Membaca informasi/ metadata pada sebuah photo

Hampir setiap objek digital memiliki metadata yang berfungsi sebagai pengenal atau informasi dari objek digital tersebut. Sebagai blogger, tentu tidak asing pada saat memposting sebuah artikel, penulis melengkapi informasi artikel dengan tag metadata. Google sebagai robot pencarian akan mengenali objek digital dari informasi atau meta data yang melekat di artikel tersebut. Tanpa metadata yang menyertainya, google tidak akan mengenalinya dan tentu saja artikel tersebut tidak muncul dalam mesin pencarian. Alhasil, penulis harus memiliki keahlian yang mereka sebut sebagai SEO / Search Engine Optimization.

Salah satu objek digital adalah sebuah photo, apalagi jika objek tersebut dari sebuah ponsel. Pada saat ponsel merekam sebuah kejadian dalam bentuk photo, seharusnya otomatis data seperti jenis ponsel, waktu, tanggal, titik koordinat berada dalam photo tersebut. Kita membutuhkan alat untuk membaca meta data dalam sebuah photo.

GeoSetter: Aplikasi membuka metadata photo

Salah satu aplikasi yang membuka metadata sebuah photo adalah geosetter. Kita dapat memperoleh aplikasi Geosetter tersebut pada halaman resmi aplikasi dibawah ini:

Cara menggunakan aplikasi Geosetter juga cukuplah mudah. Pada tampilan awal, kita mengarahkan aplikasi di folder photo. Kita klik file-open folder.

aplikasi geosetter

Windows sebelah kanan menjelaskan informasi atau metadata yang dimiliki oleh photo tersebut. windows itu memberikan informasi tanggal photo, ukuran file. Contoh lainnya adalah photo berikut:

Gambar kedua ini lebih lengkap karena memiliki informasi lokasi, tanggal photo, nama file, dan lain-lain. Bahkan, berdasarkan lokasi atau koordinat yang ada, kita bisa melihat lokasi pengambilan data langsung dalam aplikasi geosetter ini. Caranya adalah klik tab Map yang terletak dibawah. Kita selanjutnya akan melihat lokasi pengambilan photo tersebut:

Geosetter tidak hanya memberikan lokasi pengambilan photo, tetapi juga arah kamera. Output ini sangat membantu kita dalam penginputan data ke dalam proses remote sensing, yakni pada saat kegiatan klasifikasi.

Jika kita sudah memahami, tentu kita tidak perlu meminta data koordinat di semua lokasi. Melainkan, cukup meminta sebuah photo dengan informasi metadata yang lengkap. Poin penting saat pengambilan photo adalah menyalakan fitur gps sehingga informasi koordinat melekat pada photo.

Selamat Belajar

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *