Categories: MDS

Menentukan Leverage (MDS) dari Software R

Advertisement

Seperti yang kita ketahui bahwa multidimensional scaling bisa menggunakan aplikasi tambahan excel berupa addins atau menggunakan software R. Sebenarnya SPSS pun bisa menggunakan multidimensionel scaling atau biasa disingkat MDS ini, namun saya belum paham apakah dalam outputnya sudah menyertakan leverage dan monte carlo ataukah belum.

Membahas tentang pilihan antara addins excell atau software R terkadang menjadi dilema tersendiri. Addins excell menawarkan hasil yang lengkap, tidak hanya grafik atau output, melainkan juga semua jejak berupa angka – angka perhitungan masih tertinggal sehingga kita bisa menggunakannya secara maksimal. Sedangkan aplikasi R hanya mengeluarkan output berupa nilai dan grafiknya, itupun tidak semua grafik dibuatkan termasuk leverage dan monte carlo. Tidak hanya itu, penilaian tingkat stress yang menunjukkan kevalidan outputnya juga dipertanyakan.

Jika dilihat secara sekilas memang sepertinya addins excell lebih unggul. Namun ternyata tidak semua orang beruntung mendapatkan settingan dan komputer yang sesuai atau compatible dengan addins satu ini. Banyak saya jumpai keluhan selalu menjumpai “bad parameter” ataupun gagal running macros. Sehingga mau tidak mau mereka mengunakan software R sebagai alat analisisnya.

Saya rasa berbicara tentang output MDS atau nilai keberlanjutan antara output R dan addins excell tidaklah terlalu berbeda. Karena output yang dihasilkan keduanya sudah clear dan jelas baik berupa grafik maupun angka. Namun, berbeda halnya saat membicarakan leverage.

Melanjutkan review saya tentang sotware satu ini, saya penasaran dengan grafik leverage yang disajikan addins excell dan output R. R hanya mengeluarkan nilai X dan Y dari nilai leverage tersebut, sedangkan pembaca atau pengguna MDS lebih familiar dengan grafik bar yang kearah samping kanan, dimana semakin panjang bar sebuah variabel maka semakin tinggi pengaruhnya terhadap tingkat keberlanjutan.

Sehingga timbullah pertanyaan sebenarnya leverage yang biasa ditampilkan oleh output addins excell tersebut sebenarnya nilai X atau nilai Y yang dikeluarkan oleh R?

tampilan leverage di addins excell

Ide ini sebenarnya bukan murni dari ide saya sendiri, melainkan dipicu oleh pertanyaan pembaca yang menanyakan pembuatan leverage bar pada aplikasi R.

Maka saya mencoba untuk menggunakan kedua aplikasi tersebut dan mengolah data yang sama untuk mengetahui jawaban. Memang bagi peneliti sosial yang notabene biasanya sebagai pengguna, kurang mengetahui komposisi rumus penentuan leverage atau indeks keberlanjutan. Sehingga permasalahn seperti ini dipecahkan dengan experimen.

Leverage MDS pada software R

Setelah running menggunakan data yang sama, dijumpai data leverage pada addins seperti gambar diatas, dan output sotware R juga pada gambar (tabel) diatas. Saya hanya membuat bar chat dari sumbu X dan sumbu Y di output R tersebut kemudian mencocokkannya dengan hasil leverage di addins excel.

Berikut gambar yang saya peroleh:

menggunakan x scores

Pada gambar ini terlihat bahwa urutan variabel mendekati sama atau identik. Variabel leverage dari kedua gambar ini yakni modal, tenaga kerja, tanah dan peralatan.

Bagaimana dengan menggunakan nilai y?

menggunakan y scores

Tampak pada gambar diatas tidak terjadi kemiripan antara nilai Y dalam output leverage di software R dengan output addins excell.

lalu, bagaimana dengan nilainya?

Nilainya sendiri memang tidak sama persis antara sumbu X di output R dengan hasil addins excell. Hal ini memang dimaklumi karena nilai tersebut memang digunakan secara kualitatif. Artinya angka tertinggi menunjukkan variabel leverage yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan, berapapun nilainya. Jarang dijumpai nilai leverage ini disebutkan secara tersurat.

Penyebutan nilai yang dalam MDS biasanya hanya saat membahas tentang indeks keberlanjutannya saja.

Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan kali ini adalah, leverage bar bisa di ambil dari nilai x scores jika menggunakan software R untuk mengolah Multidimensional scaling.

Terima kasih

Share

Recent Posts

Cerita di balik Buku Menakar Daya Saing

Ini adalah buku kedua sepanjang karir saya menjadi peneliti. Spesial sih enggak terlalu karena buku…

1 month ago

Memetik ide karya tulis ilmiah dalam perkebunan tugas rutinitas

Menulis KTI mengenal istilah novelty, yang artinya kurang lebih adalah kebaruan. Karya Tulis Ilmiah yang…

3 months ago

Mengapa menggunakan uji Duncan?

Berbicara tentang rancangan percobaan pada ral dan rak , biasanya dikenal dengan istilah analisis Anova…

7 months ago

Mencari Nilai Optimum dalam Rancangan Percobaan

Setiap rancangan percobaan baik Ral ataupun Rak biasanya memberikan berbagai alternatif perlakuan terhadap respons-nya. Misalnya…

7 months ago

Kursus Online di Catatan Budi

Hampir sekitar 3 bulan mulai vacuum di blog ini. Vacuum dalam arti hampir belum ada…

7 months ago

Tips dan Cara Mencari Kampus Terbaik Luar Negeri

Kamu baru saja menerima tanda kelulusan dari tempatmu sekolah? Kamu memutuskan untuk masuk ke salah…

8 months ago

This website uses cookies.