Home » Karya Tulis Ilmiah » Tata Cara Penulisan Judul Karya Tulis Ilmiah

Tata Cara Penulisan Judul Karya Tulis Ilmiah


Menentukan judul karya tulis ilmiah perlu untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan saat kita ingin menelusuri paper atau karya tulis ilmiah di internet, biasanya sebelum kita membuka paper tersebut kita akan membaca judulnya. Diantara judul judul yang ditawarkan oleh google atau indeks sebuah jurnal, kita tentu akan memilih judul yang menarik yang sesuai dengan tujuan pencarian. Inilah pentingnya memahami judul karya tulis ilmiah yang baik.

Banyaknya sitasi akan meningkatkan profile penulis baik pada profile scholar ataupun scopus. Maka penting untuk menerapkan judul yang sesuai dan sedikit menarik perhatian dibandingkan judul yang lainnya.

Judul karya tulis ilmiah yang baik

Berbeda dengan artikel bebas, judul karya tulis ilmiah memiliki beberapa kaidah yang umum meskipun tidak tertulis. Hindari judul yang panjang karena akan membutuhkan space yang banyak saat muncul di pencarian. Judul karya tulis ilmiah yang baik memiliki jumlah sesingkat mungkin namun cukup mendeskripsikan apa yang telah dilakukan dan dihasilkan oleh penelitian. Hindari penggunaan kata “belajar tentang” atau “pemahaman tentang” atau “studi tentang”, karena karya tulis ilmiah ditulis berdasarkan penelitian atau pemikiran, jadi sudah pasti penggunaan kata itu lebih kearah mubadzir. Biasanya judul hanya dibatasi 15 sampai 20 kata.

Judul umumnya berakhir dengan titik, bukan tanda tanya Karena judul biasanya merupakan kalimat positif yang menjawab pertanyaan atau kalimat tanya dari pembaca yang mencari sumber referensi.

Judul yang baik mencerminkan tujuan dari penelitian atau pemikiran yang sedang dituangkan. Jika tujuannya ingin mencari strategi pengembangan, maka sudah sepantasnya kata strategi pengembangan ada dalam judul. Jika tujuan penelitian ingin mencari faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, maka sepantasnya kata kepuasan pelanggan atau faktor yang mempengaruhi pelanggan ada dalam judul. Hal ini akan memudahkan pembaca menebak sedikit isi dari penelitian sehingga bisa memutuskan untuk membaca dan mensitasinya.

Hal inilah yang menyebabkan penulisan judul sebaiknya dilakukan setelah KTI sudah selesai ditulis atau bagian akhir dari proses penulisan KTI. Meskipun biasanya pada tahapan proposal judul sudah harus disiapkan, namun revisi judul masih bisa dilakukan setelah semua proses penelitian hingga penulisan dilakukan. Ketika KTI sudah berhasil ditulis dari abstrak hingga kesimpulan, barulah akan muncul ide untuk menuangkan dalam bentuk judulnya.

Judul mencerminkan metode dan hasil

Beberapa judul yang dijumpai biasanay menampilkan metode yang digunakan jika pembaruan yang dilakukan dalam pemikirannya adalah sebuah metode. Misalnya “ Simulasi Pupuk menggunakan model sistem dinamis”. Pada judul ini ketika orang membaca ada dua informasi penting yakni tentang simulasi pupuk sebagai bahan tulisan dan model sistem dinamis sebagai metode yang digunakan.

Selain metode yang ditekankan, judul dapat ditulis dengan memaparkan sedikit hasil yang dominan pada hasilnya. Coba perhatikan beda judul dibawah ini: “Pengaruh Lahan Sawah terhadap Produksi Padi Nasional” dengan “Faktor -faktor yang mempengaruhi produksi padi nasional”

Keduanya bisa saja sebuah judul tentang pembahasan yang sama. Namun judul pertama lebih menekankan sebauh faktor yang  dominan pada hasil, tanpa menghilangkan faktor faktor yang lain. Jadi jika ada pembaca mencari literatur tentang lahan bisa memilihnya. Pun demikian kepada pembaca yang ingin mencari faktor produksi padi. Sehingga jangkauan pembaca yang akan memilih kti tersebut bertambah luas.

Namun, hindari mencantumkan hasil pada judul. Misalnya “Luas Lahan berpengaruh positif terhadap produksi padi nasional”. Selain informasinya menjadi tidak lengkap karena keterbatasan jumlah kata dalam judul, model judul ini juga akan memberikan informasi yang tidak utuh karena mengarahkan pembaca untuk tidak membaca bagian lain selain judul mislanya abstrack, kesimpulan, latar belakang, dan lain-lain.

Judul mencerminkan ruang lingkup

Biasanya sebagian besar judul memiliki keterangan tempat misalnya “pengaruh Nitrogen terhadap hasil produksi padi di Jawa barat”. Kata keterangan jawa barat akan memudahkan pembaca yang mencari sesuai spesifik tempat. Misalnya seorang pembaca ingin mencari literatur tentang dampak pupuk terhadap lingkungan di indonesia, maka kata pencarian yang diketiknya akan cenderung menuliskan nama tempat. Hal ini akan sesuai dengan judul yang kita tulis sehingga besar kemungkinan artikel kita akan dipilih google menempati peringkat atas pencarian.

Mencantumkan nama tempat pun akan memudahkan reviewer dalam mengevaluasi penulisan terutama dalam hal sampling dan jumlah data. Jika judul sudah membatasi suatu tempat dengan populasi tertentu, tentu saja reviewer tidak akan memaksa suatu sampling yang melebihi dari ruang lingkup tersebut.

Demikian ringkasan singkat dalam penyusunan judul karya tulis ilmiah, semoga bermanfaat.

Like this article? Dont keep this to yourself!


Leave a Reply

Your email address will not be published.