Cara membuat custom Area of Interest di GEE

Saat melakukan pengolahan data spasial, biasanya kita menggunakan AOI (Area of Interest) dari peta umumnya seperti batas kabupaten. Kita hanya melakukan download data peta administrasi tersebut kemudian menguploadnya di GEE (Google Earth Engine) pada tab asset. Lalu, bagaimana jika kita menginginkan custom area of interest seperti batas area sawah atau kebun dalam GEE?

Apa Itu Area of Interest

Singkat kata, Area of interest adalah objek penelitian dalam pengolahan data spasial. Jika kita melakukan klasifikasi sebuah area misalnya, tentu kita harus menyediakan lokasi khusus area tersebut. Saya sebagai orang awam, cukup unik menemukan cara membuat custom area of interest ini.

Kita akan menggunakan setidaknya tiga software, google earth, aplikasi web online KML to SHP Converter Online – MyGeodata Cloud, dan google earth engine.

Langkah pertama, membuat shape/polygon di google earth. Gambar dibawah ini adalah contoh saya membuat polygon, yakni wilayah danau toba. Anda bisa saja membuat polygon lain sesuai kebutuhan, misalnya batas kebun, sawah, dan lain-lain. Sebagai informasi, Saya mengalami kesulitan dalam membuat area of interest di danau toba. Terdapat enam kabupaten yang memiliki perbatasan di danau toba. Sehingga jika kita menggunakan batas kabupaten dan melakukan merger, tentu akan menemukan tingkat sulit yang tinggi.

polygon pada google earth

Kemudian kita mengeksport atau save as polygon tersebut dalam format KML. Cukup anda klik kanan kemudian pilih save place as..

Selanjutnya kita membuka website mygeodata.cloud untuk mengkonversi KML tersebut menjadi format SHP. Setelah kita mendownload hasil konversi SHP online tersebut, maka file diekstraxt terlebih dahulu, direname tanpa spasi. Selanjutnya kita membuka GEE atau Google Earth Engine dan mengimpor file SHP tersebut. Sebagai catatan, kita pada saat klik import file, masukkan sekaligus file yang berformat shx, dbf, dan shp. Sebenarnya, kita pun dapat melakukan konversi pada file yang berformat kmz. Namun, saat menulis ini, saya menggunakan format KML.

Anda pun bebas melakukan analisa klasifikasi menggunakan Area of Interest.

Selamat belajar!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *