Tiga Hal Penting dalam Rancangan Percobaan

Posted on

Sudah bukan hal yang aneh jika suatu metode memiliki persyaratan khusus yang perlu dipenuhi agar hasil menjadi valid dan diterima oleh civitas lainnya. Berdasarkan pengertian rancangan percobaan yang telah dibahas sebelumnya, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan rancangan percobaan.

Hal penting ini bisa juga dikatakan prinsip dasar rancangan percobaan. Artinya, jika salah satu dari ketiga ini tidak tersedia dalam rancangan penelitian, maka rancangan tersebut dikatakan gagal. Ketiga prinsip tersebut adalah pengendalian lingkungan, pengacakan, dan ulangan.

Pengendalian lingkungan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya pada pengertian rancangan percobaan, bahwa prinsip pengendalian lingkungan ini merupakan pembeda penelitian sosial dan eksak. Bahkan sebagian mungkin berpikir bahwa penelitian anak IPA pasti larinya ke rancangan percobaan, sedangkan anak IPS pasti kenal dengan regresi berganda, regresi logistik dan sebagainya.

Perlunya dilakukan pengendalian lingkungan atau biasa disebut sebagai local control karena pada prinsip ini akan mempengaruhi respon dari berbagai perlakuan yang diberikan peneliti. strategi yang dilakukan biasanya dengan melakukan pengelompokan. Misalnya pada kelompok A diberi perlakuan pupuk kandang, kelompok B diberi perlakuan pupuk kompos. Atau dengan kelompok lain dan perlakuan yang lain sesuai tujuan penelitian.

Local control sebenarnya bisa dilakukan dengan sengaja oleh peneliti ataupun terjadi secara alami. Misalnya peneliti ingin melihat bagaimana perbedaan kadar air pala yang diambil dari Maluku dan Aceh. Peneliti tidak melakukan local control, tetapi local control itu tetap ada dengan alami yakni perbedaan kondisi Maluku dengan Aceh itu sendiri.

Pengacakan

Berbicara tentang acak berarti setiap unit percobaan memiliki peluang yang sama untuk diberikan suatu perlakuan atau peluang yang sama untuk mewakili kelompoknya dalam pengambilan data. Sistem random akan membantu peneliti untuk menghindari error yang sistematis karena homoskedastisitas. Pengacakan akan secara langsung mengambil perwakilan setiap kelompok baik yang memiliki nilai rendah maupun tinggi sehingga hasil yang diperoleh akan valid dan memenuhi asumsi hipotesis.

prinsip dasar rancangan percobaan
ilustrasi pengambilan data di lab

Sebagian peneliti pemula berpikir jika mengambil nilai kelompok yang besar saja peluang keberhasilan pada penelitiannya akan tinggi. Padahal, tanpa ada keterwakilan kelompok yang rendah, bisa saja justru data tersebut tidak bisa diolah karena memiliki bias yang tinggi dan tidak bervariasi atau ragamnya rendah.

Pengulangan

Perlakuan yang telah diterapkan dengan membaginya dalam beberapa kelompok dan pengacakan dilakukan di setiap kelompoknya, selanjutnya adalah perlu pengulangan. Hal ini terkait langsung dengan pendugaan galat percobaan dan meniingkatkan vliditas dari hasil yang diperoleh. Semakin banyak perlakuan yang dilakukan pada percobaan maka keyakinan akan validnya hasil uji hipotesis akan semakin meningkat.

Ada beberapa rumus yang menentukan berapa minimal pengulangan dan perlakuan tersebut. Diantaranya adalah :

t(r-1) ≥ 15

dimana t adalah perlakuan dan r adalah ulangan.

Jadi jika seorang peneliti ingin melakukan 3 perlakuan maka minimal ulangan yang dilakukannya adalah 6 ulangan. Semakin banyak ulangan maka hasilnya akan semakin baik.

Demikian tiga hal dasar yang harus diperhatikan dalam membuat rancangan percobaan. Banyak peneliti yang melakukan penelitian, namun setelah datanya terkumpul diakhir kegiatan ternyata datanya tidak bisa diolah karena tidak memenuhi prinsip dasar ini.

Selamat Belajar  

Gravatar Image
Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *