Identifikasi permasalahan saat membuat proposal penelitian

Bab pertama dalam sebuah karya tulis ilmiah dipastikan adalah pendahuluan. Pendahuluan yang berisi secara garis besar latar belakang dan tujuan pembuatan penulisan. Bab pertama ini sangat penting untuk mengikat pembaca melanjutkan membaca atau tidak ke bab selanjutnya. Jika bab pendahuluan terasa bosan dan datar, maka sudah dipastikan pembaca akan meletakkan karya tulis ilmiah atau langsung melompat ke kesimpulan.

Dalam dunia karya tulis ilmiah, sebenarnya tidak terlalu wajib untuk mengusahakan artikel yang ditulis bisa menarik pembaca. Hal ini dikarenakan format dari karya tulis ilmiah sendiri sangatlah baku sehingga memang sudah terkesan karya tulis ilmiah adalah jenis tulisan yang membosankan. Alur penulisan karya tulis ilmiah selalu runut dari pendahuluan hingga kesimpulan. Tidak pernah dijumpai seperti novel yang kadang kadang penulis bisa menyelipkan flashback di tengah – tengah bab, sehingga beberapa point penting disimpan dan dikeluarkan pada momen yang tepat sehingga novel atau karangan fiksi lainnya lebih hidup dan menegangkan.

pendahuluan Identifikasi permasalahan saat membuat proposal penelitian pendahuluan karya tulis ilmiah

Namun, jika diamati lebih dalam kita bisa membedakan penulis karya tulis ilmiah yang ahli dalam mengolah bab demi bab sehingga membacanya menyenangkan dan informasi yang disampaikan mengalir dan mudah dipahami. Terlebih lagi ulasan yang disampaikannya to the point dan hasil kesimpulannya benar-benar menjawab permasalahan yang diangkat di dalam pendahuluan.

Oleh sebab itu, semua bermula dari bab pendahuluan. Membuat menarik di pendahuluan sama halnya bagaimana upaya kita mengupas permasalahan yang akan kita bahas secara detil yang selanjutnya akan dibahas secara bertahap di bab bab selanjutnya. Tidak jarang peneliti sudah menguasai metodologi dan rencana pengolahan data, namun termenung saat mengolah pendahuluan. Mereka terjebak tentang keinginan menunjukkan alat analisis yang hebat dengan melupakan pentingnya pendahuluan dan latar belakang mengapa alat analisis itu diperlukan.

Bagaimana Identifikasi permasalahan?

Permasalahan dalam pendahuluan dapat kita identifikasi gap atau perbedaan antara suatu kejadian dengan apa yang seharusnya terjadi secara teori. Penyimpangan – penyimpangan fenomena tersebut belum dapat dijelaskan dan dirasakan tidak lazim jika mengikuti teori yang ada.

Jika anda mendapatkan suatu gap dalam kejadian sehari – hari, pertanyakan kepada diri anda apakah perbedaan tersebut menarik untuk dicarikan jawabnnya terhadap pertanyaan umunya seperti apa, dimana, bagaimana, dan yang paling penting adalah mengapa fenomena tersbeut bisa terjadi. Jika fenomena yang anda temukan adalah sesuatu yang menarik, maka kemungkinan besar kejadian tersebut bisa anda tuliskan dalam sebuah karya tulis ilmiah.

Setelah itu, perlu anda pertanyakan apakah kejadian menarik tersebut memberikan dampak terhadap ilmu pengetahuan atau tidak. Hal ini berkaitan dengan tujuan yang akan anda munculkan diakhir bab pendahuluan.

Langkah selanjutnya adalah membuat Idea Concept Paper (ICP) atau apapun anda memberi nama pada form ini. Icp merupakan usulan gagasan penelitian atau konsep yang mungkin dapat diusulkan menjadi sebuah kegiatan. Istilah di kantor saya adalah matrix kegiatan. Matriks kegiatan atau ICP ini berisi tentang ringkasan ide suatu penelitian, gambaran khusus kegiatan yang akan diusulkan, sasaran/hasil yang diharapkan, dan metodelogi. ICP juga berisi uraian singkat tentang  rencana kerja, waktu dan rencana biaya yang diperlukan untuk rencana penelitian. Pada intinya, ICP ini akan memberikan petunjuk peneliti untuk mengembangkannya menjadi sebuah proposal yang lengkap.

Ciri Pendahuluan yang baik

Kembali pada topik artikel ini tentang identifikasi permasalahan yang tertuang dalam bab pendahuluan. Berikut merupakan ciri-ciri pendahuluan yang baik:

  1. Menjelaskan permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis tersebut.
  2. Berisi tentang jawaban dari pertanyaan: “mengapa penelitian ini perlu dilakukan”?
  3. Setelah membahas permasalahan, maka bagian mana dari permasalahan tersebut yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini?
  4. menekankan manfaat dan tujuan penelitian yang menerangkan bahwa penelitian ini memang perlu dilakukan

Sebelum mengetahui tips ini, saya biasanya menulis pendahuluan dari hal umum terlebih dahulu kemudian berangsur – angsur membahas yang lebih spesifik. Saya melakukan hal tersbeut pada skripsi dan beberapa karya tulis ilmiah di awal saya berkecimpung di dunia penelitian. Paragraf awal bercerita tentang kondisi nasional, kemudian paragraf pertengahan membahas tentang kondisi provinsi dan selanjutnya permasalahannya.

Ternyata hal demikian terlalu bertele-tele. Menurut peneliti yang lebih senior lebih baik langsung ke pokok permasalahannya. Bahas detil dan tunjukkan penguat teori yang seharusnya terjadi dengan studi literatur. Kemudian perjelas permasalahan – permasalahan yang tampak dan akan dibahas pada metodelogi dan pembahasan nantinya.

Terima kasih.

Sumber: sebuah bahan tayang di laci meja lama

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *