Menambang data dan mencari ide selama survey

Tidak bisa dipungkiri bahwa data merupakan input penting bagi seorang peneliti. Tidak ada data kemungkinan tidak ada tulisan karya ilmiah, meskipun sebenarnya bisa menggunakan alternatif review. Data bahkan sebenarnya bisa disimpan untuk digunakan dikemudian hari jika ide penulisan muncul kembali. Berikut ini ulasan opini keuntungan dan kelebihan mencari dan menambang data selama penelitian.

Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa artikel ini membahas tentang penelitian sosial ekonomi, bukan penelitian eksakta. Pemahaman saya pribadi, tidak ada istilah mencari data pada penelitian eksakta karena konsep pengamatan sudah baku sejak awal. Sedangkan penelitian sosial ekonomi masih memungkinkan mencari data yang lain diluar lingkup topik penelitian yang dikerjakan.

Mencari ide selama survey

Bagaimanapun, aktivitas survey merupakan salah satu acara yang mempertemukan peneliti dengan responden, entah itu petani ataupun nelayan. Pertemuan yang diiiringi dengan diskusi kedua belah pihak besar kemungkinan melahirkan ide-ide baru selama penelitian. Ide itu bisa bersifat lokal atau nasional bahkan mungkin saja ide untuk penulisan jurnal internasional.

Kita bisa leluasa berpikir bebas tentang pencarian ide baru ini dengan syarat: pertama, konsep topik penelitian yang sedang dilakukan sudah memiliki arah yang jelas. Pada saat anda berpikir ide baru, maka saat itu anda sedang mengesampingkan ide utama yang akan ditulis sendiri ataupun bersama rekan. Hal ini akan sedikit berbahaya jika anda sendiri belum jelas arah analisis, pengolahan, dan bayangan sistematika pada penulisan. Jika konsep penelitian utama belum jelas, sebaiknya kesampingkan dulu mencari ide lain selama survey. Saran pada langkah ini adalah menuliskan semua konsep dan arah penelitian pada sebuah note atau memo.

Kedua, banyak literatur dan banyak membaca. Semakin luas pemahaman kita tentang ilmu, maka kita akan semakin sensitif terhadap fenomena. Sehingga saat kita berdiskusi dengan responden, saat dia bertanya tentang kenaikan harga dan gagal panen, otak kita sudah menyambungkannya dengan teori permintaan dan penawaran. Contoh lain, saat responden mengeluhkan kekurangan layanan sebuah vendor, maka otak kita sudah membayangkan tentang teori kepuasan pelanggan, dan lain-lain.

Menambang data selama survey

Sudah seyogyanya terdapat aktivitas pengamatan dan pengumpulan data selama penelitian. Hal ini karena aktivitas pengambilan data merupakan bagian dari penelitian. Namun, beberapa peneliti biasanya memanfaatkan kegiatan survey untuk mencari data yang lain. Misalnya saja topik yang akan dibahas pada penelitian adalah jalur tataniaga, namun bisa saja pencarian data diperluas hingga strategi pemasaran atau perhitungan efisiensi usahatani.

Hal ini untuk mengantisipasi suatu saat membutuhkan data yang lebih atau ketika merenung sendiri dan bisa menggunakan data yang pernah diambil saat survey. Inilah yang saya maksud dengan aktivitas menambang data. Namun, saya sendiri termasuk orang yang kurang setuju dengan aktivitas menambang data karena akan mengganggu efisiensi terutama waktu selama penelitian. Terlebih jika kita ditarget jumlah responden yang harus diselesaikan dalam sehari. Jadi sangat perlu mempertimbangkan waktu penelitian dan target responden yang harus dikumpulkan. Apalagi data tersebut belum tentu akan digunakan, dan pengalaman saya malah data itu jarang dibuka lagi.

Oleh sebab itu, jika anda ingin menambang data sebaiknya dilengkapi sebelum turun survey dengan konsep dan arah karya tulis ilmiah yang akan ditambahkan menjadi output tambahan dari kegiatan survey. Bila perlu sudah lengkap dengan alat analisisnya akan menggunakan apa (misalnya menggunakan regresi tobit) Ini  akan mengikat dan lebih terorganisir terutama menjamin bahwa data tersebut memang benar benar akan dipakai.

Selamat Belajar

Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

You May Also Like