Mempertahankan eksistensi cengkeh di Maluku

Saya sering sekali mendengar bahwa cengkeh di Maluku banyak yang sudah tua. Bahkan umurnya sudah 30 tahun keatas. Hampir setiap saya turun lapang, saya mendengar hal yang sama berulang – ulang. Informasi tersebut hampir semua orang sudah mengetahuinya. Mungkin sudah menjadi pengetahuan dan rahasia umum bagi petani, peneliti dan pengambil kebijakan.

Namun, saat saya mencari informasi tentang hal yang sama di dunia perjurnalan, saya menemukan informasi yang minim. Memang ada beberapa disebutkan bahwa cengkeh tua merupakan suatu masalah dan perlu peremajaan. Biasanya itu hanya satu paragraf atau hanya di bagian rekomendasi kebijakan saja. Sedikit sekali yang membahas secara detil tentang mengapa umur yang tua pada cengkeh dianggap sebagai hambatan? Apa pengaruh terhadap produksi cengkeh dan bagaimana cara menanggulanginya?

Berbekal dari informasi dan temuan tersebut, saya berpikir untuk mencari sedikit jawaban dari pertanyaan yang timbul. Dalam kehidupan sehari – hari kita pasti bisa mengatakan bahwa umur cengkeh yang tua akan mengurangi produktivitas. Namun bagaimana cara membuktikannya dengan tulisan ilmiah?

Saya menggunakan model dinamis yang saya peroleh dari sebuah workshop yang diadakan oleh organisasi atau himpunan ternama di Indonesia. Saya berpikir bahwa alat analisis ini tepat digunakan untuk mengetahui bagaimana dampak komposisi tanaman tua tersebut mempengaruhi produksi cengkeh di masa depan. Serta memberikan alternatif alternatif jawaban untuk menemukan solusi dari pertanyaan tersebut.

Hasilnya, tidak begitu mengejutkan. Rehabilitasi memang penting untuk dilakukan demi menyelamatkan eksistensi cengkeh di tempat dia berasal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebenarnya rehabilitasi itu adalah kegiatan rutin setiap tahun, yakni mengganti tanaman yang rusak dan berumur tua dengan tanaman yang baru. Artinya, tanaman yang tua segera diganti dan tanaman yang rusak berangsur angsur diganti 10 persen per tahun.

Harga di pasar pada perdagangan cengkeh ditentukan oleh pasar. artinya, suplly cengkeh di pasar turut mempengaruhi naik turunnya harga di pasar. hal ini memberikan pemahaman bahwa penambahan luas tanam tidak perlu dilakukan secara besar besaran. Karena dampak dari perluasan lahan tersebut baru akan terasa 10 hingga 20 tahun mendatang.

Artikel tersebut bisa dilihat pada link dibawah ini:

Pentingnya rehabilitasi cengkeh.

Berikut cuplikan special report tentang cengkeh di Maluku di tahun 2017

Terima Kasih

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *