Aspek penting yang terkadang dilupakan saat mendesiminasikan teknologi pertanian

Diposting pada

Diseminasi adalah upaya penyebaran informasi tertentu terhadap suatu kelompok dengan tujuan agar mereka mengikuti dengan sadar informasi yang disampaikan serta mengajak orang lain mengikuti hal yang sama. Informasi yang disampaikan bisa berupa sebuah inovasi teknologi yang berbeda dengan teknologi eksisting.

Bekerja disebuah institusi diseminasi teknologi, tentunya memberikan pengalaman yang berharga dalam melakukan kegiatan diseminasi tersebut. Terutama di bidang spesifik, pertanian. Berbagai macam diseminasi pernah dilakukan baik dengan media elektronik, visual audio dengan animasi yang terus berkembang, maupun dengan metode pertemuan langsung dengan kelompok sasaran atau petani. Diantara metode yang digunakan, pertemuan tatap muka memang yang paling efektif karena kita bisa melihat respon langsung penerima informasi. Meskipun kebanyakan pendengar diam selama acara berlangsung, namun tatapan mata, gerak badan dan respon mereka terhadap sesama merupakan komunikasi pasif yang menandakan keberhasilan atau tidak bagi pemateri.

Selain pengalaman terkait cara mendiseminasikan sebuah informasi teknologi, ternyata ada beberapa catatan penting yang sepertinya perlu ditindaklanjuti agar diseminasi bisa berjalan dengan baik terutama di masa mendatang. Bagaimanapun, diseminasi mirip seperti promosi produk yang menginginkan konsumen tetap loyal menggunakan produk yang diperkenalkan. Ketika berbicara produk maka kita akan membahas kepuasan pelanggan dan pemenuhan mutu. Memperkenalkan sebuah teknologi tanpa mengetahui keinginan pengguna adalah sebuah langkah yang sia sia karna hasilnya bisa diduga tidak tepat sasaran.

Sebagai contoh, diseminasi benih padi dengan potensi produktivitas yang terus diupgrade ternyata mengalami difusi yang lambat. Benih tersebut memang bagus saat ditanam di demplot, namun ketika tim datang satu dua tahun kemudian, tidak ada yang tersisa dari kegiatan diseminasi tersebut. Contoh ini bukan menggeneralkan semua diseminasi benih yang dilakukan karena ada beberapa benih yang memang langsung disambut baik dengan penggunaan yang tinggi di kalangan petani.

Beberapa hal yang sepertinya perlu diperbaiki selama persiapan proses diseminasi adalah kelengkapan informasi teknologi, kelengkapan komponen pendukung, dan kelengkapan atribut.

Informasi teknologi belum matang

Diseminasi teknologi pertanian biasanya memperkenalkan sebuah teknologi yang berasal dari satu atau beberapa penelitian. Terkadang, upaya penelitian dan diseminasi dilakukan bersamaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Padahal, sebuah penelitian tidak diwajibkan untuk menemukan hasil yang sama dengan hipotesis. Penelitian adalah pengujian dari hipotesis yang bisa berarti sama dan bisa tidak sama dengan hipotesis awal. Apapun hasilnya, bukanlah penelitian yang keliru, karena begitulah cara kerja penelitian.

Namun hal ini ditanggapi dengan berbeda oleh konsumen karena penelitian yang dilakukan bersamaan dengan diseminasi. Alhasil, ketika terjadi produktivitas yang rendah petani langsung berasumsi bahwa varietas yang sedang diperkenalkan tidak layak untuk ditanam.

Seyogyanya paket teknologi yang diperkenalkan petani adalah paket yang telah lengkap dan telah teruji dengan skala pilot, meskipun tetap perlu dilakukan uji adaptasi setempat. Jangan sampai karena semangat spesifik lokasi, alasan “kurang cocok” secara agroekologi terus digunakan saat hasil tidak diharapkan.

Komponen pendukung tidak memadai

Sebagai orang ekonomi, hal yang menarik untuk ditelisik saat diperkenalkan teknologi baru adalah apakah perubahan atau teknologi tersebut bisa menambah penghasilan. Namun, hal ini tampaknya kurang diperhatikan bagi peneliti yang berlatar belakang agronomi. Pandangan peneliti agronomi adalah bagaimana meningkatkan produktivitas setinggi tingginya dengan umur tanaman yang pendek.

Ada pandangan yang belum match disini. Padahal secara ekonomi, input memiliki kurva yang berbentuk exponensial atau s -curve (kurva pertumbuhan) yang akan mengalami dua fase penting, increasing reurn dan deminishing return. Increasing return adalah suatu kondisi dimana penambahan input akan menghasilkan penambahan output yang lebih besar. Sedangkan deminishing return merupakan suatu kondisi dimana penambahan input menghasilkan penambahan output yang lebih kecil.

Melihat pandangan dari sisi micro ekonomi tersebut, tentu hal ini belum terlihat jika hanya mengandalkan indikator B/C ratio sebagai aspek ekonomi terhadap paket teknologi. Bagaimanapun usahatani merupakan aktivitas ekonomi yang tidak lepas dari teori biaya tersebut.

Alhasil, sering terdengar potensi hasil sebuah varietas unggul baru tinggi tapi kurang terdengar dilapangan. Setelah ditelisik ternyata varietas tersebut membutuhkan input yang tinggi dengan alasan harga input tinggi. Alasan tersebut sebenarnya menunjukkan dua hal, pertama bahwa penyebutan harga tinggi mengindikasikan bahwa posisi usahatani berada pada demishing return, artinya petani menganggap hasil yang diterima tidak sepadan dengan input yang dikeluarkan. Atau kedua, modal tidak dimiliki untuk membayar diawal input yang mereka gunakan. Alasan kedua inilah yang sering kita dengar sehingga pemerintah memudahkan dengan pengeluaran kredit usaha rakyat. Apakah ada yang meneliti terhadap alasan pertama? Mungkin ada tapi masih sedikit jumlahnya.

Atribut penjelas belum lengkap

Seperti yang sudah disampaikan di awal artikel ini, bahwa diseminasi merupakan salah satu salah satu kegiatan untuk memenuhi mutu konsumen. Kami pernah melakukan penelitian terhadap preferensi petani terhadap penggunaan paket teknologi, dengan tujuan komponen apa yang sebenarnya diinginkan petani dalam sebuah paket teknologi. Salah satu hasilnya adalah bahwa petani menginginkan paket yang low input namun tinggi produktivitasnya. Sepertinya mimpi ya.. sebuah varietas yang low input tapi produktivitas tinggi. tapi jika kita melihat tanaman tanaman asli seperti varietas lokal mereka sudah terbiasa dengan kondisi ini. Atau ketika kita berbicara perkebunan dengan tanaman asli seperti pala dan cengkeh di Maluku, mereka melakukan pemeliharaan yang minim karena tanaman tersebut memang benar benar sesua dengan agroekologi di habitat aslinya. Jadi, syarat yang diinginkan petani pada hasil penelitian tersebut sebenarnya bukanlah mimpi.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download dan dibaca dengan seksama pada artikel yang berjudul Farmer Preference to High Elevation Rice Technological Packages for Accelerating Technological Dissemination. Data data yang diperoleh dari lapangan dilakukan proses perhitungan data dianalisis menggunakan analisis importance performance analisis yang bisa juga digunakan untuk evaluasi kegiatan program penyuluhan.

Pada artikel ini, contoh yang diberikan adalah varietas unggul baru yang berupa produk fisik. Pengenalan teknologi akan lebih sulit jika berupa cara atau proses karena tidak berwujud. Komponen dan atribut informasi yang jelas pada informasi teknologi akan membantu penyuluh memenuhi keinginan konsumen yakni petani.

Selamat Belajar

Gambar Gravatar
Data analyst sekaligus researcher. Pernah mendalami production scheduling dalam manufacture. Melalui blog ini menyalurkan hobi menjadi statistical consulting dan menghimpun statistical process control software.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *