Elastisitas Harga dan Pengaruh Impor Kedelai Terhadap Produksi Dalam Negeri

Sebuah artikel yang dimuat dalam prosiding seminar hasil penelitian tanaman aneka kacang dan umbi tahun 2015. Artikel ini berisikan tentang kondisi impor kedelai yang secara jangka panjang akan menurunkan tingkat produksi dalam negeri.

Peningkatan impor kedelai dibandingkan komoditas pangan lainnya seperti beras dan jagung makin bertambah. Peningkatan tersebut menandakan semakin rendahnya tingkat daya saing kedelai dalam negeri. Target swasembada di tahun 2017 tidak tercapai karena keran impor tidak ditutup terlebih dahulu atau minimal dikurangi agar kedelai lokal bisa memperbaiki tingkat efisiensi dan produktivitasnya.

Artikel ini berusaha menerangkan dari sisi ilmiah tentang pengaruh impor kedelai dan harga terhadap produktivitas petani kedelai dalam negeri. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan analisis tren.

Hasil dari analisis ini adalah harga merupakan faktor penting dalam peningkatan produksi kedelai. Harga pasar tidak lagi mencukupi kebutuhan faktor produksi mengingat harga kedelai impor lebih efisien dibandingkan kedelai lokal. Bahkan, banjirnya komoditas kedelai lokal pun karena harga pasar masih lebih tinggi dibandingkan biaya produksi ditambah biaya logistik dari negara asalnya. Hal ini menandakan bahwa terdapat pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan untuk  meningkatkan efisiensi biaya termasuk biaya input, tenaga kerja, lahan, dan lainnya. Disisi tehnis, kedelai memiliki banyak musuh berupa penyakit dan hama yang lebih banyak dibandingkan komoditas pangan lainnya.
Akhir dari kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa impor secara jangka panjang dapat menurunkan produksi kedelai lokal. Hal ini ditandai dengan nilai elastisitas jangka panjang lebih dari 1.  Kenaikan 1 % impor kedelai akan menyebabkan penurunan produksi kedelai dalam jangka panjang sebesar 2.3% .

Berawal dari rendahnya daya saing kedelai lokal, menyebabkan impor kedelai bisa masuk ke dalam pasar karena menang harga. Harga kedelai impor lebih murah dibandingkan kedelai lokal. Datangnya impor kedelai sendiri juga mempengaruhi harga pasar. Kondisi penawaran yang berlebihan atau dapat dikatakan dengan keran impor tidak dikurangi, menyebabkan harga kedelai semakin rendah dan akhirnya tidak lagi mampu mencukupi biaya faktor produksi. Hal ini mengakibatkan banyak petani yang mulai beralih menanam kokmoditas lainnya yang lebih menguntungkan.
Penelitian yang dilakukan ini menggunakan data sekunder, namun masih bersifat penelitian primer. Pembaca artikel ini diharapkan dapat mengerti salah satu permasalahan yang dihadapi petani kedelai sehingga mimpi swasembada kedelai bukanlah sebatas perencanaan kerja yang tertuang dalam progja dan diseminarkan namun tidak pernah direalisasikan.  Peningkatan produksi tanpa mengurangi impor akan semakin memperbanyak penawaran kedelai dipasar. Hal yang ideal adalah meningkatkan produksi dengan mengurangi besarnya peningkatan tersebut pada impor kedelai sehingga harga yang terjadi dipasar tetap, atau malah meningkat sehingga harga berada di atas biaya faktor produksi.
Artikel lengkap dapat diunduh pada link berikut ini:

Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *