Memanfaatkan momen study tour menjadi ide skripsi

Mahasiswa pada umumnya menyukai study tour, sebuah kegiatan yang mendatangkan kebahagiaan yang lain selain memperoleh ilmu. Study tour biasanya berupa kunjungan ke suatu tempat untuk melihat secara langsung proses bisnis ataupun bagaimana teori dalam kelas dipraktekkan di lapangan. Meski tidak tertulis secara formal, sudah menjadi pengetahuan umum kegiatan ini disertai dengan ‘jalan-jalan’.

Salah satu poin negatif dari kegiatan study tour adalah bahwa kegiatan itu akan menjelma menjadi sebuah kegiatan yang memiliki kebahagiaan sesaat, apalagi memang sudah berniat hanya ‘jalan-jalan’ yang akan dilakukan. Berfoto dan menikmati suasana proses bisnis dari sebuah pabrik misalnya, banyak informasi baru baik secara visual maupun audio yang membuat hati akan terlihat lebih bersemangat menjalani hari yang kemudian berujung dengan update sosial media. Sedihnya, ketika sudah sampai rumah atau kampus suasana itu hilang begitu saja.

Padahal, mahasiswa sebenarnya bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mencari ide penulisan akhir atau skripsi. Butuh beberapa tips untuk bisa mendapatkannya. Karena jika seorang mahasiswa pulang dengan ide penulisan, maka sebenarnya dia telah membawa hadiah terindah dari kegiatan study tournya.

Pahami situasi dan kondisi selama study tour

Kunci dari keberhasilan mendapatkan ide dari kegiatan study tour adalah pemahaman tujuan kita datang ke lokasi. Tentunya ini akan berhubungan dengan teori atau pembahasan materi perkuliahan dikampus. Untuk itu, kita perlu menyiapakan amunisi pertanyaan sebelum sampai dilapangan. Meskipun, pada akhirnya biasanya pertanyaan tersebut sudah terjawab dari penjelasan narasumber sebelum kita menyebut pertanyaannya. Artinya, pertanyaan yang kita susun kemungkinan besar adalah pertanyaan umum yang memang sudah disiapkan jawabannya. Coba pikirkan, pertanyaan apa sih yang tidak terpikirkan oleh orang lain bahkan narasumber?

Baik, memahami teori dasar adalah mutlak. Tapi untuk menjadi kritit, tidak cukup. Jika kamu berputar pada materi kuliah maka tentu itu sudah menjadi bahan pertanyaan bagi teman yang terlanjur ditakdir pintar di kelas. Maka, setelah memahami teori, berpikirlah diluar konteks. Beberapa tema yang layak kamu pikirkan untuk mendapatkan ide skripsi diluar konteks perkuliahan:

Isu Sosial dan Lingkungan

Alih alih mendengarkan penjelasan dari narasumber terkait proses bisnis yang ada, cobalah sedikit memperhatikan aspek sosial dan lingkungan disekitar. Tanyai juga beberapa karyawan tentang pendapatan dan kesejahteraannya. Atau di momen istirahat, silahkan mengobrol dengan masyarakat sekitar bagaiaman pandangan mereka terhadap entitas yang sedang kamu kunjungi. Aspek sosial dan lingkungan biasanya akan berbenturan jika pemilik bisnis terlalu memanfaatkan teknologi seperti umumnay sekarang. Bahkan, mungkin saja ada perusahaan yang sangat tertutup sampai tidak mengenal masyarakat sekitar. Mungkin saja mendatangkan tenaga kerja dari daerah lain. Kira-kira ide apa yang bisa masuk ketika kamu mengexplore bagian ini? Yup, kita akan diantarkan menuju teori persepsi atau dampak sosial dan lingkungan dari kemunculan suatu entitas bisnis.

Biasanya membahas isu sosial dan lingkungan agak beresiko karena akan menyebabkan kerugian dari objek penelitian. Maka, biasanya penelitian yang dilakukan menjadi peneliian berbasis wilayah. Jadi tidak hanya membahas satu entitas bisnis, namun sosial dan lingkungan itulah yang menajdi objek peneilitian. Dengan begitu, lokasi penelitian juga tidak melulu dilokasi study tour. Bisa saja itu membuat ide untuk membandingkannya di tempat tinggal sehingga bisa mengerjakan sripsi di kampung halaman.

Teknologi berbasis padat modal versus padat karya

Biasanya topik teknologi adalah topik yang paling semangat dibahas oleh narasumber. Narasumber akan menjelaskan bagaimana teknologi itu digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Tidak ada yang salah dari ini semua, karena secara entitas bisnis, perusahaan memang akan mengarah ke efisiensi untuk keuntungan yang maksimal. Tapi tunggu dulu, Bagaimana dengan tenaga kerja yang di PHK karena efisiensi ini? Kita menyebutnya dengan biaya sosial karena berkaitan dengan kesejahteraan tenaga kerja. Saya tidak sedang membahas aspek sosial karena sudah dibahas dalam sub bab sebelumnya.

Pembahasan penggunaan teknologi biasanya dihitung dengan keuntungan marginal. Selisih biaya yang dikeluarkan perusahaan biasanya lebih kecil dari keuntungan yang diterima sehingga perusahaan mau mengadopsi teknologi tersebut. Lagi-lagi, biasanya komponen biaya tenaga kerja dianggap sebagai kompoenen biaya sehingga semakin banyak tenaga kerja yang bisa diganti dengan mesin dan automisasi, akan semakin baik. Disinilah letak anomali terjadi. Perusahaan secara tidak langsung mengkonversi biaya ekonomi menjadi biaya sosial yang terbuang. Kerugian dan keuntungan hanya dihitug dari aspek ekonomi saja, sednagkan aspek sosial jarang dikaji. Jadi, proses perhitungan keuantungan marginal perlu dikritisi kembali. Caranya dengan menambah komponen variabel nonparametrik tentang kualitas hubungan baik atau kerjasama atau persepsi masyarakat disekitar.tentunya ini dalam lingkup perusahaan.

Terbang tinggi untuk melihat lebih luas

Pernah mendengar melihat dari pandanagn helikopter? Melihat lebih makro. Kaitkan perkembangan entitas bisnis yang sedang diamati dalam study tour dengan tingkat inflasi, tingkat pengangguran (sebagian sudah dijelaskan diatas), pemerataan pendapatan, perputaran uang, dan sebagainya. Penting diketahui bahwa pandangan mikro dan makro sangant berbeda. Salah satu yang terlihat kontras adalah bagaimana pelaku ekonomi dalam menggunakan uang. Menurut mikro yang terlihat sebagai entitas bisnis, penggunaan uang harus dihemat dan efisien. Bahkan bila perlu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya akan mendapatkan output sebesar-besarnya. Ini sudah clear.

Pandangan tersbeut akan sangat salah jika dilihat dari sisi makro. Makro ekonomi mengajarkan bahwa uang harus berputar dengan cepat dan banyak untuk menggerakkan ekonomi. Sebanyak apapun output perusahaan jika masyarakat tidak memeiliki daya beli, juga pada akhirnya perusahaan itu akan bangkrut. Terlalu banyak uang yang beredar dengan perputaran yang lambat akan mengakibatkan melemahnya mata uang yang berujung inflasi. Perbedaan pandangan ini yang selanjutnya akan menciptakan ekuilibrium akhir.

Gunakan pandangan makro untuk emlihat sisi lain dari manfaat entitas bisnis yang sednag dikunjungi. Apakah ada keunikan yang patut dipelajari dengan menggunakan penelitian yang baru.

Berpikir out of the box akan membedakan kamu dengan teman yang lain. Usahakan ada nilai tambah dari kunjungan study tourmu sehingga bukan hanya photo yang terpajang sebagai kenangan, melainkan cerita yang bisa menemanimu saat minum kopi bersama rekan sejawat suatu saat.