Split splot merupakan salah satu rancangan percobaan yang memiliki dua factorial atau lebih. Keistimewaannya, Spit Splot memiliki ciri adanya memiliki petak utama dan anak petak. Petak utama dan anak petak ini biasanya ditentukan dari factorial itu sendiri. Misal ada dua factor, salah satu disebut petak utama yang lainnya menjadi anak petak.

Jika digambarkan ini seperti hierarki dimana setiap perlakuan memiliki anak turunan dengan anak petaknya. Duh, ribet ya membayangkannya? Contohnya : misal ada dua factor dosis pupuk (A, B, C) dan varietas (X, Y, Z). dalam pembuatan rancangannya ditentukan 3 petak utama yakni X, Y, dan Z. dimana masing masing petak utama tersebut didalamnya ada petak yang lebih kecil dengan perlakuan pupuk dimasing masing (X,Y, dan Z), yakni dosis pupuk A, dosis pupuk B, dan dosis pupuk C. itu dikatakan satu ulangan. Jumlah frekuensi disesuaikan dengan ulangan yang ditentukan. Ulangan bukan ulangan “ujian” ya…

Apa beda dengan RAL dan RAK biasa?

Yang paling terlihat adalah masalah pengacakan. Pada model RAL biasa tidak ada pengelompokan. Semua random dengan asumsi homogen. Sedangkan di RAK biasa ada pengelompokkan yang berdasarkan pengulangan, bukan pengelompokkan berdasarkan factor. Jadi artinya dalam split splot ini ada gabungan antara pengulangan factor dan pengulangan karena pengulangan itu sendri (baca: Ral dan Rak dua faktorial    )

Split Splot RAL dan Split Splot RAK

Untuk lebih jelasnya split splot RAL, perhatikan gambar berikut:

gambaran split splot pada RAl

N pada gambar ini merupakan petak utama, sedangkan V merupakan anak petak, tentu kondisinya homogen. Terlihat bahwa yang terjadi adanya pengaturan kelompok. Tidak lagi acak sempurna seperti RAL biasanya.

Sedangkan split splot RAK bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

gambaran atau ilustrasi split splot pada rak

Ada pengelompokkan berdasarkan factor yakni N sebagai petak utama. Dalam hal ini menggunakan bloking sehingga didalam petak utama mencerminkan satu ulangan untuk semua perlakuan. Jadi bisa dikatakan blok 1 merupakan ulangan 1 pada RAK biasanya, blok 2 adalah ulangan 2.

Oke, langsung saya skrip pada SAS sebagai berikut untuk yang RAL:

data faktorial;
input kadar_air pupuk jaraktanam    ulangan;
cards;

37.19   1       1       1
37.83   1       1       2
41.29   1       1       3
39.45   1       1       4
39.72   2       1       1
36.47   2       1       2

//dst..

proc glm data=faktorial;
class pupuk jaraktanam ulangan;
model kadar_air=pupuk ulangan(pupuk) jaraktanam pupuk*jaraktanam;
test h=pupuk e=ulangan(pupuk);
means pupuk/duncan e=ulangan(pupuk);
means jaraktanam/duncan;
run;

sedangkan skrip SS untuk RAK Split Splot adalah sebagai berikut:

data faktorial;
input kadar_air pupuk jaraktanam    ulangan;
cards;

37.19   1       1       1
37.83   1       1       2
41.29   1       1       3
39.45   1       1       4
39.72   2       1       1
36.47   2       1       2

dst..

proc glm data=faktorial;
class pupuk jaraktanam ulangan;
model kadar_air=ulangan pupuk ulangan(pupuk) jaraktanam pupuk*jaraktanam;
test h=ulangan pupuk e=ulangan(pupuk);
means pupuk/duncan e=ulangan(pupuk);
means jaraktanam/duncan;
run;

Terima kasih sudah berkunjung, selamat belajar!

Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *