Custom Search

Jadwal Pemupukan Tanaman Pekarangan

Pemilik pekarangan biasanya memanfaatkan sebagian lahannya untuk aneka tanaman pekarangan. Bermacam-macam tanaman biasanya menghiasi halaman untuk mempercantik sekaligus memenuhi cukupan gizi di dalam keluarga, meskipun kemungkinan besar tidak terlalu banyak.

Namun, kebanyakan orang yang menanam tanaman pekarangan bingung dengan jadwal pemupukan tanaman yang mereka miliki. Padahal, ketepatan jadwal pemupukan merupakan point penting agar bisa efektif dalam pemberian pupuk. Tehnik pemberian pupuk harus sesuai dan mengikuti tepat jumlah/dosis dan tepat waktu. Tepat dosis bertujuan agar pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kurang pupuk bisa menyebabkan tanaman tidak tumbuh optimal, kelebihan pupuk bisa lebih berbahaya karena residu pupuk tersebut bisa terakumulasi didalam daun dan ikut dimakan oleh konsumennya. Bahkan, kondisi tanah ikut rusak karena penggunaan pupuk yang berlebihan.

Tepat dosis sangat erat hubungannya dengan tepat waktu. Pada masa pertumbuhan vegetatif, tentunya tanaman lebih membutuhkan pupuk dengan unsur nitrogen lebih banyak dibandingkan kalium. Maka, tentunya pada vase ini kita sebaiknya memberikan pupuk yang mengandung nitrogen lebih banyak. Sebaliknya pada masa pembungaan dan pembuahan, unsur kalium dan phospore lebih dibutuhkan ketimbang nitrogen. Sehingga sangat disarankan untuk memberikan pupuk yang mengandung banyak kalium dan phospore.

Sebelumnya, saya mohon maaf karena dalam artikel ini saya akan langsung menyebut merk pupuk. Saya tidak bermaksud untuk mempromosikan pupuk tersebut. Hanya saja, pengalaman yang saya lihat pupuk tersebut memang digunakan saat proses pemupukan. Anda bisa saja mengganti pupuk tersebut dengan pupuk lainnya dengan cara mensurvey kandungan dalam pupuk dan mencari alternatif pupuk lainnya yang memiliki kandungan yang sama. Selain itu, guna memudahkan pembaca yang mayoritas petani dan petani pekarangan yang menginginkan kepraktisan dalam membaca, saya langsung saja menyebutkan merk pupuk tersebut.

Beberapa nama pupuk yang akan saya bahas disini adalah :

NPK Yaramila

Pupuk NPK ini terdiri kandungannya terdiri dari 16% N, 16% P, dan 16% K. anda bisa mengantikannya dengan pupuk NPK merk lain yang kandungannya sama.

KNO3 Merah

Pupuk KO3 terdiri dari Natrium (18%), Nitrogen (15%), kalium (14%) dan Boron (0.05%). Pupuk KNO3 lebih karena selain mengandung unsur makro N dan K juga mengandung  unsur mikro, yakni boron. Fungsi boron adalah untuk pembentukan sel, pencegahan bakteri parasit, dan peningkatan kualitas tanaman. Jumlah yang dibutuhkan memang sangat sedikit, namun peranannya sangat penting bagi tanaman.

Baca Juga  Macam Pestisida Nabati

KNO3 Putih

Kandungan KNO3 putih terdiri dari kalium dan nitrogen. Kalium sebesar 45 – 46%, dan N sebesar 13%. Sebenarya unsur kalium dalam pupuk ini bukan unsur K sepenuhnya, melainkan dalam bentuk senyawa K2O. Secara singkat perbedaan dengan KNO3 merah dan putih adalah KNO3 Merah digunakan untuk pertumbuhan, sedangkan KNO3 putih digunakan untuk pembuahan, karena kandungan kalium banyak pada kno3 putih dan kandungan boron pada kno3 merah.

