Custom Search

Keuntungan Vertiminaponik

Melanjutkan posting beberapa bulan yang lalu mengenai cara pembuatan vertiminaponik, disini saya akan menjelaskan beberapa keuntungan vertiminaponik. Beberapa keuntungan yang dapat dicapai dari vertiminaponik ini adalah :
  • Memperoleh hasil ikan dan sayuran sekaligus. Dalam hal ini, kita memiliki pekarangan yang bisa swasembada sayuran dan protein dalam skala rumah tangga. Jika ingin menyeduh mie instan dengan campuran daun kangkung atau sawi, kita hanya perlu berjalan keluar rumah dan memetik sayur yang kita inginkan. Tentunya sayur ini segar karna langsung dipetik dan pastinya bersih karena kita tau kondisi pekarangan kita sendiri. Begitupun dengan lauknya. Ikan lele, bawal, nila. Pilihan yang menarik untuk dimasak dengan kondisi masih segar.
  • Hemat tempat. Tak perlu menyewa lahan berhektar-hektar untuk menanam kangkung. Apalagi kondisi Jakarta yang makin lama makin sempit, tentunya inovasi seperti ini sangat dan sangat diperlukan. Dalam satu tabung bisa menghasilkan produk pangan yang tidak kalah gizinya dengan yang lainnya
  • Terjamin Organik. Sayuran yang hidup tersebut mengkonsumsi kotoran ikan yang berenang dibawahnya. Tentunya kondisi ini menjamin bahwa produk sayuran yang ditanam ini jelas organik. Jika ditambahkan pestisida atau pupuk, tentunya akan mempengaruhi kehidupan ikan yang dipelihara. Jadi, keseimbangan ekosistem mini diperlukan di sistem ini.
  • Tidak perlu menyiram tanaman setiap hari. Air yang dipompa akan terus menerus mengaliri tanaman penghias atau tanaman sayur vertiminaponik ini. Sehingga sistem ini sangat cocok bagi anda yang sedikit sekali memiliki waktu untuk meluangkan dirinya mengurusi tanaman. Apalagi dengan kondisi padatnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya membuat manusia semakin terburu-buru menghadapi kendala macetnya di jalanan. Hanya saja, pastikan bahwa pompa air menyala sehingga sirkulasi air dapat terus berjalan
  • Design menarik. Bagi anda yang memiliki hobi mendesign ruangan atau taman, tentunya vertiminapinik ini dapat disulap menjadi design yang lebih menarik lagi. Tidak hanya tangki air dan tanaman kangkung seperti photo yang saya tampilkan. Bisa saja ini vertiminaponik ini menghiasi restoran, rumah makan dengan design yang lebih bagus dan dapat memanjakan mata para konsumen.

 

 

Selain keuntungannya, vertiminaponik juga ada kekurangannya. Kekurangannya terletak pada mahalnya biaya pembuatan. Biaya pembuatan 1 set sederhana saja bisa menghabiskan kira-kira 3 juta. Kemudian media tanam harus diganti secara berkala tergantung tanaman yang digunakan minimal tiga kali penanaman karena vermikompos akan tergerus oleh air yang mengalir. Hal ini membuat adanya biaya penggantian atau perawatan.

Vertiminaponik

Vertiminaponik merupakan sistem yang memodifikasikan aquaponik dengan budidaya ikan dan sayuran sekaligus, sehingga cocok dengan kondisi perkotaan yang lahannya terbatas. Ikan yang dapat dipelihara melalui teknologi ini adalah semua ikan air tawar terutama ikan yang tidak membutuhkan ketersediaan oksigen dalam air yang tinggi seperti lele, bawal, nila, dan lain-lain. Sistem ini memanfaatkan kotoran ikan sebagai bahan organik atau sumber hara bagi sayuran yang ditanam, sedangkan sayuran tersebut juga berfungsi
sebagai penyaring air yang dibutuhkan dibutuhkan oleh ikan yang dipelihara.
Sistem vertiminaponik dapat dijelaskan melalui gambar disamping. Air di dalam tangki air dialirkan ke tempat tanaman sebagai bahan hara bagi tanaman sekaligus penyaring air. Lapisan pertama pada tempat tanaman tersebut adalah kerikil. Kerikil ini harus bersih agar saluran air berjalan lancar. Fungsi kerikil pada tanaman ini adalah agar aliran air dapat berjalan lancar karena kerikil akan menciptakan rongga pada media tanaman. Media tanam dilindungi oleh kain kassa agar tidak ikut larut dengan aliran air ke dalam tangki air. Media tanam dibuat dari campuran batu zeolit ukuran 3, dengan vermikompos dengan perbandingan 1,5 batu zeolit : 1 vermikompos. Lapisan media tanam di dalam kain kassa tersebut terdiri dari dua lapisan. Lapisan pertama pada dasar kain kassa adalah lapisan batu zeolit ukuran 3 setinggi sekitar 3 cm. lapisan ini berfungsi untuk mencegah larutnya vermikompos ke dalam aliran air. Lapisan berikutnya adalah lapisan media tanam.
Kegiatan ini dilakukan di BPTP Jakarta.

 

 

Metode Pengomposan

Metode ini dibedakan menjadi dua, yakni 1) Indore Heap methode (bahan dikompos di atas tanah) dan 2) Indore Pit Methode (bahan dipendam di dalam tanah). Metode Indore sesuai diterapkan di daerah yang bercurah hujan tinggi. Lama proses pengomposan lebih kurang tiga bulan. Bahan dasar yang biasa digunakan adalah campuran sisa tanaman, kotoran ternak, tanah, dan abu sisa pembakaran.
Indore Heap methode : bahan kompos ditimbun secara berlapis-lapis setebal 10-25 cm dan bagian atasnya ditutupi kotoran ternak yang tipis untuk mengaktifkan proses, kemudian disiram dengan campuran pupuk kandang dan abu. Ukuran tumpukan berkisar 2,5 x 2,5 m dengan tinggi 60 cm. Pembalikan pada hari 15, 30, dan 60 bertujuan agar pengomposan bisa berlangsung lebih cepat.
Indore Pit methode : Lakukan penggalian tanah pada tempat yang relatif tinggi dan mempunyai pengaturan yang baik. Ukuran lubang 150 – 200 cm, kedalaman 80-100 cm. Bahan dasar kompos tersebuut dimasukkan ke dalam lubang, disusun berlapis dan lakukan pembasahan secukupnya. Setiap pembalikan lakukan pembasahan agar bahan terjaga. Untuk mempercepat proses pengomposan, dapat ditambahkan EM4 disetiap lapisan bahan kompos.
Sumber : Aminah, Syarifah; Soedarsono, Gatot B; Sastro, Yudi; 2003; Teknologi pengomposan; Jakarta; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Page 22/23First...510...212223