Daftar isi
Novelty menjadi salah satu faktor penting terhadap kualitas karya tulis ilmiah. Sebagai peneliti pasti mengharapkan karya tulisnya dapat publish di jurnal internasional dengan tingkat novelty yang mumpuni. Tidak hanya itu, proposal juga memerlukan novelty untuk mendapatkan keyakinan bahwa proposal tersebut benar-benar baru dalam kancah ilmu pengetahuan.
Kita sering mendengar bahwa ilmu pengetahuan diibaratkan sebagai susunan puzzle. Novelty ibarat potongan puzzle yang baru yang dapat melengkapi susunan gambar yang sudah ada. Namun, menghayati arti tersebut masihlah cukup sulit. Peneliti termasuk saya masih kesulitan dalam menemukan novelty itu sendiri. pertanyaan mendasar adalah bagaimana cara menemukan potongan puzzle tersebut?
Apa itu Novelty
novelty identik dengan kebaruan, namun saya lebih suka menyebutnya sebagai originalitas. Jadi ide yang ditawarkan dalam bentuk proposal atau karya tulis yang diciptakan menawarkan originalitas bahwa itu merupakan ide segar dari kita sebagai penulis.
Berbicara mengenai originalitas tidak melulu harus baru. Jika anda beranggapan novelty merupakan ilmu yang harus fresh dan baru seperti yang dilakukan oleh thomas alfa edison atau newton, maka karir anda akan berakhir sebelum menjadi orang yang dimaksud. Originalitas bisa terjadi dengan melakukan berbagai perubahan dari ilmu yang sudah ada. Ingat, ilmu terus berkembang.. bahkan lampu sekarang sudah bisa sekaligus menjadi cctv, jauh jika dibandingkan temuan lampu oleh thomas alafa edison. laptop juga sekarang sangat ringan dibawa dibanding dengan PC atau CPU pertama yang diciptakan. semua itu karena ada improvement dan originalitas yang selalu ditawarkan oleh para peneliti. jika memikirkan ini, tentu kita harus meredesign ulang bahwa novelty tidak melulu mengenai melengkapi puzzle. novelty bisa berarti memperbarui puzzle.
Berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk menemukan sebuah novelty
Invensi adalah murni novelty
Invensi atau temuan baru adalah pengertian novelty yang secara umum dipahami sebagian besar peneliti, mahasiswa ataupun dosen. Cara mendapatkan novelty ini dengan berpikir out of the box dari ilmu atau model yang sudah ada. Karena, invensi biasanya akan menghasilkan model yang baru, meskipun tidak selalu baru. misal invensi tentang topi yang bisa membaca pikiran manusia.
kelemahan dari cara ini adalah sulitnya mendapatkan originalitas dan mahalnya biaya yang diperlukan. Kita membutuhkan resource yang tinggi untuk mewujudkan model yang memang belum pernah ada sebelumnya. Artinya, aktivitas kita adalah create something.
Dalam dunia ekonomi, sebenarnya cara ini bisa dilakukan meskipun tidak mudah. Biasanya peneliti dalam ekonomi membuat model percontohan terhadap sistem yang diinginkan. Misal sistem integrasi transportasi, integrasi tanaman ternak, integrasi layanan informasi, dan lain-lain. Bahkan model transmigrasi yang dulu diterapkan di era orde baru bisa mengantar ekonom mendapat hadiah nobel. Model – model itulah yang bisa dianggap sebagai sebuah invensi.
Rekonstruksi sebagai perbaikan terus menerus
Invensi biasanya hanya menonjolkan kebaruan model. Mereka menawarkan ide sebagai solusi dari suatu masalah. Kelemahan sebuah invensi adalah kualitas modelnya karena belum tentu bisa memuaskan semua kebutuhan manusia. Di sinilah rekonstruksi berperan.
Rekonstruksi dapat dimaknai dengan melakukan evaluasi ulang terhadap invensi sehingga menambah kebermanfaatan atau mengupgrade model yang telah ada. Pada tahap ini akan muncul sebuah novelty. Misalnya: petani banyak menggunakan varietas IR64, namun semakin lama varietas tersebut tidak tahan terhadap suatu serangan hama penyakit. peneliti melakukan rekonstruksi terhadap varietas tersebut dan menghasilkan varietas lain seperti inpari 32 yang mirip dengan IR64 namun lebih tahan penyakit.
