdiri dari beberapa pertanyaan. kita bisa memilih pertanyaan mana yang akan dieiminir karena tidak valid. terima kasih..

  6. ipe berkata:

    halo pak. Bila sampel penelitiannya 50 org dan untuk uji instrumen membutuhkan 30 org. apakah boleh mengambil dari 50 org itu atau harus org yg berbeda?

  7. bebe berkata:

    Bagaimana cara memilih responden untuk menguji reliabilitas dan validitas instrumen ?

    1. Agung berkata:

      tidak ada aturan untuk memilih responden. Tapi jika bisa mendekati responden yang sebenarnya, tentu akan lebih bagus. bagian pertanyaan seperti istilah harus jelas agar persepsi kita dengan responden tepat sama. sehingga pertanyaan tepat sasaran. terima kasih

  8. Vi berkata:

    Pak Agung, ijin bertanya kemarin penelitian saya sampel 100. Apabila hasil uji validitas dan reliabilitas saya ujikan keseluruhan data yakni 100 data apakah tidak masalah? Terimakasih.

    1. Agung berkata:

      Tidak masalah. Data untuk uji validitas bisa digunakan untuk penelitian juga.

  9. bintang berkata:

    Assalamualaikum, pak. mohon maaf izin bertanya jika sample penelitiannya adalah 99 orang dan yang menjadi responden uji coba hanya 10 orang apakah boleh? atau ada ketentuan jumlah khususnya?

    1. Agung berkata:

      Wa alaikum salam.
      Boleh. Tidak ada ketentuan khusus

  10. Kia berkata:

    Izin bertanya pak, jadi dalam proposal penelitian saya akan menggunakan desain case control. Pertanyaannya apakah uji validitas dapat dilakukan pada populasi kontrol saja? dan apakah uji kuesioner dapat dilakukan pada satu tempat yang sama dengan penelitian nanti? terima kasih pak.

  11. Tiwi berkata:

    Halo izin bertanya, jika pada uji validasi terdapat beberapa item yg valid dan tidak valid, yg tidak valid ini di modifikasi kembali, apakah digabung lagi dg yg sudah valid dan di sebar kembali lalu di uji atau yg tidak valid ini saja yg disebar tidak perlu digabung dg yg sudah valid

  12. D berkata:

    Kak itu cara menghitung untuk menentukan rank nilai variabel x dan y nya gimana yaa?

    1. Agung berkata:

      rank? gunakan rumus rank di excel mbak.

  13. Sean berkata:

    Permisi, saya mau bertanya apakah uji validitas dan reliabilitas boleh diujikan kepada 5 responden saja? Jika boleh apa saja persyaratannya? Terima kasih

  14. Yuanda berkata:

    Berapa Standarnya Jumlah Responden untuk Uji Intrumen pertanyaan dari Kuisioner, ada yang bilang 30 Responden, apa itu benar? dan kalo kita pake Kuisioner dari penelitian yg sama yg sudah Teruji (Valid dan Realible), apa kita masih perlu Uji Validitas dan Realibilitas lagi?

    Terimakasih

    1. Agung berkata:

      tidak perlu menguji kuesioner yang telah teruji. tidak ada standarnya jumlahnya mas.. ada juga yang 10 udah cukup.

  15. yonski berkata:

    Halo, aku mau bertanya. apakah responden uji validasi dan reabilitas juga dapat menjadi subjek penelitian? Terima kasih.

      1. Erika berkata:

        Apakah ada literaturnya?

  16. Nanda berkata:

    Halo, maaf mau ikut bertanya.
    Apabila responden kuesioner telah ditentukan oleh peneliti dengan purposive sampling karena responden harus seorang direksi dari sebuah perusahaan, sehingga jumlah respondennya sedikit (hanya 6 – 11 responden), apakah kuesioner tersebut masih harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas?
    Terima kasih.

    1. Agung berkata:

      tetap harus divalidasi karna ini berkaitan dengan kualitas kuesioner bukan jumlah responden. terima kasih

      1. Muhamad berkata:

        saya ingin bertanya terkait ini, untuk melakukan validasi dengan jumlah responden seperti itu, bagaimana caranya ya pak?

        1. Agung berkata:

          mohon maaf, bisa dijelaskan lagi pertanyaannya mas?

  17. Mutia berkata:

    Kak kalo populasi 1000 terus sampelnya diambil hanya 10% jadi sampel hanya 100 orang, apakah respondennya harus 100 juga ? Mohon penjelasanya kak πŸ™ terimakasih

    1. Agung berkata:

      maksud pertanyaanya bagaimana sih ya?

  18. Noname berkata:

    Pak Agung izin bertanya jika dari 25 pernyataan terdapat 7 pernyataan tidak valid, kemudian 7 data tsb dihilangkan lalu apa boleh dilakukan uji selanjutnya yaitu reliabilitas terimakasih πŸ™πŸ»

    1. Agung berkata:

      Boleh.justru memang begitu caranya. Membuang pernyataan yang tidak valid. Terima kasih

      1. Noname berkata:

        Brarti tidak masalah ya Pak kalau jumlahnya cukup banyak? Nanti yg dilakukan uji asumsi klasik dan regresi berganda hasil yg valid saja kan ya Pak?

      2. Putu Ayu berkata:

        mohon maaf pak, izin bertanya. bilamana penelitian saya adalah penelitian deskriptif, apakah juga perlu melakukan uji validitas dan reliabilitas?

        1. Agung berkata:

          Jika penelitian tersebut menggunakan alat kuesioner dengan skala minimal ordinal, maka perlu dilakukan uji terlebih dahulu. Terima kasih

  19. Oyo berkata:

    Izin bertanya pak
    terkait instrumen, apakah instrumen pada observasi awal boleh digunakan untuk penelitiannya pak?

    Terimakasih sebelumnya pak

      1. Abdul Choliq Hidayat berkata:

        Selamat mlm P Agung. Ijin bertanya: adakah referensi tentang uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner menyebut tegas bahwa (1).harus reponden selain aslinya untuk penelitian untuk menghindarkan keterpengaruhan lanjutan. (2) menyebut tegas harus berjumlah 30 responden, tetapi ada juga yg menyebut 51 responden?
        Tks.

  20. Himawan berkata:

    Maaf Bapak… izin bertanya, untuk pengolahan data jika ada 3 variabel bagaimana? X1, X2 dan Y. Dalam contoh hanya 2 variabel. apakah pengolahannya sama tinggal dicopas dalam 1 sheet excel. Terima kasih.

    1. Agung berkata:

      iya mas.. sama, contohnya kebetulan hanya 2 variabel ya.. jika lebih dari dua, tinggal ditambah variabel lainnya, dan dilakukan tahapann yang sama. terima kasih.

  21. Tatu berkata:

    Assalamualaikum
    Pak maaf ijin bertanya, kalo kuisioner variabel independent (X) dan dependent (Y) sudah valid dan reabel tetapi ketika di uji penelitian nya tidak ada hubungan (p-value lebih dari0,05) antara variabel x dan y nya, itu kenpa ya pak? Apakah uji validitas dan reliabilitas dapat mempengaruhi terdapat hubungan atau tidaknya suatu penelitian?
    Terimakasih sebelumnyaπŸ™

    1. Agung berkata:

      Seharusnya tidak. Karena konsep pengujian kuesioner dan penelitian itu berbeda. Memang bisa saja terjadi seperti itu.

      Responden uji kuesioner bisa saja orang yang bukan jadi objek penelitian. Sehingga jawabn antara responden uji kuesioner dan penelitian itu berbeda.

  22. fitrie berkata:

    halo pak, ijin bertanya
    apakah saat membuat pernyataan kuesioner di variabel Y, harus kita kaitkan dengan variabel X nya?
    Dan apakah saat memilih dimensi yang akan diuji pada variabel Y juga harus melihat kesesuaian dengan variabel X?

    1. Agung berkata:

      Betul sekali.

  23. Andi berkata:

    Halo pak, saya mau bertanya, apakah boleh responden yang telah ikut uji validitas dan reliabilitas diikutkan lagi menjadi responden penelitian?

  24. LA berkata:

    Jika sample penelitian hanya 6 bagaimana kak?
    Sekurang2nya sample itu harus berapa?

    1. Agung berkata:

      jika yang dimaksud sample untuk uji validitas maka sudah cukup. tapi klo sample penelitian, sepertinya kurang ya…

      1. Ashley berkata:

        Kak, kalau misal sebar ulang karena tidak valid itu harus ke responden yang sama atau beda?

        1. Agung berkata:

          Boleh dua duanya mbak..terima kasih

          1. Ashley berkata:

            Untuk lebih baiknya kemana kak? Apakah yang sama dan beda? Atau ada kekurangan anatara kedua itu, terima kasih banyak kak udah bantu jawab

          2. Ashley berkata:

            Kak, terima kasih untuk ilmunya. Untuk uji validitas ulang itu lebih baiknya kemana kak? Apakah yang sama dan beda? Atau ada kekurangan antara kedua itu? terima kasih banyak kak udah bantu jawab

          3. Agung berkata:

            Jawaban saya tetap sama. Tidak ada beda. Syaratnya orangnya bisa baca dan memahami kalimat bahasa. Terima kasih

  25. vivian berkata:

    Halo Pak, terima kasih ilmunya. Saya mau tanya, jika saat uji validitas Variabel A valid tp saat uji realibiitas variabel tsb tidak reliabel (sudah pakai data cadangan dan sudah drop indikator tp ttp tidak reliabel), apakah variabel tsb bisa dipakai di uji2 selanjutnya? mohon dibantu, terima kasihπŸ™

    1. Agung berkata:

      Jika dipaksakan berarti keusioner tersebut valid atau sah, tapi hasilnya tidak bisa diandalkan. Apa tidak bisa dipertimbangkan kembali? Dari pada mempengaruhi keseluruhan hasil penelitian, sebaiknya mengeliminasi satu variabel. Terima kasih

  26. Jahracika berkata:

    Hay kak mau tanya jika saya misalnya memakai kelas A sebagai bahan sample dalam penelitian dan uji validitasnya kelas B apa bisa ka?

  27. Yudha berkata:

    selamat pagi pak, saya ingin bertanya sebaiknya dalam menguji validitas dan reliabilitas menggunakan beberapa sampel penelitian atau menggunakan populasi berbeda dengan kriteria yang sama?terima kasih pak

    1. Agung berkata:

      selamat pagi. samplping yang diambil bisa dari penelitian, juga bisa dari teman sendri. jumlah sample bebas. 10 pun bisa

  28. shelly berkata:

    ijin bertanya, kalau responden 3 orang dan sampel soal saya 100, dan hasilnya semua valid. apakah boleh ?

  29. Rizal berkata:

    Izin bertanya pak. Saya memiliki respon dengan jumlah 204.
    Katanya, kita boleh hanya untuk mengambil. N=30 saja untuk uji validitas dan realibilitas.
    Bagaimana hal itu bisa dijelaskan pak??
    Terimakasih banyk semoga dijawab

    1. Agung berkata:

      perlu dipahami uji validitas dan reliable adalah menguji kuesioner. kuesioner itu kita uji apakah bisa dipahami oleh calon responden. jadi responden dalam menguji kuesioner itu sebenarnya belum dibatasi responden pada sampling penelitian. semua orang disekeliling kita adalah responden untuk kuesioner tersebut. silahkan test kuesioner dengan siapa saja, karena orang awam pun seharusnya paham dengan kuesiner tsb.

      itu artinya, syarat menguji responden itu adalah orang yang bisa membaca. Artinya lagi, semua orang adalah homogen. dan jika demikian, diambil 10 orang pun sudah cukup.

      Terima kasih

  30. Rosalinda berkata:

    Izin bertanya ka, kalo misalkan responden nya hanya 15 tapi hasilnya valid boleh kak?

    1. Agung berkata:

      boleh mbak

  31. rahmann berkata:

    mau tanya pak kalau uji validitas dan reabilitas respondennya 13 atau lebih boleh tidak pak????

  32. Zakia berkata:

    izin bertanya pak, apakah sampel yg digunakan untuk uji validitas ini nantinya bisa dijadikan kelompok kontrol untuk penelitian saya? Terimakasih

    1. Agung berkata:

      jawabannya bisa.

  33. naira berkata:

    Terima kasih atas ilmunya izin bertanya, untuk uji valid dan reliabelitias pada kuesioner, apakah jumlah responden harus 30? kalo kurang dari 30 tidak apa2? Terima kasih

    1. Agung berkata:

      tidak apa apa. terima kasih

  34. Charles berkata:

    Terimakasih atas ilmunya, izin bertanya apabila nilai realibilitas dapat terpenuhi setelah menghapus beberapa pertanyaan kuesioner, apakah diperbolehkan? Jika diperbolehkan, apakah tidak ada massalah? Terimakasih

    1. Agung berkata:

      Diperbolehkan dan tidak ada masalah

  35. Rahma berkata:

    Ijin tanya… untuk penelitian dengan 86 responden, berapa jumlah responden untuk uji validitasnya? Jumlah pertanyaan dalam kuisioner 15 pertanyaan

    1. Agung berkata:

      Tidak ada aturan harus berapa ya mbk…silahkan saja ambil 10 secara random.

  36. Sapurni dian berkata:

    Maaf pak
    Mau bertanya

    Sampel penelitian saya itu hanya 4 responden. Apakah bisa untuk di uji validitas & reliabilitasnya?

    1. Agung berkata:

      sample hanya 4 responden rasanya terlalu sedikit dan belum bisa mencerminkan hubungan antar variabel. terima kasih

      1. Mahasiswa berkata:

        Siang pak saya ingin bertanya patokan valid 0,3 dasarnya dari mana ya pak? Mksdnya nam tokoh yang mencetuskan?

  37. Anya raudah berkata:

    Saya mau bertanya pak.
    jika saya sudah uji validitas dan ada beberapa pertanyaan yg tidak valid, kemudian saya ubah dan saya bagikan kembali.
    Apakah responden utk uji validitas ke2 boleh sama dg responden uji validitas pertama pak?

    1. Agung berkata:

      boleh saja.. hanya akan menimbulkan jawaban yang diduga karena pernah menjawab pertanyaan yang sama. tapi, secara statistik tidak masalah. terima kasih

      1. viola berkata:

        kak boleh minta referensi dr mana ?

        1. Agung berkata:

          ini trik. tidak ada referensi, berdasarkan pengalaman meneliti. jurus seperti ini belum diajarkan di kelas. Terima kasih

        2. Wahyu berkata:

          Ijin bertanya pak agung,,,, nah sampel penelitian saya itu adalah perawat,,untuk uji validitas dan reliabitas haruskah saya memberikan kuesioner pada perawat atau bisa orang awam biasa sebagi responden uji ku? Terimakasih

          1. Agung berkata:

            Klo untuk uji validitas keusioner, maka bosa orang awam. Validitas kuesioner bertujuna untuk menguji kuesionernya. Terima kasih

      2. ISNA SNA berkata:

        Izin bertanya kak, apakah responden yang mengisi validitas bisa dijadikan sebagai responden penelitian kembali? Kalau bisa adakah referensi yang mengatakan seperti it kak? Terima kasih sebelumnya kak

        1. Agung berkata:

          sebaiknya jangan karna sudah pernah mengisi untuk menghindari jawaban yang sudah disiapkan. literatur belum saya temui. ini hanya pandangan saya saja. terima kasih

  38. Mill berkata:

    Maaf pak mau tanya
    Sampel penelitian saya itu ada 134. Untuk uji validitas dan reliabilitas saya akan ambil 30 dr 134. Pertanyaan saya, apakah 30 sampel tersebut bisa saya gunakan kembali untuk olah data selanjutnya? Atau saya hanya bisa menggunakan 104 sampel?
    Terimakasih

    1. Agung berkata:

      Bisa digunakan kembali untuk data penelitian ya mbk…terima kasih

      1. Andi berkata:

        Mohon maaf, apakah ada referensinya menngenai responden yang telah ikut uji validasi bisa diikutkan lagi untuk menjadi responden penelitian?

        1. Agung berkata:

          Justru karena tidak ada referensinya itu maka boleh responden yang bebas. Bisa sama dan bisa tidak.

  39. annisa ruana putri berkata:

    maaf mau tanya, untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas apakah jumlah sampelnya harus terpenuhi semua atau bisa hanya berapa %nya saja dari total jumlah sampel? terimakasih

    1. Agung berkata:

      Tidak seratus persen ya.. cukup 10 responden saja minimal

      1. tata berkata:

        maaf pak, untuk referensinya dari mana ya pak

        1. Agung berkata:

          ini trik. saya juga sanksi ada bukunya atau tidak.

  40. AULIA NUR AZIIZAH berkata:

    Mau tanya, apakah boleh uji valid & reliable dilakukan di lokasi/tempat yang berbeda (tapi masih dengan kriteria responden yang sama) dengan penelitian sebenarnya dikarenakan takut kekurangan/kehabisan responden pada saat penelitian yang sebenarnya nanti. Soalnya setau saya, responden yang digunakan pada saat uji valid & reliable tidak boleh sama dengan yang akan digunakan pada saat penelitian yang sebenarnya nanti. Terimakasih..

    1. Agung berkata:

      boleh saja responden berbeda di tempat yang berbeda. malahan saya terkadang dimintai teman mengisi responden untuk petani.. yang kita uji kuesionernya, jadi asal pembaca memahami pertanyaan itu sudah cukup.

      1. Yulfa berkata:

        Terima kasih ilmunya kak. Saya izin bertanya kak, berarti jika responden uji validitas berdomisili beda kabupaten dengan responden penelitian boleh ya kak?

  41. Andri berkata:

    apakah perlu dibuatkan pernyataan negasi untuk setiap pernyataan yang sudah kita buat dalam kuesioner? terima kasih.

    1. Agung berkata:

      silahkan saja..itu hanya teknik agar pertanyaan itu valid dan reliable.

  42. fikar berkata:

    izin bertanya mas untuk responden uji validitas dan reliabilitas apakah bisa sama dengan sasaran yang akan diukur?

    1. Agung berkata:

      bisa sama. terima kasih

      1. Daisy berkata:

        Bapak bagaimana jika mayoritas korelasi nya negatif?

  43. Intan berkata:

    Saya ingin bertanya, apakah boleh untuk uji instrumen dilakukan di tempat yg akan diadakan penelitian?
    Terimakasih

    1. Agung berkata:

      jawabnya boleh jika samplingnya memang banyak. namun jika samplingnya sedikit, misal hanya peserta bimtek yang jumlahnya dua puluh, maka sebaiknya gunakan yang lain. kenapa? karena jawaban peserta akan dipengaruhi oleh pengujian instrumen sebelumnya. terima kasih

      1. Oki berkata:

        Maaf Pak izin bertanya. Apabila sampel saya 200, apakah bisa saya melakukan uji validitas menggunakan 200 sampel saya tanpa menguji cobakan instrumen saya dalam skala kecil? Sedangkan dalam proposal saya, sudah saya cantumkan uji validitas ahli. Kemudian hasil dari uji tsb langsun saya teruskan ke uji reliabilitas dst. Saya sudah bertanya dengan dosen saya, tetapi belom dibales Pak.

        1. Agung berkata:

          baiknya menunggu dosennya bales mbak. hehehehehe… nanti beda lagi jawaban saya jadi repot

  44. Manik berkata:

    Selamat pagi, saya ingin bertanya pak, apabila jumlah responden yang didapat kurang dari jumlah sampling bagaimana yaa? misalkan dari metode sampling didapatkan 100, tapi ternyata kuesioner yang layak dan bisa digunakan hanya 56. apakah tidak masalah?

    1. Agung berkata:

      selamat pagi, jika memang sample sudah ditetapkan maka mau tidak mau mbk harus memenuhi sample tersebut. ini bukan masalah datanya bisa diolah atau tidak, melainkan sudah mencerminkan kondisi lapangan atau belum. kecuali jika mbk ubah metodelogi yang bisa menggunakan sample yang lebih rendah. terima kasih

  45. Lifa berkata:

    Pak Agung,saya mau bertanya. bagaimana cara menjawab dosen apabila data uji validitas saya semuanya valid?

    1. Agung berkata:

      pertanyaan yang agak aneh. kenapa justru ditanya ketika semua valid.

  46. Denisa berkata:

    Assalamualaikum.. Pak saya izin bertanya, jika saya menggunakan 20 pertanyaan dengan 100 responden apakah akan valid dengan penggunaan uji rialibilitas, uji validitasi serta uji uji lainnya pak? πŸ™πŸ»

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam. valid tidaknya bukan dari jumlah pertanyaannya mbk.. tapi dari kualitas pertanyaan yang mbak buat. usahakan pertanyaan mudah dimengerti oleh responden dan arahkan datanya menyebar tidak mengelompok, misalnya semua pasti akan menjawab tidak semua. itu nanti uji validnya akan sedikit susah. terima kasih

  47. azam berkata:

    selamat pagi, pak izin bertanya jika responden 15 orang apakah bisa lolos uji asumsi klasik

    1. Agung berkata:

      kemungkinan masih ada meskipun sebaiknya datanya lebih banyak ya mas… terima kasih

  48. Isnan rizki berkata:

    Assalamualaikum pak agung
    Misal data responden target saya 100.
    Saya menanyakan untuk data responden uji valid dan reliabel itu kan ada 30 responden kalau saya nah data responden tahap awal ini bisa digunakan kembali untuk tahap selanjutnya?
    Apakah si peneliti cuman cari 70 lagi apa cari 100 lagi pak?
    Terimakasih

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam, bisa digunakan untuk tahap selanjutnya jika memang benar responden yang sesuai kriteria penelitian. terima kasih

  49. Ika berkata:

    Selamat siang Pak Agung, izin bertanya. Kalau dari 3 variabel X, X1 dan X2 tidak reliable.. apa yang harus saya perbaiki ya pak? Terima kasih

    1. Agung berkata:

      perbaiki pertanyaannya dan divalidasi ulang ya mbk. terima kasih

  50. Nurul Imamah berkata:

    Assalamualaikum pak
    Saya sedang melakukan penelitian
    Pengambilan sampel saya menggunakan purposive sampling
    Dan berjumlah 16 responden dan pertanyaan 50 pak, apakah ada ketentuan minimal berapa responden untuk uji coba valid dan reliabel pak?
    Mohon dijawab pakπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam. tidak ada ketentuan minimal responden ya mbk.. tapi jangan juga hanya 5 mbk ambil. diatas sudah baik. terima kasih

  51. indah berkata:

    Pak saya izin bertanya, alasan mengapa untuk uji responden tidak boleh dengan responden yang sama dengan responden yg akan saya teliti. Namun tetap dengan karakteristik yang sama. Dosen pembimbing saya menyuruh uji validitas kepada responden yg berbeda, kenapa seperti itu ya pak?

    Terima kasih pak

    1. Agung berkata:

      alasannya sederhana, seorang tidak boleh mengisi kuesioner yang sama dua kali untuk satu penelitian. jadi bedakan responden untuk validasi dan relibilitas.

  52. indah berkata:

    Selamat pagi pak agung, saya izin bertanya. Dosen pembimbing saya bilang kalau uji validitas di lakukan pada responden yg berbeda namun memiliki karakteristik yang sama dengan responden yang akan saya ambil. Saya blm mengetahui alasan mengapa seperti itu pak? Apakah bapak bisa menjelaskan?
    Terima kasih pak

    1. Agung berkata:

      memang lebih bagus memilih karateristik yang sama artinya mewakili. tapi saya tidak sependapat sepenuhnya. karena yang kita uji adalah kuesioner. seberapa paham responden awam sekalipun membaca kuesioner tersebut. misalnya mbk diminta mengisi kuesioner tentang kondisi bawah laut yang mbk sendiri blm punya pengalaman kesana, nah.. seberapa mampu kuesioner tersebut dipahami oleh orang awam sekalipun.

      tapi menjawab pertanyaan ini, mungkin dosen menginginkan responden yang mewakili dari sample sehingga valid tidaknya benar benar terukur pada sampling yang akan dijumpai nantinya.

  53. galang raka berkata:

    pak izin bertanya, sy menggunakan teknik purposive sampling, jika saya melakukan penelitian di semarang tapi saya uji coba angket di beda daerah atau di luar semarang tapi dengan karakteristik responden yg sama dg untuk penelitian, bisa apa tidak ya pak? terimakasih.

  54. Nur Jannah berkata:

    _Assalamu’alaikum_
    Selamat sore pak Agung..
    Apakah sdh menjadi “ketentuan paten”, bila melakukan uji instrumen (kuesioner) itu harus dilakukan sebelum penyebaran pada sampel penelitian??
    Bila dilakukan pada waktu yg sma bgaimana ??

    Pak,, sya terlanjur telah melakukan uji instrumen/tryout (untk uji vlds & reliablts) & penyebaran kuesioner pada sampel penelitiansecara bersamaan (diwaktu yg sama, bukan bertahap. Ttpi pada orng yg berbeda).
    βœ“jumlah sampel uji 36 orng
    βœ“jumlah kuesioner 36 butir
    βœ“hasilnya gugur/tdk valid 6 btir, shg yg valid&reilabel adalah 30butir.
    Lalu sya lgsung mengolah data dr sampel penelitian, karena proses pnyebaran kuesionernya bebarengan dg uji instrumen shg data/jawaban dri sampel penelitian sdh masuk.
    βœ“123 sampel penelitian
    βœ“dg 36butir prnytaan kuesioner, ktk olah data, 6butir yg tdk valid sya hapus.

    Mohon pencerahan nya pak..
    Terima kasih

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam. memang secara ideal uji validasi dan reliable dilakukan di awal. tapi yang dilakukan diatas juga banyak terjadi. asal konsisten tidak maslaah. artinya jika ada pertanyaan tidak valid, maka jangan digunakan. terima kasih

      1. Nur Jannah berkata:

        Terimakasih pak..

  55. Endang Sunarti berkata:

    Selamat malam, izin bertanya min. Saya akan melalukan penelitian dengan jumlah sample saya 82. Kebetulan saya menggunakan total sampling sehingga jumlah responden dalam penelitian saya 82. Saat ini saya akan melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen saya, berapa banyak responden yg harus saya ambil untuk uji validitas ini. Terimakasih, mohon jawabannya minπŸ™

    1. Agung berkata:

      selamat siang. tidak ada ketentuan harus berapa untuk validasi. 10 pun boleh. untuk menguji kuesioner saja, bukan pengujian data sebenarnya. terima kasih juga min..

  56. Nun berkata:

    Assalamualaikum,,,
    Izin bertanya, saya hanya mempunyai 50 responden untuk penelitian, apakah dalam pengujian validitas dan reliabilitas saya boleh mengambil 25 responden dari 50 responden tersebut atau harus mencari responden lainnya? Apabila tidak boleh apakah misalnya responden yang saya teliti yaitu kelas 7 apakah saya bisa mengambil responden untuk uji validitas dan reliabilitas dari kelas 8 atau 9
    Terimakasih, mohon jawabannya

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam. semua jawabannya boleh. bahkan responden diluar sekolah pun boleh. terima kasih

  57. Vivi berkata:

    Selamat sore pak…
    Tdi saya konsul dgn dosen saya tentang uji validitas trs kata dosen saya knp menggunakan rumus uji valid yg XY sedngkan judul saya satu variabel saja. Emang rumus satu variabel berbeda dgn rumus XY?

    1. Agung berkata:

      selamat sore mbk.. silahkan ikuti petunjuk dosen saja ya mbk.. perbedaan pendapat tidak perlu dibahas dalam artikel ini. terima kasih

  58. Ochi berkata:

    Selamat sore pak, mohon ijin bertanya jika subjek penelitian korelasi hanya 25 responden apakah bisa dilakukan penelitian pak?

    1. Agung berkata:

      jika memang itu populasinya, kenapa harus dipaksakan lebih? yang terpenting adalah memenuhi sampling. terima kasih

  59. sita berkata:

    Pagi Pak..mau tanya kenapa uji var X dan Y harus dipisah?kenapa bukan digabung lalu dibandingkan dg nilai total X dan Y?terimakasih sebelumnya?

    1. Agung berkata:

      pagi mbk..karena yang kita uji adalah quesioner pertanyaan. belum menguji nilai atau pengaruh x dan y. terima kasih

  60. Ida berkata:

    Pak izin bertanya, apabila saya sudah menguji validitas variable 1, 2, dan 3 namun variable 3 belum valid. Saya melakukan perubahan pertanyaan terhadap variable 3 dan menyebarkan angket ke responden berbeda. Apakah boleh Pak ?

    1. Agung berkata:

      boleh mbk.. terima kasih

  61. SITI RANIA berkata:

    Pak saya mau nanya saya sedang penelitian mohon untuk di jawab untuk penyebaran kuisioner di lingkup populasi penelitian saya hanya berjumlah 4 orang apakah kuisioner yang di sebar ke 4 orang itu bisa di uji reliabilitas dan validitas? Apakah ada kriteria untuk responden terkait junlah respondennya untuk membuat uji validitas dam reabilitas?

    1. Agung berkata:

      Sampai saat ini tidak ada kriteria berapa minimal jumlah untuk validasi dan reabilitas. Jadi boleh saja..

  62. DWI SUSIATI EVA OKTAVIA berkata:

    selamat malam pak, izin bertanya apakah data yang telah dieliminasi perlu disebar kembali ke responden untuk kedua kalinya? kemudian untuk data yang telah dieliminasi otomatis indikator juga tereliminasi, apakah itu tidak apa-apa?

    terimakasih banyak pak πŸ™

    1. Agung berkata:

      Pertama iya perlu diisi ulang kepada responden lama. Kedua bisa dieliminasi indikatornya. Tapi klo itu indikator yang penting, kuesionernya saja yang diubah atau diganti. Ini hanya validasi kuesioner, belum masuk ke indikator jadi tdk berarti indikatornya bermasalah. Terima kasih

  63. Uswatun Khasanah berkata:

    Pak mau tanya apakah uji validitas ada ketentuan kreterianya untuk perapa responden. Sedangkan saya jumlah sampel responden ya sekitaran 192 . Mohon penjelasannya pak?

  64. indah berkata:

    Pak saya mau bertanya, klu 75 responden di awal brp responden yg ideal untuk uji validitas nya pak? Terima kasih

  65. ina berkata:

    Selamat malam, saya ingin bertanya. Apakah boleh saya melakukan kuesioner uji coba kepada populasi yang berbeda dengan populasi penelitian nanti? (misalnya, untuk uji coba saya menyebar ke karyawan kota x, tetapi untuk penelitian saya menyebar kuesioner ke karyawan kota y). Terima kasih..

    1. Agung berkata:

      boleh..karena yang kita uji adalah kuesionernya. terima kasih

  66. Daffin berkata:

    Assalamualaikum pak, ijin bertanya. Kalau misal penelitiannya hanya berbentuk survey (tidak mencari hubungan antar variabel) apakah tetap harus dilakukan uji validitas? selanjutnya, jika memang harus dilakukan uji validitas nanti rumus yg masukan X sama Y nya gmna ya pak karena lebih dari 2 variabel akan tetapi tidak mencari hubungan. Terimakasih sebelumnya pak.

    1. Agung berkata:

      tetap dilakukan uji realibilitas dan validitas. jawaban lebih detil silahkan melihat video TJBudi#02. terima kasih

  67. Hima berkata:

    Haloo, Pak..
    Saya ijin bertanya, bila terdapat banyak pertanyaan namun hanya butuh 2 responden/narsum saja apakah perlu diuji pertanyaannya, pak? Sedangkan pertanyaannya itu sudah pasti atau semacam SOP dari framework auditnya seperti itu, pak. Baiknya gimana ya, pak?

    1. Agung berkata:

      jika 2 responden saja maka tidak perlu dilakukan uji pertanyannya. simak lebih lengkap jawaban ini di video youtube dengan judul TJ Budi #1

  68. PINK PINK berkata:

    Ohh gitu pak. Soalnya penelitian saya langsung nyebar ke responden penelitian pak. Lalu sama dosen saya di komentari harusnya disebar ke responden lain yg karakteristiknya sama. Kalau memang mau langsung ke responden harus nunjukin teorinya yg membolehkan pak. Udah coba caro teorinya belum nemu pak. Itu gimana ya pak?

  69. PINK PINK berkata:

    Assalamualaikum Pak saya mau bertanya. Kalau uji valid dan reliabel langsung disebar ke sampel penelitian boleh pak? Kalau memang bisa saya bisa nemu teorinya dimana ya pak yg menyatakan bisa? Mohon dijawab ya pak. Terima kasih

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam..idealnya dilakukan setelah pembuatan kuesioner untuk menguji kuesioner. Jadi tidak perlu mencari teori yang bisa disebar kepenelitian ya.. karena terkadang realitanya tidak ideal. tapi apa itu dilarang? sepertinya tidak karena biasanya responden yang diambil melebihi kebutuhan sampling dengan dilengkapi enumerator saat wawancara. sehingga bias informasi akibat penulisan kuesioner bisa dihindari.

      1. PINK PINK berkata:

        Ohh gitu pak. Soalnya penelitian saya langsung nyebar ke responden penelitian pak. Lalu sama dosen saya di komentari harusnya disebar ke responden lain yg karakteristiknya sama. Kalau memang mau langsung ke responden harus nunjukin teorinya yg membolehkan pak. Udah coba caro teorinya belum nemu pak. Itu gimana ya pak?

        1. Agung berkata:

          benar dosennya mbk.. apalagi untuk skripsi yang notabene masih belajar meneliti. Buku selalu bicara ideal mbk. sepertinya akan sangat sulit mencarinya. terima kasih

          1. PINK PINK berkata:

            Baik pak. Terima kasih banyak ya pak. sehat selalu

  70. rama berkata:

    Assalamualaikum pak maaf mau tanya
    kalau seumpama responden asli saya untuk penelitian adalah pasien dengan hipertensi, apakah ketika saya lakukan validitas dan reliabilitas harus pasien hipertensi juga? atau boleh responden acak yang tidak bersangkutan dengan variabel penelitian saya/ pasien hipertensi?

    1. Agung berkata:

      tidak perlu. uji validitas dan reliabilitas menguji alat kuesionernya. jadi belum masuk kedalam pengambilan data penelitian. terima kasih

  71. Mheili berkata:

    Selmat malam mau bertaya bagaimana caranya uji validitas dan reliabilitas jika variabel x terdapat 15 item dan hanya 1 responden sedangkan pada variabel y terdapat 16 item dan 15 responden..
    Bagaimna itu pakπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    1. Agung berkata:

      saya rasa tidak adil jika variabel x nya hanya 1 responden ya.. lebih baik ditambah dulu respondennya. bagaimana menganalisisnya jika hanya satu responden Mheili? terima kasih

  72. Wisnu berkata:

    Selamat malam Pak agung.
    Saya mau tanya. saya punya 87 responden. Kira2 87 orang tersebut menjadi objek data pengujian valid dan reliabel atau saya mengambil 30 orang saja sebagai pengujian valid dan reliabel ? Kemudian sisanya 57 orang untuk uji korelasi

    1. Agung berkata:

      selamat pagi, bisa semuanya.. pengujian valid dan reliabel bisa mengambil 30 responden saja. kemudian seluruh responden (87 responden) bisa digunakan untuk uji korelasi dan lainnya sesuai tujuan penelitian. terima kasih

      1. Uswatun berkata:

        Ini alasannya kenpa pak

  73. Agatha B berkata:

    Halo pak, izin bertanya. apakah uji validitas harus dilakukan sampai semua data valid? Atau apabila ada atribut yang tidak valid dapat langsung dibuang dan dilanjutkan uji reliabilitas? Terimakasih sebelumnya pak

    1. Agung berkata:

      Iya…bisa dieliminasi dan lanjut ke reliabilitas. Terima kasih

  74. Dwi Rahmi berkata:

    Assalamualaikum izin bertanya, jika responden di uji validitas variabel X dan Y berbeda apakah boleh? Misal responden di uji validitas di X itu 70 orang sedangkan responden di di uji validitas Y 30. Apakah boleh pak? Apakah bisa mempengaruhi di uji reliabilitasnya?

    1. Agung berkata:

      jawabannya tidak boleh. karena responden di variabel x adalah responden yang sama untuk variabel Y. terima kasih

  75. Icha berkata:

    Halo mas, saya mau tanya. Jumlah sampel saya ada 20 responden, dan jumlah pertanyaan dalam kuesioner saya ada 14 butir. Apakah itu terlalu sedikit dan bisa mempengaruhi uji nya? Karena saya sudah mencoba untuk menguji datanya, walaupun valid tapi di korelasinya negatif dan signifikasinya sangat lebih dari 0,005. Kira kira solusinya apa ya? Mohon pencerahannya.

    1. Agung berkata:

      dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan korelasi positif atau negatif ya mbk.. jika sudah valid dan reliable maka kuesioner tersebut siap digunakan. mengenai hasil penelitiannya itu hal yang berbeda. terima kasih

  76. Gregorius berkata:

    Selamat malam mas, apabila saya melakukan pre test pada 100 responden Lalu ternyata hasilnya valid Dan reliabel, apakah itu tidak masalah ? Terima kasih

    1. Agung berkata:

      Selamat pagi.. tidak masalah mas.

  77. Amara berkata:

    Selamat malam pak, kalau misal data saya x,y,z nya valid tapi ada beberapa item yg ketika uji reliabilitas tdk reliabel, lalu hrs bagaimana agar reliabel?

    1. Agung berkata:

      Malam…dibaca komentar sebelumnya ya.. terima kasih

  78. dini berkata:

    selamat malam pak.. perkenalkan saya dini, mahasiswa yg sedang skripsi.

    mau menanyakan beberapa hal pak. jadi saya pre test ke 30 responden, setelah olah data semua pertanyaan valid. tetapi variabel x1 tidak reliable. kira-kira itu karena faktor apa ya pak? padahal penilaian yang diberikan responden bagus yaitu rata2 penilaiannya pada range 4-5 dengan skala interval. apakah saya perlu sebar kuesioner ulang? kira-kira agar valid dan reliable kuesioner itu harus seperti apa?

    saya sangat mengharapkan jawaban dari bapak. atas perhatiannya terima kasih.

    1. Agung berkata:

      ini pertanyaannya bisa buat saya nulis artikel khusus nih mbk..hehehehehe.
      di bagian awal dari artikel ini saya sudah tuliskan penyebab tidak reliabel biasanya karena variansnya kurang banyak. atau jawaban responden kurang bervariasi. hal ini dikuatkan oleh cerita mbk dini bahwa responden memberikan penilaian yang bagus dengan range 4-5. lalu 1 – 3 nya ga pernah diisi? jangan terlalu takut dengan responden yang memberikan jawaban nilai rendah karena secara statistik akan memberikan varians yang bagus.
      apa yang harus dilakukan? tergantung mbk sendri. bisa menambah responden bisa juga membuang x1.
      terima kasih ya.. subscribe my channel.

  79. Nurul Istiqamah berkata:

    Kaa mau nanya, kalau mau melakukan ujinya validitasnya minimal berapa responden dulu yang kita libatkan?

    1. Agung berkata:

      30 responden sudah cukup untuk keperluan olah statistiknya.

      1. Alisha berkata:

        Assalamualaikum wr wb, mohon izin bertanya mas. Jumlah responden 30 untuk statistik. Boleh tau pustakanya dari mana? Terima kasih

        1. Agung berkata:

          Wa alaikum salam wr. Wb. Silahkan baca artikel saya yang judulnya “minimal data regresi”

  80. Frans berkata:

    Selamat malam Pak, izin bertanya apakah uji coba instrumen penelitian itu boleh dilakukan pada sampel penelitian? Takutnya nanti jawaban responden saat uji coba berbeda dgn jawaban saat penelitian yg sesungguhnya. Mohon pencerahannya Pak, terima kasih.

  81. Israyani berkata:

    Selamat siang pak. Saya mau bertanya, apakah item2 pernyataan yang tidak valid tdk diikut sertakan dlm uji reliabilitas pak? Dan kenapa demikian?

    1. Agung berkata:

      logikanya cukup sederhana. bagaimana kita bisa menilai reliable sedangkan pertanyaan tersebut sudah terbukti tidak valid?

      1. Israyani berkata:

        Terima kasih banyak pak πŸ™

  82. Oi berkata:

    Izin bertanya, untuk uji validitas apakah harus di luar sampel penelitian? Kemudian untuk uji reliabilitas apakah dengan data yg sama maksudnya responden yg sama dengan uji validitas? Dan untuk uji reliabilitas soal yg tidak valid tidak di ikut sertakan? Terimakasih

    1. Agung berkata:

      pertama tidak harus, bisa iya bisa tidak, tergantung kondisi. kedua iya, responden yang sama. ketiga bisa tidak diikutsertakan, bisa diperbaiki kemudian uji validitas lagi. terima kasih

  83. Bams berkata:

    Selamat malam, ijin bertanya jika saya mengambil 30 responden dari 90 sampel yg akan diuji,, dan sudah didapat hasil instrumen pertanyaan yg valid, apakah 30 responden yg dipake uji valid td perlu mengisi kuisioner yg sudah valid td untuk uji korelasi/regresi berhubung item pertanyaannya pasti tidak jauh berbeda. Mohon penjelasan

    1. Agung berkata:

      selamat pagi, sudah dijawab ya…

  84. Bams berkata:

    Selamat malam ijin bertanya,
    Apabila untuk uji valid n reliabel saya mengambil sampel 30 dari 90 responden yg akan diteliti,, kemudian didapat hasil instrumen yg valid dan reliabel,, lalu apakah 30 sampel uji valid/reliabel td perlu untuk mengisi pernyataan kuisioner yg sudah valid td yg nantinya digunakan untuk uji korelasi,, mengingat pernyataannya pasti akan masih sama klo valid semua ataupun klo ada yg tidak valid tinggal di drop,, mohon penjelasannya.

    1. Agung berkata:

      jika responden pada uji validasi dan reliabel tersebut memang responden sampling untuk penelitian, maka silahkan saja langsung diambil datanya. tapi pengujian validasi dan reliable tidak harus responden sampling. bisa saja teman dekat, maka biasanya responden untuk uji korelasinya berbeda dengan responden validasi. terima kasih

  85. robert berkata:

    Selamat sore Pak Agung,
    Saya ingin menanyakan perihal uji validitas dan reliabilitas terhadap soal tes Pilihan Ganda berjumlah 30 butir. Saya sudah mengujinya terhadap 40 responden, dan setelah diolah secara statistik, hasil menunjukkan bahwa tes Pilihan Ganda tersebut valid dan reliabel. Pertanyaan saya adalah, saya hanya ingin memastikan apakah pemilihan 40 responden yang saya lakukan sudah benar? Sebenarnya adakah teori yang menyatakan bahwa jumlah responden boleh minimal 30? Terima kasih sebelumnya Pak.

    1. Agung berkata:

      Selamat sore pak.. silahkan membaca artikel minimal data responden regresi di blog ini. Jawaban saya masih sama. Terima kasih

  86. Milo berkata:

    Assalamualaikum. Saya baru baca artikel ini. Saya mau tanya, pak. Item pertanyaan variabel Y saya ada 6 dgn sampel berjumlah 376. Pas uji reliabilitas, 6 item itu tidak reliabel dan validitasnya pun di bawah rata-rata (<0,3). Pasalnya, item pertanyaan var. X yg jumlahnya 14 itu valid sma reliabel. Bagaimana pak? Apa saya harus mengubah pertanyaan, menyebarkan kuesioner lagi, atau ada yg salah dalam jumlah pertanyaan dan sampelnya? Makasih

    1. Agung berkata:

      Sudah dijawab.

  87. Milo berkata:

    Assalamualaikum. Saya baru baca artikel ini. Saya mau tanya, pak. Pertanyaan untuk variabel X saya ada 6 dengan sampel 376. Pas saya uji, 6 item tersebut valid tapi tidak reliabel. Alhasil, berpengaruh pada validitas itemnya di uji reliabilitas. Apakah saya harus menambah pertanyaan lagi atau uji ulang var. Y? Soalnya yg variabel X (ada 14 item pertanyaan) itu valid sama reliabel semua. Terimakasih

    1. Agung berkata:

      Iya…artinya terjadi pemahaman yang tidak sama antara pembuat pertanyaan dan responden. Kuesioner perlu diubah dan survey ulang lagi. Terima kasih

  88. mahendra berkata:

    selamat malam, izin bertanya
    uji validitas dan reliabilitas menggunakan sampel penelitian apa boleh ?
    terima kasih

  89. Winda berkata:

    Assalamu’alaikum pak.. Maaf Pak.. mau bertanya
    Untuk uji validitas kuisioner tapi jumlah sampel hanya 4 responden itu bagaimana njih? Soalnya kalau membandingkan r hitung dengan r tabel, r tabelnya tidak memenuhi.. πŸ™

    1. Agung berkata:

      wa alaikum salam… baiknya evaluasi kuesionernya dulu mbk. dikuatirkan kuesionernya belum runut dan mudah dimengerti responden. baru uji validasi dengan responden baru. terima kasih

  90. Dhodo berkata:

    Jika ada 2 katageori responden dan kuesionernya 2 tipe bagaimana

    1. Agung berkata:

      Tolong klo bertanya yang jelas ya… Juga ucapkan salam sebelumnya. Kita saling menghormati disini. Terima kasih

  91. iqsan berkata:

    tamya dong. apkah uji validitas dan reliabilitas menggunakan data riil atau boleh ngarang sendiri untuk menguji kuisonernya?

    1. Agung berkata:

      jika nilai ujianmu bisa dikarang, maka silahkan dikarang sebebasnya.

  92. windhamrlyn berkata:

    bagaimana kalau peneliti tidak sebar kuesioner uji 30 yg valid sama relia? tapi langsung mengambil 100(misal) responden dari jumlah total sampelnya baru di uji

    1. Agung berkata:

      seperti itu yang sering dijumpai. alhasil setelah diuji ternyata tidak valid dan reliable baru mereka membaca artikel ini.

  93. Sulaiman berkata:

    Uji validitas apakah bisa di uji dg 25 responden, jika boleh mengapa? Terimakasih

    1. Sulaiman berkata:

      Maksud saya 15 responden

      1. Agung berkata:

        uji validitas sebenarnya menilai kuesioner. apakah kuesioner tersebut bisa dipahami oleh responden (valid dan reliable), tidak ada miss antara jawaban soal satu dengan yang lainnya. maka dari itu, tidak memerlukan syarat berapa harus minimal responden yang dilibatkan. bahkan, responden juga tidak harus calon responden penelitian.

        mengenai jawaban 15 bisa atau tidak, itu tergantung rasa nyaman peneliti yang melakukan. saya tidak akan terjebak validitas minimal sekian sekian. terima kasih

        1. Frans berkata:

          Uji coba instrumen itu bisakah dilakukan terhadap responden penelitian? Takutnya nanti responden TDK konsisten atas jawabannya. Beda jawabanx saat uji coba dgn saat sudah penelitian.
          Mungkin bisa diterapkan untuk kuisioner yg non tes, tp bgmn dgn instrumen tes misalx hasil belajar.
          Mohon pencerahannya. Terima kasih.

          1. Agung berkata:

            selamat malam pak… pada dasarnya responden uji validasi dan reliable berbeda dengan responden penelitian. tapi bisa saja dilakukan di responden penelitian. biasanya menjadi sekaligus langsung penelitian juga langsung uji validasi. resikonya, jika tidak valid maka penelitian bisa diulang.

            begini, uji validasi itu memperlihatkan berapa kuat korelasi antara soal satu dengan soal lainnya. beberapa kasus ditemukan tidak berkorelasi atau tidak valid karena karena (1) tidak konsisten membuat skala, misalnya ada satu soal pilihan buruk hingga baik, dan 5 adalah nilai baik, sedangkan di soal yang lain ternyata ada nilai 1 justru yang bernilai baik. (2) kecenderungan acak responden, pada proses penjaringan data biasanya sudah dipolakan. misal pada bagian A org yang menjawab pendapatan tinggi, akan cenderung menjawab pengeluaran lebih tinggi dibanding yang menjawab berpendapatan rendah. kecenderungan ini yang akan menyebabkan nanti soal tersebut valid atau tidak. karena kecenderungan tersebut bisa disebabkan karena jelas atau tidaknya soal yang dibuat.

            solusi yang bisa saya tawarkan untuk instrumen tes adalah menggunakan responden selain responden penelitian. misalnya adalah panitia, atau guru, atau kakak tingkatnya. kemudian soal yang sudah valid tersebut diberikan ke peserta tes dengan acak. terima kasih

  94. Silvi berkata:

    Maaf menganggu, pak saya ingin bertanyaa selain melihat correlated item correlation (diskriminasi item) apa ada cara lain utk melihat valid atau tidak nya suatu item?
    Terima kasih

    1. Agung berkata:

      Mohon maaf, sampai sekarang saya blm menjumpai metode lain.

  95. Leny berkata:

    Bagi data nya dong mass. Untuk belajar terima kasih

    1. Agung berkata:

      mohon maaf.. data yang saya gunakan ini belum bisa dipublikasikan. jika mau, gunakan saja data random dan kemudian berlatih. terima kasih