Supermess

Supermess merupakan pupuk cair organik. Pupuk organik memiliki banyak kelebihan karena mengandung banyak unsur mikro yang dibutuhkan tanaman. Penggunaannya bisa dilakukan kapan saja. Namun menjelang panen, sebaiknya anda menggunakan pupuk organik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi residu pupuk kimia yang anda gunakan dan mensterilkan kembali tanah dari bahan sisa pembawa pupuk kimia tersebut. Kegunaan  supermess ini untuk mempercepat pertumbuhan, mempercepat masa pembungaan, ramah lingkungan, dan menyuburkan tanah

Dithane 45

Dithane 45 termasuk fungisida yang berfungsi untuk menghindari serangan jamur. Bibit atau biji yang akan disemai sebelumnya dicelupkan kedalam dithane 45. Dicelup ya,.. bukan direndam 🙂 jenis fungisida ini termasuk fungisida kontak. Artinya menyerang langsung pada jamur atau spora yang ingin bersemayam atau hinggap di jendela. Bukan, di benih atau bibit pastinya..

Furadan 3G

Hati hati menggunakan furadan. Pestisida ini sangat beracun. Berhati –hatilah menggunakannya. Dosis yang digunakan dalam artikel ini sangat sedikit sekali. Dan diupayakan tidak digunakan lagi selain untuk menemani benih yang kita masukkan dalam lubang tanah agar benih tersebut tidak dimakan semut. Bahaya karbofuran bisa anda baca di artikel bahaya karbofuran.

Adapun dosis dan waktu yang bisa diberikan untuk

Kacang Panjang

pupukkacang panjang

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Buncis

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Timun

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Caberawit

pupuk caberawit

Keterangan : 10 gram setara dengan 1.5 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Baca Juga  Menanam Bayam Cabut

Tomat

pupuk tomat

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Bunga Kol

pupuk bunga kol

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Bawang Merah

pupuk bawang merah

Keterangan : 7 gram setara dengan 1 sendok makan, MST : Minggu Setelah Tanam, jarak aplikasi pupuk untuk tanaman yang berjarak 5 – 7 cm.

Cara pemupukan sendiri bisa dilakukan dengan cara membenamkan pupuk di sekitar tanaman. Bisa juga dilakukan pencairan terlebih dahulu, kemudian disiramkan ke tanaman. Namun tehnik pencairan ini harus dilakukan sore hari untuk menghindari kehilangan hara yang menguap karena sinar matahari. Waktu pemupukan yang baik dilakukan sore atau pagi hari.

Dosis ini digunakan untuk tanaman yang ditanam dilahan pekarangan yang biasanya tidak banyak di budidaya. Jangan menggunakan dosis ini untuk wilayah yang luas misalnya areal persawahan, karena biaya yang anda keluarkan tentu akan tinggi jika menghitung dosis di tiap tanaman. Sebaiknya anda melakukan riset analisis tanah sederhana sehingga bisa menentukan berapa kebutuhan unsur makro dan mikro. Lebih baik lagi jika anda memanfaatkan pupuk kandang sebagai penyubur lahan untuk peningkatan produksi sayuran.

Demikian catatan saya tentang pemupukan pekarangan, semoga bisa mengajak lebih banyak lagi rekan untuk memanfaatkan pekarangan sebagai tambahan gizi keluarga. Karena dengan memanfaatkan pekarangan, kita bisa memantau sendiri penggunaan unsur hara dan pupuk yang digunakan. Banyak sekali contoh kasus yang dijumpai di pasar dengan kondisi sayur yang bagus, tanpa cacat, namun mengandung residu pupuk yang tinggi. Sementara dilain pihak, sayur organik di pasar swalayan cukup tinggi harganya membuat pembeli berpikir berkali kali untuk membelinya. tidak ada kesehatan yang dipertaruhkan jika kita sendiri yang mengelola. Tidak harus menghabiskan banyak waktu, cukup amati tanaman anda di pagi dan sore hari. Kemudian manfaatkan hari libur anda untuk mengatur kembali pekarangan dan menyapa tanaman – tanaman anda 🙂

Terima kasih sudah berkunjung