Keberanian dan harapan itu harus tetap hidup!

Sebagai seorang peneliti, menulis adalah keharusan. Ilmu yang sedang ditekuni oleh peneliti tidak selebar daun kelor dan terus berkesinambungan sampai masa mendatang. Ilmu terus mengupdate dirinya sampai benar-benar menemukan kebenaran hakiki. Oleh sebab itu, umur peneliti tidak akan cukup untuk mengikutinya seperti einstein yang temuannya diteruskan orang lain hingga sekarang.

Hal yang perlu dikhawatirkan pada kondisi saat ini adalah kebebasan berpendapat melalui tulisan itu terasa dikekang disaat penilaian indeks kebebasan berbicara meningkat. Apakah itu merupakan bagian dari kehati-hatian, ataukah memang sebagai implementasi dari kebebasan yang bertanggung jawab?

Pada kenyataannya, jalan peneliti untuk menemukan kebenaran hakiki terkadang dibelokkan oleh keinginan pihak lain. Penelitian yang biasanya membutuhkan proses untuk menyimpulkan, peneliti justru diminta beberapa poin pembenaran untuk program yang telah dijalankan sebelumnya. Sayangnya, kebenaran hakiki tidak akan pernah tertutupi oleh berjuta kebohongan dan akan muncul untuk mengatakan kehadirannya.

Oleh sebab itu, peneliti seyogyanya diberi kebebasan sebebas bebasnya untuk menggunakan pikirannya, metodenya untuk hidup dalam alam kebebasan berpikir. Biarkan mereka bebas menentang atau setuju apapun dengan rasa, rasio dan akal budinya. Mereka boleh salah tapi harus jujur karena hanya itu jalan mengantarkannya kepada kebenaran. Namun yang jelas, mereka tidak akan menjual integritasnya hanya sebatas jabatan, harta, atau tahta. Selamanya dia akan memberi apa adanya tanpa bermuka dua.

Semua itu akan terjadi jika peneliti memiliki nyali untuk tetap menyalakan keberanian dan harapan. Berani untuk tetap berbicara kebenaran meskipun hanya angin yang mendengar. Tetap semangat ilmuwan dan periset Indonesia!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *