Variabel dummy dalam regresi sedikit berbeda dengan variabel lainnya baik dalam pengolahan data ataupun saat membaca hasil regresi. Regresi linear atau regresi berganda merupakan suatu fungsi yang menjelaskan hubungan varaibel independen dengan variabel dependen. Satu variabel dependen (Y) biasanya dipengaruhi oleh beberapa varaibel independen (X). misalnya variabel produksi dipengaruhi oleh luas lahan, pupuk, jumlah tenaga kerja, modal.

Regresi memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Karena regresi masuk dalam statistik parametrik, tentunya variabel-variabel didalamnya memiliki skala interval atau rasio. Selain itu data-data yang akan digunakan juga harus memenuhi kaidah asumsi klasik. Tetapi, dari beberapa variable yang kita gunakan, bisa saja satu atau dua variabel tersebut berupa variabel dalam skala nominal atau ordinal. Variabel skala nominal atau ordinal di dalam regresi tersebut biasa dikenal sebagai variabel dummy.

Agar lebih gampang dipahami, saya berikan contoh variabel dummy dalam regresi. Misalkan saja kita ingin mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap pendapatan yang dibelanjakan ke mall. Kita buat variabel jenis kelamin dengan nilai 0 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan. Contoh lain, pengaruh keikutsertaan petani dalam keanggotaan kelompok tani terhadap pendapatan. Kita buat variabel keikutsertaan kelompok tani dengan nilai 0 untuk petani yang tidak menjadi anggota, dan 1 untuk petani yang menjadi anggota kelompok tani.

Variabel dummy dalam regresi berbeda dengan regresi logistik. variabel skala nominal di regresi logistik terletak di variabel dependen atau nilai Y. sedangkan dummy yang dimaksud disini adalah variabel skala nominal atau ordinal pada variabel independen (nilai X). bisakah dummy di dalam regresi logistik? jawabannya tentu saja bisa.

Pemberian nilai 0 dan 1 juga memiliki tehnik tersendiri. Agar mudah dalam menginterpretasikan hasil output regresi, sebaiknya nilai 1 diberikan kepada responden yang diharapkan memiliki pengaruh terhadap nilai Y. Misalnya contoh keanggotaan petani diatas, saya memiliki hipotesis bahwa keanggotaan ini memilikipengaruh terhadap pendapatan petani. Sehingga saya memberikan nilai 1 terhadap petani yang menjadi anggota kelompok tani. Karena nanti hasil koefisien pada variabel ini merupakan pembeda antara petani yang tidak menjadi anggota dan petani yang menjadi anggota kelompok tani. Jika anda memberi nilainya terbalik, sebenarnya tidak ada yang salah, namun besar kemungkinan nilai koefisien yang keluar nantinya bernilai negatif. Tidak ada yang salah dengan hasil perhitungan tersebut, hanya saja anda perlu mengerti cara menjelaskan nilai negatif tersebut.

Saya akan langsung praktekkan penggunaan variabel dummy dalam regresi di aplikasi minitab.

Saya memiliki data latihan yang bisa diunduh disini. Data tersebut merupakan data rekayasa yang secara random saya peroleh melalui excell. Terdapat 5 variabel independen, dimana salah satunya yakni variabel X2 merupakan variabel dummy dalam regresi.

Mari kita buka minitabnya. Saya menggunakan minitab 17.

Kita masukkan datanya di sheet minitab

Kemudian klik stat – regression – regression – fit regression model

Responses kita masukkan variabel Y, continous preditors kita masukkan X1, X3, X4, X5. Sedangkan variabel X2 yang merupakan variabel dummy dalam regresi kita masukkan ke categorical predictors

Klik Ok dan tunggu hasilnya..

Terlihat dari model summary, nilai R-sq pada model memiliki nilai 65.09% artinya bahwa 65% data yang diolah mampu dijelaskan oleh model hasil minitab tersebut. Bisa dikatakan bahwa model ini cukup untuk merepresentasikan data yang ada.

Dilihat dari nilai p value, diantara kelima variabel hanya X2 yang memiliki nilai dibawah 0.05. artinya hanya x2 yang signifikan mempengaruhi nilai Y. dilihat dari nilai VIF, variabel X1 dan variabel X4 memiliki nilai diatas 10, artinya kedua variabel tersebut memiliki masalah multikolinear (sudah saya bahas di uji asumsi klasik).

Asumsi saya bahwa output diatas sudah dibenahi sesuai uji asumsi klasik, saya akan menjelaskan output variabel dummy sesuai tema artikel kali ini.

Pada kolom koeffisien nilai 1 pada variabel X2 memiliki nilai 3876. Artinya bahwa responden yang memiliki nilai 1 secara signifikan memiliki 3876 Y yang lebih tinggi daripada responden yang bernilai 0. Hal ini juga bisa diperoleh dari regression equation pada bagian paling bawah, yakni sbb:

Nilai model regresi saat X2 bernilai 0 adalah : 5468 + 2.89X1 – 19.0X3 – 5.74X4 – 1.49X5. sedangkan model regressi saat X2 bernilai 1 adalah : 9344 + 2.89X1 – 19.0X3 – 5.74X4 – 1.49X5. nilai koefisien 3876 diperoleh dari selisih kedua model tersebut dengan asumsi X1, X3 X4 dan X5 memiliki nilai yang sama.

Sehingga dapat disimpulkan variabel X2 yang bernilai 1 memiliki nilai Y 3876 lebih tinggi daripada variabel X2 yang bernilai 0.

Pahami perbedaan pembacaan koefisien regresi lainnya. Karena jika variabel tersebut merupakan variabel continous atau skala interval dan rasio, maka koefisien variabel akan dibaca setiap tambahan satu satuan variabel independen akan meningkatkan variabel dependen sebesar nilai koefisien.

Beda minitab, beda pula SPSS. Saya juga berikan langkah di SPSS karena SPSS juga banyak digunakan. Pada SPSS variabel skala nominal dan ordinal sudah dipisahkan sejak pertama kali diinput, sedangkan prosesnya sama seperti anda melakukan regresi berganda atau linear. SPSS akan mengenali variabel dummy tersebut setelah anda memberi keterangan bahwa variabel tersebut berskala nominal.

Mari kita buka SPSS, kemudian copy data ke sheet spss

Pada tab variabel view, saya menandai keterangan pada X2 bahwa variabel tersebut adalah variabel dummy atau berskala nominal. Erhatikan di tabel measure pada gambar dibawah ini

Kemudian klik analyze – regression –linear. Kemudian masukkan Y pada kolom dependen, dan semua variabel X ke dalam kolom independen dan klik OK

Hasilnya adalah sebagai berikut

Hasil yang diperoleh sama dengan hasil yang dikeluarkan oleh minitab. Nilai koefisien bisa anda lihat di tabel koefisien pada kolom B dengan nilai 3876. Namun, SPSS tidak menyediakan model untuk kedua nilai pada X2 seperti yang dikeluarkan oleh minitab.

Sekian dan terima kasih sudah berkunjung.

Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

Join the Conversation

267 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Om saya sedang melakukan olah data penelitian utk tesis saya menggunakan regresi linier sederhana dengan variabel independen berupa var dummy… apakah utk regresi macam ini tetap hrs memenuhi uji prasyarat uji asumsi klasik juga seperti regresi linier lainnya? mohon pencerahannya krn saya pernah coba uji normalitas yang variabel dummy tidak ada hasilnya ..makasih sebelumnya

    1. Jawabannya tidak harus mas. Karena karakteristik dummy itu memang berbeda dari rasio seperti yang diharapkan data regresi pada umumnya. Terima kasih

      1. Pertanyaan lanjutan saya adakah buku referensi yang bisa saya gunakan sebagai rujukan untuk melakukan regresi linier sederhana dengan salah satu variabel dummy dan uji asumsi klasiknya ..terima kasih bantuan pencerahannya om

        1. klo buku mungkin akan sulit diperoleh. karena buku membahas hal yang ideal. saya sarankan cari artikel jurnal tentang dummy dan regresi sederhana. secara tersurat mungkin tidak tertulis, tapi perhatikan langkah yang dilakukannya. terima kasih

  2. Assalamualaikum.. Pak. Saya mau tnya.. Saya mahasiswi semester akhir..
    Penelitian saya ttg pengaruh pembiayaan terhadap perkembangan UMKM..
    Variabel X saya ratio dan Y menggunakan dummy.. Analisis yg saya gunakan kira kira apa ya??

  3. Assalamualaikum pak, saya sedang menyelesaikan penelitian tentang pngruh rasio keuangan terhadap financial distress, dimana Financial distress memakai variabel dummy. Nah kata dosen saya bagaimana menyatukan variabel rasio keuangan yg berupa persentase dan variabel dummy yg memakai angka seperti 0,1,2 ? Kan itu berbeda ? Apa bisa variabel x yg berupa rasio” disatukan dg variabel y yaitu variabel dummy ?

      1. Assalamualaikum.. Pak saya mau tnya..
        Saya sedang melakukan penelitian pengaruh pembiayaan terhadap perkembangan umkm.. Kata dosen saya yg variabel Y menggunakan variabel Dummy dan X dalam bentuk ratio.. Sebaiknya saya menggunakan analisis nya bagaimana ya pak?

  4. Selamat sore pak, saya mau bertanya.. variabel x saya ada 3, salah satunya menggunakan dummy. Tetapi variabel Y saya tidak dummy.. Sementara dosen saya menyuruh saya menggunakan logistik. Apakah bisa pak? Terimakasih..

  5. Selamat siang pak, saya Harti, Mahasiswi Pertanian Agribisnis. Saat ini saya sedang melakukan revisi penelitian, karena sebelumnya penelitian skripsi saya menggunakan analisis regresi berganda. Di sini ada permasahan dari mulanya diketahui bahawa X1 Harga X2 biaya Produksi dan Y Volume penjualan. Jadi, permasalahannya adalah di X1 Harga ini sebenarnya ada 2 Harga yaitu nilai 13.000rb dan 25.000rb per bulan. Otimatis harga ini berpengaruh terhadap Y Volume penjualan. Disebelumnya saya hanya menggukanan 1Harga di X1. Kemudian Dosen saya menyarankan menggunakan Analisis Dummy sedangkan saya belum menguasainya caranya bagaimana yaa pak. Untuk menjawab permasalahan saya di atas.

  6. maaf pak agung saya mau bertanya,
    variabel y saya berskala likert dengan rentang 1= sangat tidak setuju – 5= sangat setuju. variabel y saya ini memiliki beberapa item.
    yang ingin saya tanyakan,
    1. apakah saya harus merubah variabel y saya menjadi variabel dummy atau
    2. saya input saja hasil total item saya ke spss? apakah itu bisa langsung dicari regresi logistik binernya pak agung?
    mohon arahannya pak, terimakasih sebelumnya..

  7. Selamat pagi pak Agung,
    Pada suatu tulisan disebutkan simbol Y= f (X, Z, I) pada regresi berganda. selanjutnya simbol Z dan I diambil dari mana?

    1. Kata kuncinya ada di regresi berganda, dimana fungsinya memang lebih dari satu variabel independen. Jadi mungkin saja itu hanya simbol untuk x2 dan x3.

  8. Pak Agung mohon bantuannya, saya mahasiswa tingkat akhir, sedang melakukan uji regresi berganda dengan Y skala interval (frekuensi interaksi hasilnya Y bervariasi dari 0 s/d 8), dan X1,X2,dan X3 skala interval, namun X4 dan X5 menggunakan Dummy.
    Hasil Residual tidak normal saat diuji, jadi dicoba ditransformasi ke bentuk lnX, karena Y terdapat data nilai nol yang tidak dapat menggunakan lnY pada spss, dosen juga tidak sependapat dengan ln y+1 karena tidak ada rujukan kuatnya.
    Apakah benar untuk variabel independent (X) yang menggunakan dummy 0-1 berarti tidak di ln kan? karena memang tidak ada nilai dari ln nol.. Kemudian yang di ln hanya X yang berskala interval saja?
    Mohon koreksinya jika saya salah, terima kasih.

    1. memang benar nilai 0 tidak bisa di-LN kan. itulah sebabnya saya selalu merekomendasikan menggunakan variabel skala rasio karena regresi menganut linearitas. mungkin bisa dicoba dengan cara eliminasi data pencilan sehingga residual terdistribusi normal. terima kasih

  9. selamat malam pka, ijin bertanya. apakah penentuan kategori referensi pada variabel dummy berpengaruh terhadap signifikansi variabel lain? kalau iya, kenapa pak? terima kasih

  10. Selamat malam pak izin bertanya ,variabel x saya ada 2 var dummy dan 2 var dengan skala likert terus var y nya likert juga .1. apakah data tersebut bisa diolah secara bersama” misal dengan regresi berganda. 2 apakah bisa data tersebut di uji hipotesis dengan uji t dan f .note ,maaf pa cuman mau memastikan terimakasih banyak .

  11. Selamat malam pak ,izin bertanya . Klo salah satu variabel x saya dummy terus sisanya skala likert dan variabel y saya likert juga ,”apakah data tersebut bisa dilakukan uji-f” ? Terimakasih

    1. ada beberapa yang membuat tutorial tentang regresi ordinal. di SPSS pun ada menu tentang ordinal regression. hanya saya secara pribadi belum pernah mencoba dan menyarankan. saya ada dipemahaman jika regresi itu harus ada variabel skala rasio baik disalah satu Y maupun X nya. karena regresi menganut linearitas. mungkin lain kali saya akan coba pahami apa itu ordinal regresi.

  12. Selamat sore pak, izin bertanya..
    skripsi saya ada 4 variabel independen dimana X1, X2, X3 skala rasio dan X4 skala ordinal (pemberian tingkatan/RANKING 1 – 5), Y nya rasio. disarankan dosen saya menggunakan Regresi Berganda, tetapi bagaimana dengan data X4 saya yg skala ordinal tersebut ya pak? apakah harus di manipulasi data dengan MSI terlebih dahulu transformasi ordinal ke interval atau bagaimana ya pak? mohon pencerahannya pak, Terimakasih sebelumnya..

    1. Selamat malam. Paling mudah adalah membuatnya menjadi dummy mbk. Misal nilai 1 sampai 2 dikonversi menjadi 0, kemudian 3 sampai 4 dikonversi menjadi 1. Terima kasih.

  13. pak saya mau bertanya, saya punya 3 variabel independen, 1 variabel moderasi, dan 1 variabel independen.

    salah satu variabel independennya adalah menggunakan dummy,
    ketika saya lakukan uji normalitas, hasilnya data tidak normal.

    saya sudah mencoba transformasi data dengan menggunaka sqrt dan log10 hasilnya tidak normal
    (dan data ada yang hilang)

    kemudian dari data yg sudah ditransform, karena masih belum normal saya lakukan outlier dan hasilnya normal..

    sedangkan kalau dari awal daya langsung menggunakan outlier tanpa ditransform datanya tidak normal.

    apakah boleh menggabungkan transform dan outlier sekaligus?

    terimakasih

    1. boleh. tapi perlu diperhatikan apakah hasil akhir operasi tersebut masih bisa mewakili data lapangan sesuai metode yang digunakan ya… titik pentingnya ada disitu. terima kasih

  14. Hallo pak saya mau bertanya jika x1, x2, dam x3 saya semuanya pakai rumus perhitungan sedangkan variabel Y saya pakai dumy… itu pakai uji apa ya pak yg cocok?

    1. Dummy itu sebenarnya skala nominal mas. Skala nominal itu hanya menyatakan simbol saja, tidak ada hubungan dengan nilai yang terkandung di variabel tsb. Kebetulan biasanya dummy itu antara ya dan tidak. Ya biasanya identik 1, 0 biasanya identik tidak. Keduanya bukan berarti ada yang lebih tinggi posisinya. Sama seperti dua kelompok, satu kelompok laki laki, satu kelompok perempuan. Keduanya sama.

      Begitupun tanda -1. Artinya 0 dan -1. Terima kasih

  15. Selamat Sore, Pak Agung.
    Saya ingin bertanya, sebelumnya untuk judul penelitian saya “pengaruh implementasi PSAK 72 terhadap kinerja keuangan perusahaan real estate”. Disini variabel independennya adalah PSAK 72 dan variabel dependennya adalah kinerja keuangan (rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas dan pasar).
    Variabel independennya yaitu variabel dummy (yg belum menerapkan= 0; yg sudah menerapkan= 1) dan semua variabel dependennya skala rasio.

    Jadi apakah benar saya menghitungnya satu-persatu dengan menggunakan regresi berganda SPSS?
    Karena mengingat bahwa berarti model penelitian saya berarti ada lima. Ex: Y1= a + b1x1 ; Y2= a + b2x2 ; dst
    Terimakasih sebelumnya.

    1. jadi satu variabel independen untuk 5 variabel dependen? rasanya agak aneh ya…lebih baik kelima variabel dependen itu dijadikan suatu indeks kinerja keuangan terlebih dahulu. bisa skornya 1 sampai 100, atau menggunakan luas area jaring jaring dengan 5 koordinat misalnya. baru nanti menggunakan regresinya satu model saja. terima kasih

  16. Selamat siang pak.
    Saya mau tanya, saua menggunakan data panel, dgn jml perusahaan 362, dan periode waktu 9thn. Variabel y saya berbentuk rasio, variabel x1 saya juga berbentuk rasio, dan variabel x2 saya berbentuk dummy (1-0).
    Yang saya mau tanyakan:
    1. Untuk melakukan regresi di eviews terhadap jenis data yg sudah saya sebutkan, apakah tetap melewati pemilihan model common/fixed/random? Atau ada cara yg berbeda?
    2. Dengan jumlah observasi yg saya miliki apa masih perlu melakukan uji asumsi klasik normalitas dan heteroskedastisitas?

    1. selamat siang mas
      1. iya, tetap melakukan pemilihan model common/fixed/random untuk mengetahui regresi yang akan digunakan.
      2. tentu harus diuji. pengujian bukan dikarenakan banyaknya data, melainkan karakteristik data, error dan hubungan atau korelasi antara setiap variabel

      terima kasih ya.. subscribe my channel jangan lupa..

  17. Selamat malam pak, saya sedang mengerjakan skripsi dengan X sebanyak 4,1(dummy) dan menggunakan variabel moderasi. Saya sudah uji asumsi klasik dan semua data saya masukan termasuk moderasi saya jadikan variabel independent lulus semua uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitisidas. Saat uji autokorelasi terdapat gejala kemudian saya lakukan uji durbin’s two step dan bisa teratasi tetapi varibel x dummy saya tidak muncul di tabel autokorelasi.
    Apakah seperti itu tidak masalah? Dan bisa saya lanjutkan?
    Atau saya harus hitung x dummy tersendiri? Jika iya dengan metode apa ya pak?
    Terimakasih sebelumnya pak

  18. Assalamualaikum wr.wb
    Saya ingin bertanya pak. Judul penelitian saya analisis faktor faktor yang mempengaruhi rating sukuk dan hanya memakai 4 varibel x berskala rasio dan variabel y yg dummy, saya harus memakai analisis regresi apa? Dan apakh variabel x sudah ckp 4 saja. Sedangkan sampe saya hanya 30 lebih apakah bisa?

    1. wa alaikum salam.. dalam menentukan alat analisis yang digunakan terlibih dahulu deskripsikan skala masing masing variabelnya ya.. bukan nama variabelnya (variabel dependen atau Y). saya sendri sampai sekarang tidak paham sukuk itu apa.. terima kasih

  19. Selamat malam pak, saya ingin bertanya judul penelitian saya yaitu “Analisis ekonomi global terhadap neraca pembayaran”, variabel nya ada pdb, inflasi, nilai tukar, ekspor impor, dan neraca pembayaran variabel terikat, dan saya ingin membandingakan perkembangan ekonomi global setelah krisis dan sebelum krisis yang berpengaruh terhadap neraca pembayaran.
    Sebaiknya saya menggunakan metode penelitian apa ya pak, dan variabel dummy saya yang mana ya pak?
    terimakasih pak

  20. Selamat malam pak saya mau bertanya, saya mahasiswa tingkat akhir, variabel X saya hanya 1 dan itu variabel dummy. Tapi variabel Y saya bukan dummy dan saya juga menggunakan variabel intervening. Apakah bisa menggunakan path analysis yaa pak? Apakah nanti akan mempengaruhi pada uji asumsi klasik saya juga? Misalkan data tidak normal/terjadi heterokedastik dsb. Terimakasih pak

  21. Selamat malam pak, saya mahasiswa tingkat akhir ingin bertanya apakah boleh dalam skripsi jika salah satu variabel x saya menggunakan dummy (1 dan 0) lalu variabel y saya juga menggunakan dummy?

    1. Selamat malam mbk.. klo variabel independennya (variabel x) hanya satu dan itupun dummy, saya tidak rekomendasikan.

      Lebiha baik pakai korelasi dan menurut saya itu belum layak diangkat skripsi ya… Soalnya nanti pembahasannya terlalu singkat.

      Solusinya? Baiknya variabel x nya ditambah beberapa variabel yang berskala rasio. Kemudian gunakan regresi logistik jika variabel y nya dummy.

      1. Variabel x saya ada 4 nah di salah satu variabel x saya menggunakan variabel dummy, y saya juga dummy pak. Apa bisa menggunakan regresi logistik jika seperti itu pak?

  22. Pagi pak ,variabel dependent (y) saya bersifat skala apakah bisa di tarnformasikan ke dummy pak dan kalau bisa bagaiman caranya pak

    1. saya berikan contoh ya.. misal variabel pendapatan (skala rasio) untuk mengkonversi menjadi dummy, misalnya akan saya bagi ke dua kelompok. kelompok yang nilainya 1 adalah kelompok yang pendapatan besar, kelompok yang nilainya 0 adalah kelompok yang bernilai kecil.

      misal x = nilai maksimal pendapatan dari responden
      y = nilai minimal sebaran pendapatan responden
      z = batas antara kelompok 1 dan 0, bisa nilai tengah, rata-rata, dll

      maka kelompok 1 adalah orang yang memiliki pendapatan dari z ke x.
      dan kelompok 0 adalah orang yang memiliki pendapatan dari y ke (z-1).

      nilai z bisa dijabarkan sesuai hipotesis penelitian atau teori tentang pendapatan. terima kasih

  23. selamat sore pak, saya ingin bertanya. saya menggunakan aplikasi eviews dan
    variabel X1 ( rumus ), X2 (dummy), Y (Dummy) , Moderasi ( Rumus) dan saya menggunakan regresi logistik. pertanyaan saya
    1. apa benar saya menggunakan regresi logistik?
    2. pada saat pengolahan data untuk x1 dan y bisa menggunakan metode binary, sedangkan untuk mengolah data x2 dan y tidak bisa menggunakan binary tetapi bisa menggunakan LS. itu bagaimana ya pak? apa saya menggunakan LS juga untuk mengolah data x1nya ?

    terimakasih pak sebelumnya

  24. Selamat siang pak Agung, saya ingin bertanya mengenai cara olah data saya jika variabel dependen dan moderasi saya menggunakan dummy, apakah variabel moderasi tersebut tetap dikalikan dengan variabel independentnya? atau cara pengolahannya bagaimana ya pak? terimakasih

    1. Berita buruknya dummy sepertinya kurang kuat jika digunakan variabel moderasi, hal ini terkait nilai 0 dan 1. Nilai 0 akan menghilangkan variabel pengali atau independen yang lain. Solusi? Ubah dummy menjadi skala ordinal minimal. Terima kasih

  25. selamat siang pak, saya ingin bertanya. apakah jumlah sampel variabel dummy antara yg bernilai 0 dan yg bernilai 1 jumlahnya harus sama atau seimbang? jika tidak, adakah prosentase yang harus digunakan? mohin jawabannya pak, terimakasih

    1. Iya..ada. usahakan berimbang. Maksimal 60-40 lah.. saya pernah mencoba data tidak seimbang, hasilnya tidak baik dan tidak signifikan.

      1. apakah ada teori yang menyatakan dummy harus seimbang pak? saya sudah mencari tetapi belum menemukan. saya sedang mengerjakan skripsi dan alasan saya menentukan tahun penelitian tersebut agar dummy yg saya gunakan datanya seimbang.

        1. hmm… saya memang belum menemukan teori harus seimbang. ini berdasarkan pengalaman saja. jika datanya tidak seimbang, maka bagaimana regresi akan memformulasikan model yang tepat? apalagi ini berbicara peluang. istilahnya sebaran datanya kurang banyak sehingga nanti mempengaruhi tingkat kepercayaan. terima kasih

  26. Mas, mau nanya kalau x1, x2 menggunakan dummy dan y menggunakan rumus, apa bisa di uji asumsi klasik?

  27. Malam Pak agung, bagaimana ya contoh model regresi dengan Menggunakan 2 dummy variable Dan peran masing2 parameternya? mohon bantuannya Pak🙏

    1. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan satu dummy variabel. Karna penjelasannya saat uji T akan dilakukan secara parsial. Jika ada kesempatan nanti saya berikan contoh di artikel terpisah. Terima kasih

  28. Selamat malam bapak, saya mahasiswa semester akhir sedang menyusun skripsi, disini jumlah sampel saya ada 44 dengan 7 variabel independen dan dependen dummy, awal saya menggunakan regresi logistik menggunaoan aplikasi spss tidak ada muncul warnings, sekarang selalu muncu denga tulisan warning “estimation failed due to numerical problem. Possible reason are: (1) At least one of the covergence criteria LCON, BCON is zero or to small or (2) the value of EPS is to small (if not specified, the default value that is used may be to small for this data set)) ini kenapa ya pak bisa begini ? Sudah saya coba tambah jumlah sampel dll masih muncul seperti itu.

  29. pak saya mau tanya,
    variabel X1 (rumus)
    X2 (dummy)
    Y(Dummy)

    1. saya pakai SPSS, bisa pakai regresi logistik pak?
    2. apakah ada tutorial untuk regresi logistiknya pak?

    1. ada mbk.. di blog ini coba ketik kata kunci regresi logistik mbk. kebetulan dulu skripsi saya juga menggunakan regresi logistik. terima kasih

  30. selamat siang pak agung saya ingin bertanya pak karena skripsi saya berhubungan dengan variabel dummy yang berada pada variabel Y , kalau mau melakukan uji analisis logistik itu apa saja ya pak yang di regres ?, contoh nya kalau di regresi linear berganda kan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t uji f dan koefisien determinasi yang diperlukan , nah kalau di dalam analisis logistik itu apa saja ya pak ? judul dari skripsi saya yaitu pengaruh likuiditas, laverage dan profitabailitas terhadap financial distress pak, mohon jawabannya ya pak

  31. pak saya cahya mau bertanya jika variabelnya tidak ada indikator tapi hanya skla dummy hanya bisa diuji lewat uji regresi berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis kecuali uji validitas dan reliablilitas apakah bisa pak???

  32. Pak saya mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi dengan judul pengaruh rasio likuiditas, leverage, profitabilitas, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan direksi dan dewan komisaris terhadap financial distress. Saya sudah punya data terkait variabel diatas, dan variabel y merupakan variabel dummy. Disini saya menggunakan regresi logistik. Pertanyaan saya :
    1. Apakah saat ingin menginput data langsung menggunakan data hasil nilai rasio yg saya kerjakan tanpa mengubahnya ?
    2. Apakah jumlah 36 sampel cukup dan normal ?
    3. Apakah bisa sebagian variabel x saya yaitu x4 x5 x6 x7 menjadi variabel dummy ? Dan bagaimana aturan menganalisis dan menginputnya dalam spss ?
    Mohon bantuannya pak.

    1. pertama, data diinput sesuai keadaannya terlebih dahulu atau disebut data mentah. bisa melakukan konversi data jika ternyata data tidak signifikan (baca di blog ini artikel tentang “tehnik setrika data”. kedua, tergantung populasinya, baca artikel di blog ini tentang “minimal data regresi”. ketiga, analisis ini menggunakan regresi logistik. saya sudah membahasnya di artikel “semua tentang regresi logistik”. input dalam spssnya adalah saat memberikan scale di deskripsi variabel, diberi keterangan categoric, saya belum menjelaskan ini. semoga ada waktu untuk membahas spss. aturan menganalisisnya sama dengan dummy di regresi umumnya. hanya saja pada regresi logistik “variabel yang memiliki nilai x = 1, akan memiliki peluang sebesar odds ratio kali dari variabel yang memiliki nilai x = 0”.
      terima kasih

  33. judl saya pengaruh intellectual capital dan enterprise risk management terhadap kinerja keuangan pada perusahaan farmasi” yang saya bingungkan variabel x yang ke dua pak saonya itu menggunakan metode dummy.

    1. maaf, pertanyaannya belum jelas mas.. saya baca berulang belum juga paham. sebaiknya mas pahami dulu regresi berganda. terima kasih

  34. pak saya mau nanya, saya masih bingung pak cara mengolah metode dummy ini pak, jadi judul saya itu terdiri dari 2 variabel x dan salah satu di variabel x ada menggunakan metode dummy ini pak, maka saya menggunakan uji apa aja ya pak dan untuk mengolah laporan keuangan k metode dummy lewat spss itu gimana ya pak? mohon bantuannya bapak

  35. Assalamu’alaikum
    pak judul skripsi saya kan “Pengaruh pembelajaran zoom meeting terhadap hasil belajar matematika” menurut bapak, saya menggunakan regresi logistik atau dummy variabel pak?

    1. Jika variabel Y nya adalah nilai matematika, artinya variabel tersebut berskala rasio. Jadi bukan regresi logistik yang digunakan. Bisa regresi berganda. Terima kasih

  36. Assalamualaikum pak, saya Diffa
    Saya mau nanya
    Salah satu variabel x1 saya ada yg dummy, jujur saya bingung untuk variabel dummy, uji apa saja yg harus dilakuin ? Apakah harus uji validitas reliabilitas ? Maka dari itu saya nanya uji apa saja yg dilakuin di variabel dummy, mohon jawabannya ya pak

    1. Ada beberapa uji yang dilakukan bukan pervariabel, melainkan uji sekaligus. Silahkan baca uji asumsi klasik part 1 dan 2 di blog ini. Untuk uji validitas dan relibilitas tentu dipakai karna itu menguji kuesioner.

      1. Wah jadi dummy variabel ttp dilakukan uji validitas sma reliabilitas ya ? Ada tutorialnya kah untuk uji validitas sama reliabilitas pda dumy variabel ,terimakasih banyak

  37. assalamualaikum pa agung
    saya mau tanya, judul peneltian saya “Media, slack, dan profitabilitas terhadap CSR”
    dimana
    X1 : variabel dummy
    X2 : rasio
    X3 : rasio
    Y : rasio

    ketika uji asumsi klasik
    untuk uji norma, hetero,multi hasilnya norma pa tetapi untuk uji auto tidak normal
    lalu saya menggunakan metode Cochrane orcutt dan kemudian uji auto saya normal

    kemudian saya melakukan uji t dan f dengan data sebelum tranfrom ( Cochrane orcutt )
    semua X saya tidak berpengaruhi terhdap Y pa

    lalu saya coba lagi uji t dan f menggunakan data sesudah tranfrom dan salah satu X saya ada yang berpengaruh dengan Y

    yang mau saya tanyakan apakah saya boleh menggunakan data yang sudah ditranform itu pa untuk di lampirkan di skripsi atau bagaimana pa ?

    terima kasih pa Agung

  38. Selamat sore mas, boleh nanya
    X1 rasio, X2 rasio, X3 Dummy dan Y rasio

    Yang saya mau tanyakan
    1. Apakah ini di lakukan uji asumsi klasik (semua X) ?

    Terima kasih

  39. maaf mau bertanya, jika ada 1 independen dan 1 moderasi, namun hasil justru menunjukkan satu variabel tersebut excluded (dikeluarkan), lalu bagaimana ya? apakah model regresi dapat digunakan?

  40. Mau bertanya, jika penelitian saya ada variabel moderasi
    dependen: nominal
    independen: dummy
    moderasi: skala (123)
    jika dikalikan indpn*moderasi, hasilnya sama dgn nilai independen, terjadi multikoliniearitas, namun hasil hipotesis signifikan, apakah hasil signifikan tersebut dapat digunakan pak?

  41. maaf pak saya mau tanya
    saya kan pakai 5 variabel X1, X2, X4 dan Y pakai skala likert X3 pakai skala nominal/dummy .
    yang saya tanyakan apakah skala dummy memakai uji validitas dan uji reliabelitas juga pak?
    dan X3 yang berskala dummy itu Tipe Kepribadian , nah jika membuat tabulasi pada exel dan membuat nilai skornya itu gimana?
    Mohon bantuannya ya pak

    1. Uji validitas dan realibilitas itu menguji kuesioner. Jadi dilakukan sebelum penelitian dilakukan. Jadi perlu dan tidak memandang jenis skala variabel.

  42. Saya ingin bertanya pak agung. Jika variabel Y saya menggunakan dummy apakah bisa menggunakan analisis regresi data panel?

  43. selamat siang pak. saya mau tanya , apabila variabel Y saya bukan dummy sedangkan variabel X saya terdapat 2 variabel dummy , lebih baik saya menggunakan uji regresi berganda atau uji logistik ya pak? terus apakah variabel dummy berpengaruh terhadap normalitas data? soalnya data saya masih tidak normal. mohon pencerahannya ya pak . terima kasih

      1. Maksudnya balance disini jumlah nya sama pak? Kalo saya pake transformasi data untuk variabel dummy nya bisa tidak ya pak?

  44. Sore Pak,
    Jika variabel Y saya menggunakan Dummy, lalu X1, X2, X3 saya menggunakan skala rasio, itu analisis regresinya pakai apa yaa? regresi berganda atau logistik ?

  45. Selamat malam pak, mau bertanya. saya sedang melakukan penelitian tentang “analisis willingness to pay terhadap premi asuransi pertanian”. saya menggunakan variabel independen dummy (ya dan tidak) dan variabel dependen sebanyak 7 variabel, yaitu usia, pendidikan, pendapatan, lama usaha tani, luas lahan, pengalaman risiko dan status kepemilikan lahan. 3 dari 7 variabel (pendidikan, risiko dan status lahan) merupakan variabel dummy. apakah variabel tersebut dapat dilakukan uji normalitas? terima kasih

    1. pada prinsipnya yang diuji dalam uji normalitas adalah galatnya atau errornya. jadi tidak berpengaruh terhadap jenis variabel independennya. jadi jawabannya bisa. terima kasih

  46. Selamat siang Pak Agung, apabila saya melakukan penelitian dengan variabel X Pelatihan (Dummy) variabel Z Kepuasan Kerja (Interverning) dan variabel Y kinerja tempat kerja (Y). saya menggunakan regresi untuk melihat pengaruhnya. apakah sudah benar? untuk melihat pengaruh variabel interverning lebih baik menggunakan path analysis atau uji sobel pak?
    terimakasih

    1. Selamat siang mbk…menurut saya kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi faktor pelatihan ya mbak.. jadi mestinya masih bisa dieksplore lagi variabel yang diambil. Untuk intervening, banyak yang menggunakan regresi ataupun path. Saya tidak bisa menentukan mana yang lebih baik karena dua duanya merupakan alat analisis.

      1. Selamat sore bapak Agung, terimakasih untuk responnya. untuk x dengan variabel dummy bolehkah menggunakan path analysis bapak?

  47. terima kasih pak kontennya

    saya masih bingung, variabel dummy (independen) walaupun skala nominal tetap boleh menggunakan regresi linier berganda pak? walaupun bukan interval atau rasio
    tanpa perlakuan khusus terlebih dahulu?

    terima kasih pak

    1. Boleh digunakan tetapi jumlah variabel indeoenden hendaknya mayoritas tetap rasio. Perlakuan khusus sebenarnya dalam software tetap dilakukan terbukti dalam deskripsi skala di spss sudah dibedakan. Terima kasih

  48. selamat pagi kak .. Kak, saya mau nanya .. Saya sekarang sedang membuat skripsi. Saya menggunakan variabel kontrol yaitu jenis kelamin. Ketika menguji, jenis kelamin ini saya jadikan variabel dummy (0 perempuan, 1 laki-laki) Lalu, ketika saya melakukan uji t, didapatkan bahwa nilai ny signifikan dan nilai t serta koefisien nya positif. Lalu bagaimana cara saya menjelaskan hasil yang seperti itu kak ? Terima kasih kak

    1. selamat siang mega. Misal 0 = perempuan, 1 = laki laki dan koeffisien +, maka laki laki memiliki nilai Y yang lebih besar dibanding perempuan.
      Misal 0 = perempuan, 1 = laki laki dan koefisien -, maka laki laki memiliki nilai Y yang lebih kecil dibanding perempuan.

      Terima Kasih