Dunia ekonomi pun tidak jauh berbeda. pada konsep agribisnis yang melibatkan sub sistem input, pengolahan, hilir, dan subsistem penunjang tidak selalu dapat menampung suatu sistem agribisnis saat terjadi perubahan zaman seperti adanya intrusi teknologi informasi yang sangat cepat. model agribisnis dapat direkonstruksi untuk menjawab perkembangan tersebut. Dari sini peneliti dapat menemukan originalitas yang disebut sebagai novelty.
Elaborasi sebagai ekspansi model meraup banyak novelty
Terkadang saya pernah berpikir, mengapa saya tidak hidup di zaman lalu yang belum banyak menemukan invensi? mungkin akan lebih banyak pilihan karena sekarang semua objek sudah memiliki patennya. Namun, seharusnya kita bersyukur hidup di zaman modern yang sudah menikmati banyak temuan peneliti sebelumnya. Sebagai peneliti, banyaknya model itu ternyata menjadi banyak pilihan novelty dengan melakukan penggabungan atau elaborasi satu model dengan model yang lain.
Kita ambil contoh teknologi kamera dipadukan dengan teknologi komputer menjadi teknologi meeting online. hal itu tidak akan terjadi jika teknologi kamera tidak ditemukan, begitu juga teknologi komputer. melakukan elaborasi dari berbagai temuan yang sudah ada bisa menjadi novelty yang banyak. Memahami ini, saya rasa novelty sebagai penyempurnaan puzzle sudah sangat tidak relevan. Karna puzzle komputer digabung dengan puzzle kamera akan membentuk sebuah puzzle baru yang di sana akan melahirkan novelty-novelty lainnya.
Dunia ekonomi pun sama. jangan terjebak dengan sistem ekonomi kapitalis dan liberal atau syariah saja. perpaduan ketiganya dengan kadar kadar yang berbeda akan menciptakan sistem yang baru. katakanlah sistem ekonomi pancasila yang hingga artikel ini ditulis, masih banyak orang yang bingung mendeskripsikannya.
Kunci dari menemukan novelty pada tahap ini adalah kita harus selalu update dengan pengertian model yang baru. jika kita memahami perkembangan model yang sudah ada, kita akan melangkah ke depan bukan memikirkan bagaimana menciptakan kompetitor model yang sudah ada. sebagai contoh: Negara kita masih berkutat dengan membuat sebuah machine learning, sedangkan di negara lain sudah melahirkan beragam AI. dalam proposal pun sama, masih banyak dijumpai peneliti melangkah dari nol seolah olah penelitian yang sejenis belum pernah dilakukan. bagaimana tidak penelitian kita dianggap rendah novelty jika kita selalu beranjak dari nol?
Konfirmasi sebagai jalan akhir mencari novelty
Konfirmasi ini sebagai jalan akhir yang cukup mudah dalam mencari novelty. suatu proses konfirmasi memiliki arti bahwa model yang sudah ada dikonfirmasi ulang di tempat yang berbeda, atau di kondisi demografi yang berbeda. jadi langkahnya hanya sekedar mengkonfirmasi apakah model yang sudah ada benar atau salah.
Mengenai konfirmasi ini banyak digunakan dosen yang sudah terlalu banyak memiliki mahasiswa bimbingan. Kegiatan yang direkomendasikan oleh mahasiswanya akhirnya cenderung hanya mengkonfirmasi model atau produk dengan berbeda tempat. alasan paling mudah adalah spesifik lokasi dengan curah hujan dan iklim yang berbeda. coba pikirkan, mana ada daerah yang memiliki cuaca, curah hujan yang benar-benar sama? maka wajar jika konfirmasi ini menjadi jalan mencari novelty yang paling mudah.
Kesimpulan dari artikel ini adalah penting bagi peneliti atau mahasiswa untuk rajin membaca paper atau jurnal yang menjadi bidangnya. Hal ini membuat peneliti tersebut memahami perkembangan ilmu yang menjadi kepakarannya sehingga dapat dengan mudah menemukan novelty. Keputusannya dapat melengkapi puzzle di model yang sudah ada, ataukah menciptakan puzzle yang baru.
Mulai sekarang, buang anggapan bahwa novelty adalah mencari potongan puzzle. karna kita ternyata bisa menciptakan model puzzle yang baru, biarlah orang lain yang melengkapi.
Diskusi
Belum ada komentar. Punya pertanyaan tentang materi ini? Tulis di bawah — saya usahakan menjawab.