Hipotesis adalah dugaan penelitian yang perlu pengujian

Sejatinya sebuah penelitian akan selalu memiliki sebuah atau beberapa hipotesis. Hipotesis adalah dugaan penelitian yang akan dibuktikan kebenarannya melalui eksperimen ataupun analisis. Sebagai contoh, cerita tentang newton menemukan gravitasi dengan duduk dibawah pohon apel, yang kemudian terbesit pemikiran, mengapa buah apel jatuhnya ke bawah? Pada saat itulah, Newton memiliki research question yang menurutnya perlu dipecahkan. Hingga pada akhirnya dia menduga adanya gaya gravitasi yang menyebabkan buah apel jatuh ke bawah atau bergerak mengarah ke pusat bumi.

Penelitian harus memiliki hipotesis meskipun penelitian tersebut bersifat kualitatif atau ekploratif. Hipotesis diperlukan untuk melangkah awal penelitian kualitatif tersebut. Mengenai apakah dugaan atau hipotesis tersebut benar atau salah, tetap merupakan sebuah hasil dari penelitian. Bahkan penelitian eksploratif pun, harus memiliki hipotesis. Misalnya seorang peneliti atau tim peneliti akan melakukan eksplorasi jenis dan tipe tumbuhan di daerah A. Maka secara tidak langsung dia memiliki hipotesis bahwa daerah A itu setidaknya ada satu atau lebih jenis dan tipe tumbuhan yang akan dijumpai.

Karakteristik kunci sebuah hipotesis

Hipotesis yang baik memiliki karakteristik kunci seperti: (1) hipotesis harus dapat dievaluasi atau di test kebenarannya. Misal kita melakuan penelitian mengenai usahatani dan berhipotesis bahwa penggunaan mesin alsintan akan meningkatkan penerimaan petani. Maka hipotesis tersebutbisa ditest dengan membandingkan petani yang menggunakan mesin dan kelompok petani yang tidak menggunakan mesin. selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara keduanya apakah benar petani yang menggunakan mesin pertanian akan memiliki penerimaan yang lebih tinggi.

Contoh hipotesis yang tidak dapat di test atau uji adalah ada hubungan matahari dengan keberadaan makhluk halus di provinsi A. Hipotesis ini jelas mengada-ada karena belum memiliki cara untuk mengujinya. (2) Hipotesis menjelaskan variabel dan mendefinisikan hubungan terhadap output. Misal, dugaan rata-rata nilai matematika kelas XII melebihi rata-rata nasional. hipotesis ini menjelaskan variabel nilai matematika dan mendefinisikan output berupa perbandingan dengan rata-rata nasional. lalu bagaimana dengan penelitian kualitatif seperti yang dicontohkan sebelumnya? eksplorasi jenis tumbuhan juga memiliki dugaan setidaknya ada satu atau lebih jenis varietas yang akan ditemukan. Kalimat tersebut clear karena menjelaskan variabel jumlah varietas yang ditemukan dengan output satu atau lebih.

(3) Hipotesis menyatakan suatu pernyataan yang bisa diterima atau disanggah. Hipotesis selalu memiliki jawaban iya atau tidak. iya berarti sesuai dengan hipotesis awal, atau tidak yang berarti tidak sesuai dengan hipotesis awal.

Posisi hipotesis biasanya ditulis dalam proposal di bagian metode penelitian. Bagian ini biasanya menjelaskan deskripsi variabel, kerangka framework, kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. hipotesis juga akan mengarahkan penelitian lebih terfokus.

Contoh Hipotesis di berbagai penelitian kuantitatif

Berbicara hipotesis, kita sering mendengar istilah hipotesis nol dan hipotesis 1 atau H0 dan H1. Karena hipotesis harus memiliki jawaban iya atau tidak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka muncullah H0 dan H1 yang akan terpilih setelah melakukan pengujiannya.

Lalu bagaimana menentukan H0 dan H1? penentuan H0 dan H1 biasanya mengikuti peluang sebaran normal. perhatikan gambar berikut:

Wilayah yang diarsir biasanya merupakan wilayah H0, atau yang lazim biasa ditemukan. sedangkan tujuan penelitian akan membuktikan peluang yang lebih kecil di sisi kanan atau disisi kiri dengan peluang lima persen. kita beri permisalan dengan contoh disetiap jenis tingkatan pengolahan data.

Data satu sampling

Contoh hipoetsis: Rata-rata nilai matematika kelas XII melebihi rata-rata nilai nasional, maka:
H0 = rata-rata nilai matematika kelas XII sama dengan nilai nasional
H1 = ata-rata nilai matematika kelas XII melebihi rata-rata nasional.

H0 diatas merupakan pernyataan yang lazim, sedangkan H1 pernyataan yang ingin dibuktikan dengan peluang yang lebih kecil.

Data dua sampling

Contoh hipotesis: kelompok A memiliki nilai rata-rata pendapatan yang lebih tinggi dibanding dengan kelompok B, maka:
H0 = rata-rata pendapatan kelompok A sama dengan rata-rata pendapatan kelompok B
H1 = rata-rata pendapatan kelompok A lebih tinggi dibanding rata-rata pendapatan kelompok B.

H0 diatas merupakan pernyataan yang lazim, bahwa tidak ada perbedaan antara dua kelompok (yang berada dalam arsiran sebaran normal ditengah seperti gambar diatas), sedangkan H1 pernyataan yang ingin dibuktikan.

Data Korelasi

Contoh hipotesis: diduga ada hubungan antara luas lahan dengan produksi pertanian, maka:
H0 = tidak ada hubungan antara luas lahan dengan produksi pertanian,
H1 = ada hubungan antara luas lahan dan produksi pertanian.

Mengapa H1 selalu mendapatkan peluang yang lebih kecil (lima persen)? karena jika H1 berada di tengah sebaran normal atau peluangnya besar, berarti pernyataan itu sudah lazim dan tidak perlu dibuktikan lagi. Penelitian menjadi tidak bermanfaat.

Bagaimana? sudah bisa membuat hipotesis penelitian?