Trik Menghitung HOK Usahatani

Posted on

HOK atau Hari orang kerja adalah satuan tenaga kerja yang digunakan biasanya dalam menghitung analisis usahatani. Pada umumnya HOK berjumlah 8 jam per hari yang telah dihitung dengan jam istirahat selama 1 jam di dalamnya.

Permasalahan yang umum terjadi dalam perhitugan analisis usahatani adalah penggunaan tenaga kerja biasanya menggunakan tenaga kerja anggota keluarga. Tidak ada pemisah antara waktu yang digunakan untuk “bekerja” dan waktu yang digunakan dalam urusan rumah tangga. Tidak seperti karyawan kantor atau pabrik yang jelas memiliki jam masuk kantor atau pabrik dan jam keluar kantor atau pabrik.

Hal ini yang menjadikan tantangan bagi peneliti untuk memperhitungkan secara tepat berapa biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja dalam analisis usahatani. Tak jarang jika petani menjawab dalam wawancaranya “ya… saya ngerjainnya sesempatnya aja pak, klo lagi longgar pagi pagi saya keladang”. Nah, klo sudah menjumpai hal yang seperti ini, jangan langsung tutup kuesioner dan balik kanan pulang ke kampus ya..

Rumus Umum Perhitungan HOK

HOK tergantung dari jumlah tenaga, kerja hari kerja, dan jam kerja perhari. Perkalian kesemua faktor tersebut kemudian dibagi 8 jam sebagai satu satuan HOK. Rumusnya menjadi sebagai berikut:

HOK = (∑ tenaga kerja x hari kerja x jam kerja perhari) / 8

Agar wawancara berjalan dengan efektif dan informasi yang diperoleh pun dapat berkualitas, maka perlu tehnik untuk menyiapkan konsep sebaik-baiknya. Adapun trik untuk menyiapkan konsep tersebut adalah:

Membuat rincian proses budidaya

Membuat rincian proses budidaya dari mulai pembajakan lahan hingga panen dapat membantu enumerator atau peneliti dalam menjaring informasi tetang HOK. Misalnya pada budidaya bawang merah, proses dipecah menjadi : pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama penyakit, pemeliharaan, penyemprotan, dan panen. Atau pada budidaya padi bisa dirinci dengan: pembajakan 1 dan 2, persemaian, penanaman, pemeliharaan pematang, pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan panen.

Ketika petani ditanya fokus pertahapan budidaya, kemungkinan besar akan mudah mengingat berapa waktu yang telah ia gunakan untuk mengurus padi atau komoditas pertanian tersebut. Jika enumerator menemukan kebingungan dari petani, jangan sungkan untuk bertanya lebih lanjut. contohnya:

“berapa hari bapak melakukan pemupukan?”

“saya mupuk biasa dua kali” (ditanya hari tapi jawabnya kali)

“maksudnya dua kali pupuk ya pak”

“iya”

“pupuk pertama dikerjakan berapa hari pak?”

“saya kerjakan sama anak saya ga sampai sehari, sebentar saja”
“sebentarnya itu,.. dari jam berapa ke jam berapa pak”

“ya…berangkat jam 8 jam 11 sudah pulang”

“lalu pemupukan kedua pak?…. dst

Dari contoh percakapan diatas sudah mendapat informasi tentang pemupukan pertama yang dikerjakan 2 orang dengan waktu 3 jam. jadi totalnya adalah 6 jam kerja.

Jumlah ini nantinya digabungkan dengan tahapan budidaya selanjutnya sehingga terkumpul totalnya dan dibagi dengan 7 jam kerja. Mengapa 7 jam kerja? Karena yang kita hitung adalah jam efektif kerja. Angka 8 pada rumus sebelumnya sudah termasuk waktu istirahat selama 1 jam.

Menanyakan metode pembayaran upah.

Tidak semua tahapan budidaya dikerjakan oleh sendiri atau keluarga. Terkadang petani menggunakan tenaga mesin, borongan, atau istilahnya “gotong royong” dengan tetangga dan kerabatnya, dan bawon.

Cara menghitung HOK

Tenaga mesin dapat dijumpai misalnya pada tahapan pembajakan sawah. Mulai bajak pertama, kedua, hingga pembajakan terakhir biasanya petani mengeluarkan uang cash untuk membiayainya. Tanpa basa basi, langsung saja kita tanya berapa uang yang dikeluarkan untuk tahapan ini. Informasi yang diperoleh langsung pada point biaya tenaga kerja.

Sistem borongan juga sama dengan mesin, langsung ditanyakan berapa biaya yang keluar dalam menggunakan jasa borongan tersebut.

“gotong royong”. Ada yang  menyebutnya “babiran” dan lain sebagainya. Contoh pada jenis pembayaran tenaga kerja ini adalah saat menanam padi. Ada beberapa daerah yang belum menggunakan mesin dan mengerjakan tanam padi secara bersama sama. Jadi, dia mengajak rekan kerabatnya untuk menanam padi di sawahnya, sebagai imbalannya dia juga ikut membantu menanam padi di rekan-rekannya tersebut. Jadi mengerjakan tanam padi di kampungnya secara bersama sama (gratis, hanya menyediakan makanan saat giliran sawahnya ditanam). Dalam hal ini petani harus membayar tenaga rekannya dengan tenaganya sendiri. Rasa pegal dan capai tidak terasa karena semua dikerjakan bersama- sama. Cara menghitung HOKnya dapat dilakukan dua cara.

Cara pertama adalah menanyakan berapa orang yang ikut menanam saat giliran sawahnya ditanam tersebut dan berapa jam selesainya. Jika petani ingat berapa jumlahnya dan lamanya, maka selesai. Namun umumnya petani tidak akan mengingat sampai detil berapa orang yang terlibat apalagi spesifik saat sawahnya yang ditanam. Maka menggunakan cara kedua yakni berapa lama ibu/bapak ikut acara gotong royong tersebut, dan berapa jumlah keluarga bapak/ibu yang ikut kegiatan itu. Pertanyaan ini akan mudah diingat dan biasanya lebih banyak berhasil.

Sistem bawon. Biasanya digunakan petani saat panen. Upah yang dibayarkan untuk petani lain mengerjakan panen adalah sebagian dari hasil panen itu sendiri. Jumlah besarannya pun tergantung dari kebiasaan setempat. namun yang umum biasanya 9 berbanding 1. 9 bagian untuk pemilik sawah dan 1 bagian untuk pemanen (lebih gampang menyebutnya 10 persen untuk pemanen). Maka menghitung biaya tenaga kerjanya adalah dengan cara menanyakan berapa hasil panen yang diperoleh, kemudian dibagi 90% dan dikalikan 10%. Jangan lupa menanyakan harga jual padi terebut untuk mendapatkan total biaya kerja panen.

Tanaman semusim versus tanaman tahunan

Menanyakan atau mencari informasi tentang HOK yang digunakan pada tanaman musiman lebih membuat frustasi. Tentu kita tidak mungkin menanyakan proses penanaman dan pengolahan lahan yang mungkin telah dilakukan 8 tahun atau puluhan tahun yang lalu.

Berbeda dengan tanaman musiman yang masih dalam hitungan hari, atau setidaknya 3 bulan. Masih fresh dan biasanya suatu kerjaan yang dilakukan berulang. Petani hortikultura pun masih ingat kapan membeli pestisida, fungisida, lengkap beserta harganya.

Analisis usahatani pada tanaman tahunan biasanya menggunakan analisis parsial. Dalam analisis ini yang dihitung adalah margin peningkatan pendapatan terhadap peningkatan biaya yang dikeluarkan atau biasa dikenal sebagai MBCR (Marginal Benefit Cost Ratio).

Dalam MBCR yang dihitung adalah berapa kenaikan biaya yang dikeluarkan dan berapa kenaikan dari pendapatan setelah melakukan treatmen atau perlakuan tambahan. Misalnya petani menggunakan perilaku pemupukan infus akar. Dalam hal ini peneliti menanyakan berapa HOK yang dibutuhkan untuk melakukan pemupukan infus akar tersebut dengan luasan yang telah ditetapkan (nanti dikonversi ke hektar). ditambah dengan biaya biaya pembelian bahan, kemudian nanti akan memperoleh tambahan biayanya. Disebut tambahan biaya karena analisis ini parsial tidak menghitung biaya usahatani secara keseluruhan.

Dari sisi pendapatan, dihitung berapa kenaikan pendapatan pendapatan dari pendapatan sebelumnya yang tidak menggunakan perlakuan tersebut. Sehingga kenaikan pendapatan ini dibagi dengan kenaikan biaya yang dijelaskan diatas. Jika nilainya lebih besar dari 1 maka perlakuan tersebut dapat dikatakan menguntungkan dan layak diteruskan.

Dalam hal ini, saya menekankan bahwa perhitungan HOK dalam tanaman tahunan biasanya dilakukan parsial, tidak menjelaskan secara keseluruhan. Namun, jika analisis yang dilakukan adalah analisis kelayakan usaha, maka perlu dilakukan dari tahapan awal hingga tahapan akhir, itupun biasanya menggunakan asumsi.

Jangan lupa menanyakan upah harian

Upah harian (satu hari) dianggap sebagai upah harian HOK. Dalam menghitung biaya tenaga kerja, tentu komponen ini diperlukan dengan cara mengalikan HOK dengan upah hariannya.

Mengapa upah harian perlu ditanyakan? Karena upah harian berbeda beda tergantung dari lokasi dan inflasi dan UMR di tempat penelitian. Jadi jangan langsung mencarinya dengan mengkonversi dari UMR. Pertanyaan simple untuk menanyakan upah harian ini adalah “pak/bu, biasanya orang bekerja satu hari disini, dibayar berapa?”

Upah harian ini tidak melulu untuk tenaga kerja pertanian, bisa saja kita menanyakan upah harian tukang bangunan, tukang ledeng, atau tukang kebun. Biasanya besarannya tidak jauh berbeda.

Gravatar Image
Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian. Pernah bekerja di bidang supply chain. Detil info silahkan kunjungi laman about me.

One thought on “Trik Menghitung HOK Usahatani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *