Custom Search

Etika Penelitian: Hindari Perbuatan – Perbuatan ini Selama Penelitian

Penelitian merupakan suatu proses mendalami suatu kebenaran (definisi menurut saya). Selain data dan alat penelitian, karakteristik peneliti sangat mempengaruhi hasil dan kualitas penelitian. Sejak awal pembuatan konsep penelitian, peneliti harus jeli melihat permasalahan dan juga objektif dalam melihat suatu masalah. Selama proses penelitian pun kejujuran sangat dituntut untuk bisa mendapatkan data yang berkualitas.

Hasil penelitian saya ibaratkan hanya sebuah produk yang bisa dengan sangat mudah di duplikasi atau dibajak, seperti layaknya produk – produk lain. Belum lagi ditambah subjektifitas kepada pihak penguasa yang sedang membutuhkan bukti otentik prestasi kinerjanya. Peran peneliti dalam menghasilkan hasil yang objektiv dengan hasil yang apa adanya sangat penting, karena hasil yang ditulisnya biasanya membuahkan hasil implikasi kebijakan lanjutan untuk dapat dikembangkan. Jika hasil yang dibuat hanya berdasarkan “pesanan”, tentu sangat tidak etis dan dapat membahayakan kebijakan yang diambil setelahnya.

Sebuah penelitian memiliki etika penelitian. Etika tersebut jika dilanggar akan menyebabkan sanksi moral peneliti yang  dikenal sebagai plagiator ataupun hal lain yang kurang menyenangkan. Bahkan, orang yang merasa dirugikan bisa melakukan gugatan dengan bukti- bukti yang dimilikinya.

Lalu apa saja perbuatan tercela yang dapat dilakukan peneliti selama melakukan penelitian?

Fabrikasi

Fabrikasi merupakan penelitian yang dikarang – karang. Data fiktif kemudian diolah dengan alat penelitian sehingga merumuskan sesuatu. Mungkin kita berpikir, tidak mungkin saya membuat fabrikasi…. Tapi tunggu dulu, seandainya anda sedang melakukan pengambilan data kuesioner misalnya. Datang pagi pagi dengan semangat, kemudia satu demi satu petani didatangi,ternyata waktu yang anda perhitungkan meleset. Anda membayangkan dapat mewawancarai 50 petani dalam sehari, ternyata hingga pukul tiga sore anda baru menyelesaikan 20 orang saja. Kemudian anda dibisiki rekan “ rata-rata petani disini sama kok, paling datanya ya gitu-gitu aja”. Nah, kalimat itu merupakan salah satu godaan anda untuk melakukan fabrikasi, meskipun tidak seratus persen.

etika penelitian

Proses pengumpulan data

Anda perlu menyadari bahwa untuk data sample yang telah ditentukan, variasi data itu penting meskipun hanya sedikit yang berbeda. Lalu jika data tersebut data sample yang anda karang – karang, data yang anda buat sendiri itu mewakili siapa?

Jangan sampai anda terjerumus dalam fabrikasi, sekecil apapun. Buatlah sebuah logbook agar anda dapat menghindari hal ini. Logbook bisa anda gunakan sebagai bukti bahwa anda tidak melakukan fabrikasi. Di dalam logbook biasanya berisi kegiatan dan output yang telah dilakukan termasuk bukti (phot atau dokumen) sehingga kegiatan yang anda lakukan dapat dimaklumi secara wajar.

Falsifikasi

Setelah mengumpulkan data dengan benar, saat mengolah data berhati – hatilah dengan falsifikasi. Falsifikasi merupakan aktivitas memalsukan dengan mengubah atau melaporkan yang salah, termasuk membuang data yang bertentangan untuk mengubah hasil. Misalnya : anda menjumpai bahwa suatu program kegiatan ternyata tidak efektif dan sebaiknya dihentikan. Namun, atasan anda mengatakan bahwa program kegiatan tersebut harus dilanjutkan. Agar sesuai dengan mandat atasan, anda mengutak atik hasil penelitian sehingga menghasilkan laporan yang menyenangkan atasan anda. Jelas itu falsifikasi

Contoh gampang yang sering terjadi di tingkat mahasiswa : hasil tidak sesuai hipotesis. Kemudian sibuk mengotak atik datanya hingga pengambilan data ulang, masih tidak sesuai dengan hipotesis. Kemudian mulai frustasi dan berniat mengganti topik lain. Bisa terjadi falsifikasi jika mahasiswa tersebut kepepet waktu untuk segera lulus. 

Plagiarisme

Plagiarisme lebih familiar ketimbang perbuatan tercela sebelumnya. Mengutip pernyataan peneliti lain memang tidak dilarang, namun hal itu memiliki aturan yakni memberinya penghargaan dengan mencantumkan sumber dari pernyataan tersebut. Jangan takut jika anda hanya terkesan mencomot – comot pernyataan orang lain dan menggabungkan dalam satu tulisan. Hal itu masih normal sesuai koridor yang ada, justru ide atau tulisan yang anda tambahkan tersebut akan menjadi kuat. Jenis tulisan yang memuat berbagai macam pandangan peneliti biasanya ditulis dalam sebuah review.

Berikut cara mencegah plagiarisme dalam penelitian yang saya kutip dari buku Pedoman Penulisan karya Ilmiah yang dikeluarkan oleh Institut Pertanian Bogor

  1. Meningkatkan kejujuran dan rasa bertanggung jawab
  2. Meningkatkan pemahaman bahwa plagiarisme akan berimplikasi moral
  3. Meningkatkan kecermatan dan kesaksamaan untuk memilah dan menentukan pustaka acuan
  4. Mempunyai rasa percaya diri bahwa rencana penelitiannya bukan contekan
  5. Memiliki keyakinan bahwa data atau informasi dari peneliti lain dengan menyatakan terima kasih atau menyebut sumber tulisan yang dikutipnya
  6. Membuat catatan penelitian agar semua yang dilakukannya terekam dengna baik untuk pembuktian tidak ada pemalsuan data atau hasil penelitian

Adapun cara mencegah kecenderungan plagiarisme dalam penulisan, masih dalam sumber yang sama:

  1. Mengarsipkan sumber-sumber acuan asli sehingga terhindar dari kecerobohan yang disengaja
  2. Memahamai benar maksud tulisan orang lain yang akan dikutip
  3. Mahir membuat parafrase untuk mengungkapkan rangkuman dari berbagai tulisan atau pemikiran orang lain
  4. Menghargai hak kepengarangan dan hak atas kekayaan intelektual,
  5. Menuliskan sumber acuan untuk gagasan atau hasil orang lain sebagai pengakuan dan penghargaan.

Sebagai penutup, saya menekankan bahwa hasil penelitian akan menjadi berguna ditangan peneliti yang memiliki karakter baik dan mampu menghindari perbuatan tercela selama penelitian. Semoga andalah orang tersebut.

Terima kasih sudah berkunjung

Cara Mengeliminasi Data Responden untuk Mendapatkan Model Regresi yang Lebih Baik

Masih membahas regresi, kali ini saya akan mencoba memberikan suatu saran terhadap langkah atau upaya yang mesti dilakukan seandainya jika semua step normal regresi telah dilakukan namun tidak mendapatkan hasil sesuai harapan atau hipotesis. Anda bisa melakukan tehnik eliminasi data responden yang sekiranya dapat mengganggu sebaran data lainnya yang disebut sebagai data pencilan.

Sebenarnya hasil yang tidak sesuai dengan harapan juga sudah merupakan suatu hasil. Peneliti sangat tidak diperkenankan untuk memanipulasi data karena itu sudah melanggar kode etik dan moral sebagai peneliti. Jadi, apapun hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari suatu pengamatan, laporkanlah atau tulislah dengan apa adanya tidak perlu takut bahwa hasil yang anda peroleh berbeda dengan hasil – hasil penelitian lainnya. Justru, kemungkinan hasil yang berbeda yang anda peroleh akan menjadikan variasi hasil – hasil penelitian sehingga menjadi lebih beragam dengan kondisi yang kemungkinan berbeda- beda.

Saya ambil sebuah contoh kasus, kebetulan ini nyata saya alami. Saya pernah tergabung dalam sebuah tim yang meneliti tentang integrasi tanaman perkebunan – sapi. Secara teoritik dan mayoritas dilaporkan oleh peneliti – peneliti sebelumnya, bahwa usaha integrasi tanaman perkebunan – sapi lebih menguntungkan dibandingkan petani yang hanya mengusahakan tanaman perkebunan saja atau ternak sapi saja (tidak terintegrasi). Namun, kenyataannya saya melihat hasil pengamatan dan survey menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan petani integrasi tidak berbeda nyata dengan usaha petani non-integrasi. Tentunya, hal yang perlu digarisbawahi adalah hal tersebut berada pada situasi yang berbeda. Nah, situasi yang berbeda inilah yang perlu saya bahas mengapa hasilnya bisa berbeda dari yang lain. Perlu anda ketahui bahwa pada penelitian sosial ekonomi, penelitian yang sama jika dilakukan di daerah yang berbeda bisa saja menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Data Pencilan

Data pencilan atau outlier merupakan sebuah data yang menyimpang sangat jauh dari data yang lain. Data pencilan ini sangat mempengaruhi statistik kumpulan data tersebut. Ambil sebuah contoh : disebuah desa, terdapat 40 keluarga. 38 keluarga berprofesi sebagai petani, guru, dan buruh. Sedangkan 2 anggota keluarga yang lain berprofesi sebagai anggota Dewan dan pemilik pabrik ternama di Indonesia. Jika kita ambil data aset harta, tentunya kita akan melihat ada dua data yang sangat menyimpang dari kumpulan data yang lain. Inilah yang disebut data pencilan atau outlier. Kita akan mengetahui bagaimana pengaruh data pencilan ini terhadap kebaikmodelan regresi yang dihasilkan.

Guna mengantisipasi anda memperoleh data pencilan, biasanya dosen merekomendasikan anda untuk memperoleh data responden melebihi data minimal yang harus dipenuhi untuk memproses regresi. Misalkan regresi mengharuskan data sebanyak 30 data, anda sebaiknya mencari responden melebihi 30, misalkan 35 atau bahkan 40 responden. Hal ini berguna untuk mengantisipasi anda jika harus melakukan eliminasi data responden. Namun, penentuan responden ini tetap harus mengacu pada tehnik sampling. Semoga suatu saat saya bisa membagi informasi tentang penentuan sampling.

Anda harus bisa membedakan data sampling dan data populasi. Tehnik eliminasi data responden ini bisa anda lakukan jika data yang anda gunakan menggunakan sampling. Jika data anda berupa populasi, tentunya anda tidak diperkenankan menghilangkan data responden meskipun hanya satu orang.

Latihan Tehnik Eliminasi Data Responden

Kita praktekkan langsung agar dapat dipahami dengan mudah bagaimana data pencilan responden, meskipun hanya sedikit ternyata mempengaruhi cukup banyak terhadap hasil regresi.

Saya menggunakan SPSS dengan data mentahnya bisa di download disini.

Data tersebut saya run regresi berganda dan kemudian hasil yang saya peroleh adalah sebagai berikut:

data pencilan mempengaruhi regresi

Data R Square sudah sangat bagus. Nilai F atau uji annova juga sangat baik. Namun jika dilihat koeffisien variabel independennya, hanya X1 yang signifikan dengan nilai p-value signifikan pada 0.00. sedangkan X2 tidak signifikan karena memiliki p value 0.89 atau lebih besar dari 0.05.

Asumsikan bahwa pada latihan ini secara teori dan hipotesis saya bahwa X2 ini seharusnya signifikan mempengaruhi nilai Y.

Sesuai judul dari artikel ini, saya coba akan memeriksa data responden yang berjumlah 35 orang/data ini. Pertama saya akan memeriksa sebaran data X2.

Caranya adalah : pada menu SPSS pilih graphs – legacy dialogs – histogram

data pencilan mempengaruhi regresi

Masukkan variabel X2 kemudian tekan OK

eliminasi data responden

Pada sheet output SPSS akan muncul gambar histogram. untuk melengkapi keterangan gambar, kita klik 2 kali pada gambar tersebut sehingga muncul chart editor pada SPSS. Kemudian pilih elemen –  show data label

regresi berganda

Pilih count pada jendela yang muncul, kemudian klik apply kemudian pilih close. Pada gambar histogram tadi akan muncul angka yang menjelaskan frekuensi.

memilih data responden

Masih belumlengkap rasanya kita tambahkan sebaran normal pada histogram tersebut dengan cara memilih element – show distribution curve.

eliminasi data pada regresi

Kemudian pilih normal pada tab distribution curve pada jendela atauu windows yang muncul. Klik apply kemudian close. Tutup chart editor. Hasil yang kita peroleh adalah sebagai berikut:

histogram

Terlihat sekali bahwa ada tiga data yang dapat dikategorikan pencilan pada gambar tersebut. Satu data pada nilai X2 150 kemudiann dua data pada X2 diantara 200 hingga 250. Ketiga data tersbeut juga diluar dari distribusi normal.

Maka, saya hapus atau eliminasi data responden tersebut. Hapus baik nilai Y, X1 dan X2-nya. Atau jika di SPSS kita cut baris pada data yang akan kita hilangkan. Dalam hal ini saya menghilangkan tiga data, sehingga data saya menjadi 32 data (awal jumlahnya 35 data).

Belum berhenti sampai disini, saya juga melakukan hal yang sama pada variabel X1 dan saya memperoleh hasil grafik histogramnya sebagai berikut:

histogram di SPSS

Pada gambar tersebut juga ada dua data pencilan, yakni data antara 0 sampai 20.000. Data ini juga saya eliminasi karena berada diluar kumpulan data yang lain. Sehingga totalnya saya mengeliminasi 5 data, dan data terakhir tersisa 30 data.

Data yang tersisa kemudian saya regresikan kembali. Hasilnya adalah sebagai berikut:

hasil eliminasi data

Hasil yang saya peroleh saat ini adalah kedua variabel independen berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Nilai p value untuk X2 saat ini adalah 0.025 atau lebih kecil dibandingkan 0.05.

Anda bisa juga menggunakan minitab untuk membuat histogram. Menu graph – histogram, kemudian pilih histogram with fits. Hasilnya sebagai berikut untu variable X2:

tehnik eliminasi data responden

Tehnik eliminasi data responden ini biasanya jarang sekali dipublikasikan karena termasuk salah satu jurus rahasia para pengolah data. Selain itu, karena sangat berdekatan dengan praktek memanipulasi data, maka dosen pun tidak memberikan materi ini di depan kelas. Semakin anda mengerti pola data dan regresi, maka semakin besar godaan untuk mengubah data. Hal ini sangat tidak dibenarkan. Peneliti sangat diharapkan kejujurannya. Teringat akan suatu slogan “ peneliti boleh salah, tapi tidak boleh berbohong”

Demikianlah tehnik eliminasi data responden untuk regresi. Saya sudah banyak membahas tentang regresi, salah satunya adalah tentang regresi logistik. Jika anda ingin membaca artikel lainnya tentang regresi gunakan pencarian / search di blog ini yang terletak di bagian paling bawah. Gunakan kata kunci yang anda inginkan.

Terima kasih telah berkunjung.

Strategi Jitu Menghadapi Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana. Meskipun, ada juga sebenarnya beberapa orang yang masih tetap mengambil mata kuliah reguler setelah atau bersamaan dengan skripsi karena masih kurangnya SKS untuk memenuhi syarat sebagai sarjana. Banyak sekali mahasiswa yang terjebak dengan kerumitan skripsi, mulai dari belum mendapat ide, mendapat dosen yang kurang kooperatif, data yang tidak sesuai dengan hipotesis, proses penelitian yang rumit, masalah keluarga, menikah sambil kuliah, dan lain-lain sebagainya.

Perlu adanya persiapan yang matang untuk menghadapi skripsi jika anda tidak ingin terjebak oleh beberapa kerumitan dan mengalami masa penyelesaian skripsi lebih dari satu semester, bahkan bisa saja hitungannya tahunan, karena anda tidak siap menghadapi permasalahan ini.

Beberapa permasalahan yang mungkin timbul saat anda menyelesaikan skripsi adalah: (anda?, iya anda, karena anda yang sedang membaca artikel ini)

Dosen

Saya tidak mengatakan dosen merupakan masalah dalam penyusunan skripsi. Namun, banyak kasus terdengar mahasiswa tidak selesai – selesai karena mendapat dosen yang killer. Dulu, saya pun berpendapat demikian saat saya belum memahami benar tugas dan peran dosen dalam membimbing mahasiswanya. Perasaan was – was saat pembagian bimbingan dan berdoa agar tidak mendapat dosen yang terkenal melanggenggkan status mahasiswa seseorang.

Namun, kita perlu berpikir positif dari kejadian tersebut. Dosen bersikap seperti itu karena ingin mendapatkan lulusan yang berkualitas. Mahasiswa tidak hanya sekedar lulus, melainkan menyumbangkan sedikit pengembangan ilmu pengetahuan. Jika anda terjebak dalam permasalahan ini, langkah yang harus anda lakukan adalah berusaha kompromi terhadap kemauan dosen dan keinginan anda. Pahami karakter dosen tersebut dan kepakarannya. Seorang dosen tentu akan mengarahkan topik kuantitatif jika dia pakar atau ahli dalam bidang kuantitatif. Jadi anda tidak perlu ngotot untuk berseberangan dengan dosen karena kelulusan anda dipertaruhkan.

Masalah fatal lainnya adalah dosen sulit sekali ditemui. Dosen yang sebentar-sebentar nyebrang keluar negeri. Sebentar – sebentar dipanggil presiden untuk mengatasi masalah negara, sangat sulit sekali berjumpa apalagi diskusi tentang topik penelitian. Anda bisa menanyakan cara untuk menemui dosen tersebut kepada senior atau teman yang kebetulan mendapat bimbingan yang sama. Sehingga, pengajuan beberapa orang tentu akan membuat dosen itu berpikir untuk menyisihkan sedikit waktunya. Atau, jika benar-benar mentok dan waktu dosen itu sangaaat berharga sekali, anda bisa buka skripsi – skripsi terdahulu dengan bimbingan yang sama. Amati gaya penulisan, cara menganalisa, kerangka pemikiran, dan bagaimana ide skripsi itu dialirkan. Saya tidak meminta anda untuk menjiplak hasil kerja orang lain. Tapi percayalah, meskipun memiliki format yang sama dalam satu kampus sekalipun, gaya penulisan seseorang pasti berbeda-beda. Ada yang fokus menjelaskan pembahasan, ada yang bertele-tele di bagian tinjauan pustaka, dan ada yang suka sekali dengan metode penelitian. Dan anda bisa berkomunikasi dengan skripsi tersebut untuk menebak kira-kira kurangnya skripsi anda dimana? Dengan skripsi yang memiliki dosesn pembimbing yang sama, lebih bagus lagi dengan topik yang sama. Saat anda mendapat kesempatan langka untuk diskusi dengan dosen anda, anda sudah bisa dibilang siap, dan biasanya yang tidak bisa kita perbaiki sendiri adalah hasil penelitian. Sehingga dia akan fokus mengoreksi bagian tersebut yang memang menurut saya sangat penting dan itu gunanya bimbingan.

Ide

Masalah kedua yang sering saya dengar adalah mahasiswa belum juga menyusun proposal, padahal 1 semester sudah hampir habis berjalan. Lho kok bisa????

Banyak artikel yang mendorong anda untuk mendapatkan ide, namun saya langsung pada intinya saja. Anda hanya perlu bertanya pada diri anda, kompetensi anda ada dimana? Topik kualitatif atau kuantitatif? Jika anda belum bisa menjawab pertanyaan ini, lihat kembali transkip nilai sementara anda. Perhatikan mata kuliah alat penelitian yang mendapat nilai A. mulailah berpikir dari mana anda bisa mendapatkan ide dari mata kuliah tersebut.

Jangan berlama-lama berpikir, temukan jawaban anda di dalam perpustakaan. Cari skripsi yang sama topiknya dengan matakuliah yang anda sukai itu. Jawabanya “Pasti Ada”. Baca skripsi tersebut dan berpikirlah bagaimana cara anda memodifikasi penelitian tersebut sehingga menjadi sebuah penelitain baru. Modifikasi yang dimaksud bisa saja tempat yang berbeda, penambahan alat analisis, melanjutkan saran penelitian dari output skripsi tersebut (biasanya skripsi ada saran penelitian lanjutan), menggunakan alat analisis yang berbeda, menambah dan mengaitkan dengan situasi dan isu terkini. Tapi jangan lupa, jika anda ingin lulus cepat, jangan menyulitkan diri dengan membuat penelitian yang rumit, misalnya saja analisis pertumbuhan tanaman cengkeh. Padahal tanaman cengkeh tumbuhnya bisa tahunan dan baru berbuah umur 7 tahun.

Malas

Masalah terbesar sebenarnya adalah melawan rasa malas. Biasanya, mahasiswa skripsi sudah tidak mengambil mata kuliah lainnya. Alias full mengerjakan skripsi. Datang ke kampus hanya jika ada undangan seminar proposal, ketemu dosen, menghadiri seminar hasil rekan lainnya yang sama sama mengerjakan skripsi. Sehingga banyak sekali waktu luang. Tidak heran kebiasaan bangun siang, begadang sampai malam hanya untuk nonton anime atau download film, atau malah main game. Kebiasaan kebiasaan baru ini lambat laun menggeser waktu untuk mengerjakan skripsi. Pertama merasa bahwa anda banyak waktu sehingga tak perlu harus sekarang, kedua masih banyak teman yang juga belum mengerjakan atau belum seminar sampi sekarang, ketiga anda merasa bahwa skripsi tinggal nyontek skripsi yang sudah jadi di perpustakaan.

Tanpa anda sadari tiba-tiba waktu menjadi begitu sempit, sebentar lagi satu semester telah habis dan proposal anda belum selesai. Tiba – tiba anda seperti terkejar deadline dan ujung-ujungnya sakit tiphus kemudian menyalahkan skripsi.

Ini perlu diantisipasi sejak awal. Kemalasan pada mahasiswa tingkat akhir dirasakan memang cukup lumrah. Namun, jangan sampai anda tidak memanfaatkan waktu meskipun seandainya tidak ada hal lain yang akan anda kerjakan. Misalnya anda sudah sidang dan dinyatakan lulus, hanya menunggu waktu wisuda. Banyak mahasiswa memanfaatkan waktu luang tersebut dengan wiraswasta, belajar bisnis, menjadi tutor siswa SMU, dan lain sebagainya.

Strategi menghadapi skripsi

Berdasarkan tiga pokok masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa tersebut, saya memberikan beberapa tips strategi menghadapi skripsi. Antara lain:

Persiapkan sebelum waktunya

Sangat disarankan jika anda memiliki rencana kapan anda akan mengambil skripsi. Biasanya mahasiswa sangat mengerti akan hal ini. Satu semester sebelum anda memasuki skripsi, luangkan waktu jeda antar kelas ke perpustakaan. Baca skripsi sesuai yang anda minati. Buat konsep penelitian kumpulkan literatur. Mempersiapkan sebelum waktunya akan membantu anda menemukan masalah – masalah yang mungkin anda hadapi nanti. Tentunya hal ini akan berguna untuk mengantisipasinya.

Mental bertemu dengan orang orang penting

Membuat skripsi berarti anda dimungkinkan menjumpai dosen, pengusaha (jika anda menganalisa tentang usaha seseorang), petani dalam jumlah banyak, konsumen (jika anda melakukan kepuasan pelanggan). Salah satu cara agar anda terlihat percaya diri adalah melatih mental. Jangan sampai anda terlihat tanpa rencana dan tanpa tujuan ketika anda bertemu dengan pihak pihak tersebut. Tatap mata saat anda berbicara dan ungkapkan secara jelas. Hindari perdebatan saat melakukan bimbingan, namun pastikan dosen anda mengerti apa yang ada di dalam pikiran anda, sehingga terjadi pertukaran informasi yang berujung dengan perbaikan naskah anda.

Latihan berbicara didepan umum

Menghadapi seminar proposal dan seminar hasil dipastikan anda akan berbicara di depan umum meskipun itu adalah teman atau rekan anda sendiri. Jangan sepelekan waktu presentasi yang hanya berdurasi 15 menit. Waktu tersebut bagi sebagian mahasiswa adalah waktu terlama dalam hidupnya. Terkadang mereka tidak mampu membahas apa yang telah mereka kerjakan sehingga sangat terkesan hanya membaca slide powerpoint. Powerpoint yang baik hanya berupa poin – poin yang ingin anda sampaikan. Bukan pargaraf yang harus anda baca saat presentasi.

Berlatihlah di depan cermin. Tatap mata anda sendiri dan berbicaralah seperti anda dalam seminar tersebut.buatlah badan anda terlihat santai dengan gerakan yang tidak berlebihan. Saat anda presentasi nanti, tatap kepala audiense jika anda grogi menatap matanya.

Buat target penyelesaian

Guna mengatasi rasa malas, buatlah target penyelesaian. Buat tahapan – tahapan yang akan anda lakukan. Misalnya bulan januari anda membuat pendahuluan. Berarti pada bulan januari tersebut aktivitas anda disibukkan dengan mencari bahan literatur untuk membuat pendahuluan. Jangan pikirkan bab yang lain. Terus berikutnya sehingga anda merampungkan kesemua bab.

Pahami hakekat skripsi

Tujuan skripsi bagi mahasiswa adalah menulis karya tulis dan merasakan bagaimana proses penelitian, dari mencari literatur, mengumpulkan data, dan menyusun sebuah karya tulis. Terkesan sangat klasik sih memang…juga terkesan mau amannya saja. Tapi menurut saya, memang itulah dasar tujuan skripsi. Jika anda seorang mahasiswa yang idealis dan ingin membuat penelitian yang tidak biasa dari yang lain, tentu tidak salah. Tapi saya menyarankan sebaiknya idealisme tersebut anda gunakan saat anda menjadi dosen atau peneliti. Jika anda memahami maksud tujuan skripsi ini, maka anda bisa akan lebih luwes dalam “negosiasi” saat diskusi dengan dosen bimbingan anda.

Hadapi dengan senyuman

Jika anda menjumpai draft skripsi anda dicoret – coret, maka berita baiknya adalah anda akan memiliki banyak pekerjaan untuk membunuh waktu luang yang anda miliki. Jangan terlalu dibawa perasaan bahwa dosen anda tidak menyulai tulisan atau gagasan anda. Hal itu masih sangat wajar jika dibandingkan penolakan sebuah publisher pada jurnal yang saya kirim ke publisher tersebut. Atau pada penolakan atasan jika melihat kinerja bawahannya tidak baik. Alam dunia kerja masih lebih kejam dibandingkan dunia kemahasiswaan. Jadi nikmatilah proses tersebut. Jadikan itu sebagai suatu pembelajaran.

Jangan lupa berolahraga

Menghadapi rasa malas salah satunya adalah berolahraga. Ajak rekan anda untuk bermain futsal, atau setiap pagi keliling kampus lari pagi. Pikiran anda akan terasa lebih fresh yang kemudian diharapkan ada ide yang mengalir. Ingat, banyak yang berpendapat bahwa kerja otak kiri harus diimbangi oleh kerja otak kanan. Jadi asahlah kreatifitas anda dengan berolahraga, atau sekedar mendengarkan musik. Saat berolahraga lupakan masalah skripsi.

Kerjakan, bukan pikirkan!

Stress menghadapi suatu pekerjaan biasanya lebih disebabkan karena anda hanya memikirkan pekerjaan terebut, tetapi anda tidak mengerjakannya. Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir, sehingga otak terbebani oleh apa yang pernah anda pikirkan. Biarkan ide anda mengalir melalui draft atau naskah yang anda kerjakan. Gerakkan badan anda menuju ke perpustakaan ketimbang anda berpikir besok anda akan datang ke tempat tersebut.

Anda tetap harus berpikir saat anda ingin membuat kerangka pemikiran atau menentukan poin poin yang akan anda buat di dalam draft skripsi. namun, jangan biarkan itu mengendap di kepala anda, segera tulis apa yang menjadi ide dan segera lakukan.

Semoga tulisan saya ini adalah tulisan yang anda butuhkan, bukan tulisan yang ingin anda baca.

Terima kasih telah berkunjung.

Page 5/23First...456...1015...Last