Dasar Stat

Perbedaan populasi, sample dan metode sampling

Perbedaan populasi, sample dan metode sampling
Daftar isi
  1. Pengertian Populasi
  2. Kapan populasi dijadikan data penelitian?
  3. Pengertian sample
  4. Metode sampling menjadi kunci kualitas sample

Seorang peneliti harus paham dengan populasi dan sample. Populasi bukan sekedar kumpulan manusia atau target yang sesuai dengan karakter objek penelitian. Kesalahan pengambilan sample dari populasi yang sama pun bisa panjang urusannya. Sebut saja survey tentang indikator kepuasan kinerja pemerintah dengan sampel yang tidak dijelaskan sebarannya.

Suatu saat saya membimbing seorang mahasiswa yang memiliki topik pertanian organik, pertanyaan penelitian yang ingin dijawab, mengapa organik sampai sekarang belum menjadi primadona andalan dengan begitu banyak isu kesehatan yang menopangnya? Lalu saya tanyakan kepada mahasiswa tersebut, berapa samplenya? ternyata di kabupaten yang dimaksud dalam penelitian hanya ada satu desa yang melakukan pertanian organik. Itupun, hanya satu desa dan satu kelompok yang berjumlah 60 orang. sebagai tambahan, 60 orang tersebut tidak semua menerapkan pertanian organik.

Dahi saya pun mengernyit. Apakah penelitian ini sudah pantas dilakukan dengan kondisi demikian? Apakah 60 orang tadi sudah mewakili populasi ataukah masih disebut sebagai sample?

Pengertian Populasi

Populasi adalah kumpulan orang atau objek yang memiliki karakteristik khusus atau menarik untuk dikaji. Tentu kata “menarik untuk dikaji” ini adalah ciri khas pengertian dari sudut penelitian, bukan arti populasi dalam KBBI.

Kembali ke cerita saya diatas, jika ternyata petani yang memiliki karakteristik organik ternyata hanya ada 30 dari 60 orang di kelompok tani, maka berapa sebenarnya populasi dari penelitian ini? Tunggu sebentar. kita harus melihat dari tujuan atau topik penelitian ini. Topik tersebut ingin menjawab mengapa pertanian organik belum diminati oleh petani. Maka terbayang dalam penelitian ini ada dua kelompok yang akan dibandingkan, kelompok pertama adalah kelompok petani organik dan kelompok kedua adalah petani nonorganik. selanjutnya penelitian ini aan membandingkan kedua kelompok dari sisi biaya, penerimaan, tingkat teknologi, dan lain-lain. Maka… populasi dari penelitian ini adalah 60 atau lebih.

Saya katakan lebih karena jika mahasiswa tersebut menemukan petani lain diluar desa yang relevan atau mirip dengan karakter yang dipilih, maka bisa menjadibagian populasi mengingat dalam hal ini penelitian ini dibatasi lingkup kabupaten.

Kita beralih kepada view yang berbeda. Jika metode penelitian dilakukan berbeda dengan topik yang sama ada kemungkinan populasi bisa berbeda. sebagaimana contoh diatas, jika peneliti lebih memilih metode kualitatif dengan narasumber petani organik, maka populasi dari penelitian ini hanya 30 orang saja, yakni petani yang hanya benar-benar menerapkan pertanian organik. Artinya, peneliti ingin mendalami mengenai motivasi, pandangan, dan keadaan yang menyebabkan petani tersebut mau bertahan membudidayakan pertanian organik.

Oleh sebab itu, populasi ditentukan berdasarkan “karakter unik” yang disesuaikan dengan metode penelitian yang akan dilakukan.

Kapan populasi dijadikan data penelitian?

Kebanyakan peneliti mengambil jalur pintas dengan memikirkan berapa sample penelitian? Padahal, adakalanya data populasi lebih tepat digunakan dibandingkan sample. data populasi bisa digunakan apabila karakter yang diinginkan peneliti terlalu spesifik. Misalnya penderita penyakit yang langka, penerima bantuan sekolah luar negeri di kampus A. Pada contoh tersebut, populasi lebih tepat digunakan daripada sample.

Data populasi juga lebih tepat digunakan untuk metode peneitian yang menggunakan sensus. Sensus ini jika mengalami kendala dan hanya bisa mendapatkan beberapa perwakilan dari populasi maka disebutnya sebagai survey. karena survey adalah kegiatan yang mengumpulkan data dari kelompok yang mewakili populasi. Padahal, data sensus tentu lebih baik karena tidak ada satupun kelompo yang terlewat.

Data populasi juga layak digunakan untuk penelitian yang menuntut hasil yang presisi dan akurasi tinggi. Ibaratnya, jika anda menggunakan data populasi, maka tidak akan ada lagi pertanyaan mengenai “bagaimana cara anda menentukan sample?”. atau bagaimana reliabiitas dan validitas dari data sampel tersebut.

Jadi, siapkah anda menggunakan data populasi?

Pengertian sample

Sample adalah bagian dari populasi yang terpilih untuk mewakili karakteristiknya. Pengertian ini tentu akan menyimpulkan bahwa jumlah sample pasti akan lebih sedikit dibandingkan jumlah populasi. Sample hadir karena banyknya keterbatasan peneliti untuk mendapatkan data populasi.

Beberapa alasan mengapa sample menjadi pengganti data populasi adalah biaya dan sumberdaya untuk mendapatkan populasi tinggi, keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti, kemudahan peneliti mengelola data yang lebih kecil, adanya kebijakan etis selama penelitian yang biasanya membatasi perolehan data, dan tersedianya metode statistik inferensia.

Bagi yang belum mengetahui pengertian statistik inferensia, dapat menyimak artikel ini: https://agungbudisantoso.com/mempelajari-kerangka-statistik/

Metode sampling menjadi kunci kualitas sample

Karena sample dijadikan data pengganti populasi, maka harus ada langkah untuk memastikan apakah data itu layak mewakili populasi. Metode ini disebut sebagai sampling atau metode sampling. Metode sampling ini beragam mulai dari yang menggunakan probabilitas ataupun nonprobabilitas (saya akan membahas itu di artikel yang berbeda).

berikut langkah yang perlu dilakukan dalam menentukan sample yang digunakan dapat merepresentasikan populasi. pertama, kita perlu mendefinisikan populasi yang jelas sehingga menggambarkan target. kedua, kita breakdown komposisi populasi dengan sampling frame. Sampling frame ini bisa dilakuan dengan identifikasi apakah sample dari populasi ini menyebar secara random, stratified, atau berkelompok,cluster, dan lain-lain. contoh: populasi penduduk suku jawa. sampling frame tentu menyebar diseluruh indonesia, tapi terfokus di pulau Jawa. Sampling frame ini juga mengidentifikasi apakah penduduk susku jawa diluar pulau jawa memiliki karakteristik yang berbeda dengan penduduk jawa di pulau jawa? sehingga nanti disimpulkan apakah perlu ada sample dari penduduk suku jawa i luar jawa.

Ketiga, mendeskripsikan metode sampling. Hasil sampling frame pada tahapan kedua selanjutnya akan menghasilkan keputusan metode sampling yang akan digunakan. Jika menyebar secara random, maka metode sampling yang berbasis probabilitas akan lebih cocok. Jika sampling framenya memiliki tingkatan maka stratified akan lebih cocok. Jika sampling framenya terpisah berkelompok, maka cluster lebih cocok, dan lain sebagianya.

Keempat, menentukan berapa jumlah sample yang akan diambil. Jangan lupa untuk memberikan alasan yang kuat pada tahapan ini karena besar kemungkinan akan ditanyakan selama sidang atau saat presentasi hasil. alasan itu bisa berupa dasar rumus slovin, atau kriteria stratified yang digunakan, atau jumlah populasi dimasing-masing cluster dengan persentase yang memadai setiap clusternya.

Maka, langkah selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data sesuai populasi, sampling frame, metode sampling dan jumlah sample yang akan dikumpulkan. Jika anda melakukan urutan populasi ke sampel diatas dengan benar, maka besar kemungkinan anda bisa menceritakan dan menuliskan metode penelitian dengan benar.

Namun, sekali lagi saya katakan: data populasi jauh lebih baik dibandingkan data sample.

Selamat Belajar!

Foto Agung Budi Santoso

Ditulis oleh

Agung Budi Santoso

Dosen Manajemen Agribisnis · Universitas Sumatera Utara

Dosen yang senang mengubah teori manajemen dan agribisnis menjadi materi yang praktis, relevan, dan mudah dipahami mahasiswa.

Diskusi

Belum ada komentar. Punya pertanyaan tentang materi ini? Tulis di bawah — saya usahakan menjawab.

Tinggalkan komentar

Email tidak akan dipublikasikan.